Selasa, 07 April 2015

Dewi Lestari Puas Dengan Film Filosofi Kopi

JAKARTA, - Penulis cerita pendek Filosofi Kopi, Dewi Lestari puas dan tak menyangka dengan hasil yang diberikan Angga Dwimas Sasongko atas film yang diadaptasi dari buah karyanya.

Hal ini disampaikan dalam jumpa media di kawasan Kuningan, Selasa (7/4) sore ketika menyaksikan perdana Filosofi Kopi

“Saya sendiri tak menyangka akan seapik itu hasil filmnya. Filosofi Kopi sebagai sebuah cerita menemukan jodohnya yang tepat. Angan-angan untuk melihat karya saya dalam versi visual bisa terwujud,”ucapnya.

Sementara itu, sang Sutradara Angga Dwimas mengakui lewat film ini melakukan pendekatan dengan menempatkan kamera sebagai mata dirinya yang berjalan serta mengeksplorasi lebih mendalam.

“Ketika saya membuat film ini, tujuannya adalah ekplorasi mencoba area baru yang belum pernah saya datangi. Namun saya sebagai pembuat film, saya hanya mencoba membuat film, saya ingin penonton banyak tak berharap piala citra,”ucapnya.

Sebagai info, Filosofi Kopi sendiri bercerita tentang seorang Barista yang bernama Ben yang membuat sebuah arti singkat dalam ramuan kopi yang disajikan di kedai kopinya.

Berkat racikan Ben, kedainya sangat ramai yang berlanjut hingga suatu hari datang seorang pria kaya yang menantang dirinya membuat sebuah ramua kopi yang apabila diminum akan membuat menahan napas.

Akhirnya tantangannya itu terjawab dengan mana Ben’s Perfecto yang membuat seorang pelanggan datang dan mencicipinya sambil mengatakan bahwa kopi ini masih enak bila dibandingkan kopi yang pernah dicicipinya di daerah Jawa Tengah.

Dengan penasaran mereka berdua pun mendatangi lokasi yang diberikan seorang pelanggan tersebut dan menemukan secangkir kopi Tiwus yang disuguhkan pemilik warung reot daerah tersebut.

Merasa dirinya gagal menciptakan kopi bila disandingkan dengan kopi Tiwus ini membuat Ben kembali ke Jakarta dan galau.

Mengetahui temannya merasa gagal, kemudian mencoba menghibur dengan membawakan kopi Tiwus ke Jakarta sambil menuliskan sebuah pesan bahwa tidak ada yang sempurna karena hidup indah begini adanya. Semenjak itu Ben sadar bahwa hidup itu tidak ada yang sempurna.

Rencananya film ini akan beredar di jaringan bioskop pada 9 April mendatang. Selain pemutaran film akan juga hadir konser soundtrack yang menyusul jadwalnya.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz