Senin, 13 April 2015

Indonesia Perkuat Penetrasi Industri Ke Kawasan Afrika Sub-Sahara

JAKARTA, - Wakil Menteri Luar Negeri RI, A.M. Fachir, menggarisbawahi perlunya memperkuat penetrasi industri strategis Indonesia ke pasar non-tradisional, diantaranya ke kawasan Afrika Sub-Sahara, seiring dengan perkembangan pasar yang semakin potensial dan prospektif.

Pernyataan tersebut disampaikan Wamenlu pada kegiatan Video Conference dengan sepuluh Duta Besar RI di kawasan Afrika Sub-Sahara, dengan didampingi oleh Direktur Niaga dan Restrukturisasi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Wakil Direktur Utama PT Pindad Bidang Pengembangan Bisnis.

Sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan seiring dengan peningkatan kualitasnya, produk industri strategis dalam negeri kini semakin dilirik dan diminati di banyak kawasan

Hal ini tentunya berdampak pada peluang pasar yang semakin terbuka. Oleh karena itu, Wamenlu RI meminta para Duta Besar beserta jajaran Perwakilan RI khususnya di kawasan Afrika Sub-Sahara untuk lebih proaktif dalam mempromosikan produk industri strategis dan dalam menangkap peluang pasar tersebut.

Hingga saat ini Pesawat CN-235 buatan PT DI telah dibeli oleh Burkina Faso, Guinea dan Senegal. Sementara produk senjata buatan PT Pindad telah dibeli oleh Nigeria. Beberapa negara Afrika lain telah menyatakan keinginan untuk membeli produk kedua perusahaan tersebut.

Selain itu, Wamenlu juga menghimbau agar para Kepala Perwakilan RI di luar negeri untuk lebih agresif dalam meningkatkan volume perdagangan, khususnya untuk produk-produk yang diimpor oleh negara-negara Sub-Sahara Afrika dari pihak/negara ketiga.

Diharapkan kedepannya, penetarasi produk-produk Indonesia di luar negeri tidak lagi melalui proses trader/broker.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz