JAKARTA, - Penulis cerita
pendek Filosofi Kopi, Dewi Lestari puas dan tak menyangka dengan hasil yang
diberikan Angga Dwimas Sasongko atas film yang diadaptasi dari buah karyanya.
Hal ini disampaikan dalam
jumpa media di kawasan Kuningan, Selasa (7/4) sore ketika menyaksikan perdana
Filosofi Kopi
“Saya sendiri tak menyangka
akan seapik itu hasil filmnya. Filosofi Kopi sebagai sebuah cerita menemukan
jodohnya yang tepat. Angan-angan untuk melihat karya saya dalam versi visual
bisa terwujud,”ucapnya.
Sementara itu, sang
Sutradara Angga Dwimas mengakui lewat film ini melakukan pendekatan dengan
menempatkan kamera sebagai mata dirinya yang berjalan serta mengeksplorasi
lebih mendalam.
“Ketika saya membuat film
ini, tujuannya adalah ekplorasi mencoba area baru yang belum pernah saya
datangi. Namun saya sebagai pembuat film, saya hanya mencoba membuat film, saya
ingin penonton banyak tak berharap piala citra,”ucapnya.
Sebagai info, Filosofi Kopi
sendiri bercerita tentang seorang Barista yang bernama Ben yang membuat sebuah
arti singkat dalam ramuan kopi yang disajikan di kedai kopinya.
Berkat racikan Ben, kedainya
sangat ramai yang berlanjut hingga suatu hari datang seorang pria kaya yang
menantang dirinya membuat sebuah ramua kopi yang apabila diminum akan membuat
menahan napas.
Akhirnya tantangannya itu
terjawab dengan mana Ben’s Perfecto yang membuat seorang pelanggan datang dan
mencicipinya sambil mengatakan bahwa kopi ini masih enak bila dibandingkan kopi
yang pernah dicicipinya di daerah Jawa Tengah.
Dengan penasaran mereka
berdua pun mendatangi lokasi yang diberikan seorang pelanggan tersebut dan
menemukan secangkir kopi Tiwus yang disuguhkan pemilik warung reot daerah
tersebut.
Merasa dirinya gagal
menciptakan kopi bila disandingkan dengan kopi Tiwus ini membuat Ben kembali ke
Jakarta dan galau.
Mengetahui temannya merasa
gagal, kemudian mencoba menghibur dengan membawakan kopi Tiwus ke Jakarta
sambil menuliskan sebuah pesan bahwa tidak ada yang sempurna karena hidup indah
begini adanya. Semenjak itu Ben sadar bahwa hidup itu tidak ada yang sempurna.
Rencananya film ini akan
beredar di jaringan bioskop pada 9 April mendatang. Selain pemutaran film akan
juga hadir konser soundtrack yang menyusul jadwalnya.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz