JAKARTA, - Kepala Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Soehardjono
Sastromihardjo, mewakili Indonesia sebagai tuan rumah secara resmi membuka The
10th Annual Meeting of Deans and Directors of Diplomatic Training Institutions
of the ASEAN+3 pada Kamis (9/4) pagi di Nusa Dua, Bali.
Pertemuan ini untuk pertama
kalinya dihadiri oleh perwakilan dari seluruh negara anggota ASEAN+3 (Jepang,
Korea Selatan, Tiongkok) serta wakil dari ASEAN Secretariat.
Sebagaimana informasi yang
diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan
Dubes Soehardjono menekankan betapa pentingnya peran ASEAN+3 bagi masing-masing
negara anggota.
Dengan nilai perdagangan
antar-negara sebesar USD 726 miliar, atau hampir setara 30% perdagangan total
ASEAN, kerja sama ekonomi ASEAN+3 telah membuka banyak lapangan pekerjaan.
Peluang investasi serta
berkembangnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi cara memupus
kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran negara.
Oleh karena itu, sejalan
dengan visi dan misi pemerintah RI saat ini, Indonesia mengangkat tema
diplomasi ekonomi pada gelaran kesepuluh pertemuan Kapusdiklat ASEAN+3 tahun
ini.
Hal yang ingin disoroti
adalah bagaimana diplomasi ekonomi dapat berperan dalam penguatan integrasi
ekonomi regional di ASEAN.
Tema lain yang mengemuka
adalah bagaimana memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam metode e-learning
agar proses belajar selama pelatihan menjadi lebih efektif dan efisien.
“A true sharing and learning in the region
requires face-to-face interaction among diplomats,” kata Dubes Soehardjono.
Segala teori tentang
diplomasi dan isu-isu terkini tidak cukup membuat seseorang menjadi diplomat yang
sesungguhnya. Pelajaran terbaik adalah ketika mereka bertemu dan
berinteraksi satu sama lain.
Dengan saling bertemu muka,
para diplomat dapat secara langsung memperluas hubungan pertemanan sekaligus
pengetahuan.
Mereka bertukar pengalaman
dan pelajaran yang dimiliki atas dasar keterbukaan dan rasa saling menghormati.
Kualitas hubungan semacam
ini dirasa penting untuk dibangun mengingat visi besar jangka panjang East Asia
Community.
Pertemuan ini akan dibagi
dalam dua bagian, yaitu seminar dan diskusi, dan menghasilkan dokumen akhir
dalam bentuk report yang rencananya akan menjadi bahan masukan untuk mekanisme
rutin ASEAN+3.
Seminar akan diberikan oleh ERIA (Economic Research Institute of
ASEAN and East Asia) dan dari UNITAR (United Nations Institute for Training and
Research). Tiongkok, Thailand, Jepang, Korea, Singapura, dan Indonesia akan
mengambil bagian sebagai pembicara dalam diskusi.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz