Jumat, 13 Maret 2015

Venezuela – AS Kembali Memanas

WASHINGTON DC, - Belum usainya kebijakan Presiden Venezuela yang meminta AS untuk memangkas jumlah diplomatnya di Caracas dari seratus menjadi tujuh belas kali ini muncul lagi gesekan politik luar negeri kedua negara.

Kali ini Presiden Obama mengambil tempat dimana dirinya menandatangani perintah eksekutif yang menyatakan diri Venezuela adalah ancaman bagi keamanan nasional AS.

Sebagaimana dilansir media setempat, kebijakan Obama ini berdasarkan para pejabat Venezuela kerap melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap pejabat oposisi dan melakukan praktik korupsi.

Kepastian ini disampaikan Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest dalam pernyataan resminya dimana pejabat neger beribukota Caracas tersebut pada masa lalu atau sekarang melanggar HAM warganya.

“Para pejabat Venezuela yang pada masa lalu maupun sekarang melanggar hak asasi warga negara Venezuela dan terlibat dalam tindakan korupsi publik tidak akan diterima di sini,”demikian penjelasan juru bicara Gedung Putih.

Earnest juga menambahkan bahwa pihaknya sekarang memiliki alat untuk memblokir aset Venezuela sehingga tidak dapat menggunakan sistem keuangan AS

“Kami sekarang memiliki alat untuk memblokir aset mereka sehingga mereka tidak dapat menggunakan sistem keuangan AS,”ucapnya.

Sementara itu dari Caracaz, Presiden Venezuela, Nicolas Maduro sangat murka atas kebijakan yang dikeluarkan Obama tersebut  bahkan dirinya tidak mau kalah meminta kepada parlemen untuk membuat undang-undang baru terkait dengan kebjakan AS tersebut.

“Saya datang untuk meminta Enabling Law untuk menghadapi agresi dari negara yang paling kuat di dunia, Amerika Serikat terhadap negara yang indah ini, ini adalah hukum yang akan mempersiapkan negara kita. Semoga kita tak pernah lengah,”ucapnya.

Sebagai informasi, perintah eksekutif yang ditandatangani Obama ini berisikan sanksi ekonomi serta pelarangan pemberian visa bagi ketujuh pejabat Venezuela ke otoritas Amerika Serikat.

Selain itu aset dari ketujuh pejabat publik Venezuela ini yang berada di Amerika Serikat berupa property dan segala kepentingan lainnya dibekukan.

Bahkan warga negara Amerika Serikat juga dilarang melakukan kegiatan bisnis dengan ketujuh pejabat tersebut.




Kontak Blog > ervanca@gmail,com

Twitter.com/CatatanLorcasz