JAKARTA, - Perselisihan
antara Badan Olahraga Professional Indonesia (BOPI) dan Kementerian Pemuda dan
Olahraga (Kemenpora) dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI)
semakin panas dengan menampilkan sosok baru.
Kali ini adalah Badan
Otoritas Sepakbola Internasional FIFA sepertinya ingin membantu untuk
mendapatkan keseimbangan yang seharusnya tidak perlu
FIFA per-10 April
mengirimkan surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Vackle
kepada Menteri Olahraga, Imam Nahrawi dimana setiap asosiasi yang merupakan
anggotanya dalam hal ini PSSI harus menyelesaikan masalah yang timbul dengan
mandiri tanpa pengaruh dari pihak ketiga sebagaimana yang tertuang dalam
Statuta FIFA yang selama ini didewakan.
Dalam surat, FIFA juga
meminta bahwa hanya anggotanya atau pelaksana liga yang bisa menjadi penentu
syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh klub untuk bisa mengikuti sebuah liga.
Kemudian dalam suratnya FIFA
menjelaskan bahwa dengan menambah kriteria diluar ketentuan pihaknya atau PSSI
soal klub berarti itu sudah tanda atau indikasi dari adanya pelanggaran.
Dalam penutupnya, FIFA
berharap BOPI dan Kemenpora bisa menahan diri untuk tidak mencampuri urusan
rumah tangga PSSI dan PSSI segera penuhi kewajibannya sebagai bagian dari FIFA
Jika surat sini tidak
dilaksanakan oleh berbagai pihak, maka FIFA tidak punya pilihan untuk
memberikan sanksi pada PSSI.
Beredarnya surat dari FIFA
terkait dengan Kemenpora dan BOPI yang memberikan rekomendasi kepada 16 dari 18
klub yang boleh mengikuti kompetisi.
Dua klub yang tidak
direkomendasi oleh Kemenpora dan BOPI adalah Arema dan Persebaya karena
memiliki dualisme kepemilikan dan juga SIUP yang berbeda.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz