Jumat, 13 Maret 2015

Lewat Twitter, Dua Petinggi Kemlu Adu Argumen Soal Kebijakan Obama terhadap Venezuela

WASHINGTON DC, - Terkait dengan kebijakan Obama yang memberikan sanksi ekonomi, pemberian visa serta pembekuan aset di AS kepada tujuh pejabat Venezuela menuai adu argument antar pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri kedua negara.

Adu argument tersebut dituangkan dalam jejaring sosial microblogging 140 karakter, Twitter dimana Assisten Menteri Luar Negeri AS Roberta Jacobson yang memulai argumennya dalam akun twitternya memberikan penjelasan soal sanksi tersebut.

“Tujuan dari sanksi tersebut adalah untuk membujuk pemerintah Venezuela untuk mengubah caranya bukan untuk menghapus pemerintah Venezuela,”demikian penjelasan Jacobson.

Namun apa yang dikicaukan Jacobson direpson oleh Menteri Luar Negeri Venezuela, Delcy Rodriguez kepada media televisi lokal yang mengatakan Jacobson memberitahukan apa yang harus negeri tersebut lakukan dengan cara kasar dan marah.

“Dalam cara yang kasar dan marah-marah Jacobson memberitahukan kami apa yang harus dilakukan. Saya tahu dia sangat baik karena saya telah melihat dia secara pribadi, caranya berjalan, mengunyah anda perlu sopan santun untuk berurusan dengan pejabat dan negara,”ucapnya.

Tidak hanya kedua petinggi Kemlu, Presiden Venezuela Nicola Maduro pun dengan langkah cepat membalas tindakan Obama dengan mengunjungi parlemen untuk meminta izin mengeluarkan dekrit.

Namun tindakan Maduro tersebut diperolok oleh pejabat oposisi dengan mengatakan apa yang dilakukan dengan dekrit adalah cara presiden membentuk pemerintahan yang otokratis dan mengalihkan isu penyusutan ekonomi berakibat kebutuhan pokok negeri itu langka.

“Nicolas, Anda meminta dekrit untuk membuat sabun, popok dan obat-obatan dan menurunkan inflasi?,”ucap pemimpin oposisi Henrique Capriles.

Sebagai informasi, perintah eksekutif yang ditandatangani Obama ini berisikan sanksi ekonomi serta pelarangan pemberian visa bagi ketujuh pejabat Venezuela ke otoritas Amerika Serikat.

Selain itu aset dari ketujuh pejabat publik Venezuela ini yang berada di Amerika Serikat berupa property dan segala kepentingan lainnya dibekukan.

Bahkan warga negara Amerika Serikat juga dilarang melakukan kegiatan bisnis dengan ketujuh pejabat tersebut.


Kontak Blog > ervanca@gmail,com

Twitter.com/CatatanLorcasz