BUENOS AIRES, - Pemerintah
Argentina akhirnya membeberkan sebuah dokumen kepada publik terkait dengan
peristiwa pemboman yang terjadi di luar Kedutaan Besar Israel di Buenos Aires
pada 1992. Dalam peristiwa ini setidaknya 29 orang tewas dan 200 orang
luka-luka.
Sebagaimana dilansir dari
media setempat, pembeberan publik ini berkaitan atas perintah Mahkamah Agung
untuk melansir dokumen tersebut kepada publik setelah lebih dari dua dekade
dari peristiwa ini tidak terungkap.
Perintah pembukaan dokumen
ini sendiri tidak lepas dari para keluarga korban yang sejak lama menuntut agar
dokumen tersebut diungkap dan akhirnya Mahkamah meminta Presiden Argentina,
Cristina Kirchner untuk deklasifikasi beberapa item.
Dalam lembar tersebut
menyatakan kasus ditutup sejak pengadilan pada 1999 dimana para anggota grup
militen Hezbollah di Lebanon yang melancarkan serangan itu namun tidak ada
seorang pun terbukti melakukan aksi tersebut.
Dalam kasus ini dua serangan
bom telah porak-poranda penduduk Yahudi yang ada di Argentina yang paling besar
di Amerika Latin sekitar 300,000 orang.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz