WASHINGTON DC, - Belum
usainya kebijakan Presiden Venezuela yang meminta AS untuk memangkas jumlah
diplomatnya di Caracas dari seratus menjadi tujuh belas kali ini muncul lagi
gesekan politik luar negeri kedua negara.
Kali ini Presiden Obama
mengambil tempat dimana dirinya menandatangani perintah eksekutif yang
menyatakan diri Venezuela adalah ancaman bagi keamanan nasional AS.
Sebagaimana dilansir media
setempat, kebijakan Obama ini berdasarkan para pejabat Venezuela kerap
melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap pejabat oposisi dan melakukan
praktik korupsi.
Kepastian ini disampaikan
Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest dalam pernyataan resminya dimana pejabat
neger beribukota Caracas tersebut pada masa lalu atau sekarang melanggar HAM
warganya.
“Para pejabat Venezuela yang
pada masa lalu maupun sekarang melanggar hak asasi warga negara Venezuela dan
terlibat dalam tindakan korupsi publik tidak akan diterima di sini,”demikian
penjelasan juru bicara Gedung Putih.
Earnest juga menambahkan
bahwa pihaknya sekarang memiliki alat untuk memblokir aset Venezuela sehingga
tidak dapat menggunakan sistem keuangan AS
“Kami sekarang memiliki alat
untuk memblokir aset mereka sehingga mereka tidak dapat menggunakan sistem
keuangan AS,”ucapnya.
Sementara itu dari Caracaz,
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro sangat murka atas kebijakan yang
dikeluarkan Obama tersebut bahkan
dirinya tidak mau kalah meminta kepada parlemen untuk
membuat undang-undang baru terkait dengan kebjakan AS tersebut.
“Saya datang untuk meminta
Enabling Law untuk menghadapi agresi dari negara yang paling kuat di dunia,
Amerika Serikat terhadap negara yang indah ini, ini adalah hukum yang akan
mempersiapkan negara kita. Semoga kita tak pernah lengah,”ucapnya.
Sebagai informasi, perintah
eksekutif yang ditandatangani Obama ini berisikan sanksi ekonomi serta
pelarangan pemberian visa bagi ketujuh pejabat Venezuela ke otoritas Amerika
Serikat.
Selain itu aset dari ketujuh
pejabat publik Venezuela ini yang berada di Amerika Serikat berupa property dan
segala kepentingan lainnya dibekukan.
Bahkan warga negara Amerika
Serikat juga dilarang melakukan kegiatan bisnis dengan ketujuh pejabat
tersebut.
Kontak Blog >
ervanca@gmail,com
Twitter.com/CatatanLorcasz