WASHINGTON DC, - Terkait
dengan kebijakan Obama yang memberikan sanksi ekonomi, pemberian visa serta
pembekuan aset di AS kepada tujuh pejabat Venezuela menuai adu argument antar
pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri kedua negara.
Adu argument tersebut
dituangkan dalam jejaring sosial microblogging 140 karakter, Twitter dimana
Assisten Menteri Luar Negeri AS Roberta Jacobson yang memulai argumennya dalam
akun twitternya memberikan penjelasan soal sanksi tersebut.
“Tujuan dari sanksi tersebut
adalah untuk membujuk pemerintah Venezuela untuk mengubah caranya bukan untuk
menghapus pemerintah Venezuela,”demikian penjelasan Jacobson.
Namun apa yang dikicaukan
Jacobson direpson oleh Menteri Luar Negeri Venezuela, Delcy Rodriguez kepada
media televisi lokal yang mengatakan Jacobson memberitahukan apa yang harus
negeri tersebut lakukan dengan cara kasar dan marah.
“Dalam cara yang kasar dan
marah-marah Jacobson memberitahukan kami apa yang harus dilakukan. Saya tahu dia
sangat baik karena saya telah melihat dia secara pribadi, caranya berjalan,
mengunyah anda perlu sopan santun untuk berurusan dengan pejabat dan negara,”ucapnya.
Tidak hanya kedua petinggi
Kemlu, Presiden Venezuela Nicola Maduro pun dengan langkah cepat membalas
tindakan Obama dengan mengunjungi parlemen untuk meminta izin mengeluarkan
dekrit.
Namun tindakan Maduro
tersebut diperolok oleh pejabat oposisi dengan mengatakan apa yang dilakukan
dengan dekrit adalah cara presiden membentuk pemerintahan yang otokratis dan
mengalihkan isu penyusutan ekonomi berakibat kebutuhan pokok negeri itu langka.
“Nicolas, Anda meminta
dekrit untuk membuat sabun, popok dan obat-obatan dan menurunkan inflasi?,”ucap
pemimpin oposisi Henrique Capriles.
Sebagai informasi, perintah
eksekutif yang ditandatangani Obama ini berisikan sanksi ekonomi serta
pelarangan pemberian visa bagi ketujuh pejabat Venezuela ke otoritas Amerika
Serikat.
Selain itu aset dari ketujuh
pejabat publik Venezuela ini yang berada di Amerika Serikat berupa property dan
segala kepentingan lainnya dibekukan.
Bahkan warga negara Amerika
Serikat juga dilarang melakukan kegiatan bisnis dengan ketujuh pejabat
tersebut.
Kontak Blog >
ervanca@gmail,com
Twitter.com/CatatanLorcasz