SANUR, - Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP) akhirnya angkat suara terkait ada beberapa nama yang terkait
korupsi masuk dalam pengurus pusat.
Melalui Sekretaris Jenderal
PDIP, Hasto Kristiyanto mencoba menjelaskan bahwa nama-nama yang dipermasalahkan
sudah ditelusuri dimana kasus yang menjeratnya kadernya bermotif politik.
“Misalnya dalam kasus Idham
Samawi dalam kajian yang dilakukan oleh dewan pimpinan partai, ada latar
belakang politik yang sangat kuat, latar belakang yang berkaitan dengan
pemilukada, latar belakang yang berkaitan dengan rivalitas penentuan DPD, kami
memiliki data-data yang cukup valid di situ,”ucapnya
Sedangkan soal masuknya nama
Rokhmin Dahuri sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman yang tercatat alumni
tahanan KPK karena korupsi, Sekjen Hasto mengatakan bahwa kasus yang menimpa
mantan menteri perikanan tersebut bermuatan politis
“Saat itu kita meihat ada
latar belakang politik yang kuat, dan tentu saja tiap warga negara memiliki
kesempatan dan dijamin oleh undang-undang untuk memperbaiki dan apalagi ketika
keputusan politik itu dilatarbelakangi oleh kepentingan politik tertentu,”ucapnya.
Soal keberadaan Olly
Dondokambey yang berulang kali disebut dalam berkas perkara, menurut Sekjen
Hasto bahwa yang terjadi masih status saksi.
“Proses hukum yang
berkeadilan juga mengikuti tatanan yang proper, tatanan yang melalui
pemeriksaan saksi-saksi, bukan tatanan yang dimunculkan dan kemudian ada sebuah
klaim terhadap suatu status seseorang,”ucapnya
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz