JAKARTA, - Menteri Luar
Negeri RI, Retno LP Marsudi menyambut 91 WNI (90 Dewasa dan 1 bayi) yang
dievakuasi dari Yaman di Bandara Halim Perdana Kusuma pagi ini.
Informasi yang diterima dari
Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan pemulangan
para WNI dari Yaman kembali ke tanah air menggunakan Pesawat Boeing 737-400
milik TNI AU dan merupakan kloter ke delapan sejak intensifikasi evakuasi Yaman
dimulai.
Menlu RI selaku koordinator
evakuasi, secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Tim Kemlu, TNI AU,
Kepolisian, BIN dan relawan yang kembali dengan pesawat TNI AU.
Komunikasi dan koordinasi
yang baik antara semua pihak telah memungkinkan dilakukannya evakuasi secara
cepat, aman, dan efisien.
Seperti diketahui, keadaan
keamanan di Yaman, khususnya kota Aden dan sekitarnya masih sangat
memprihatinkan.
Kontak senjata antara pihak
yang bertikai terus berlangsung dan jumlah korban sipil terus bertambah.
Tim
Evakuasi WNI di Yaman harus terus menyesuaikan skenario, langkah dan proses
evakuasi.
Pada hari ini tim evakuasi
WNI di Aden dan Djibouti bekerja sama dengan ICRC juga sedang dalam proses
melakukan evakuasi 112 WNI dari Aden ke Djibouti.
Setelah hampir 1 minggu WNI
tertahan di penampungan kota Aden, tidak dapat dievakuasi karena keadaan
keamanan, para WNI saat ini telah berada di pelabuhan Aden menunggu kapal
charter yang disewa Pemerintah Indonesia dari Djibouti.
Dengan kembalinya 91 WNI
dari Yaman hari ini, Pemerintah sejak akhir Desember 2014 telah berhasil
melakukan evakuasi sebanyak 1795 WNI keluar dari Yaman dan 1002 WNI diantaranya
telah tiba kembali di Indonesia.
Sisanya sebanyak 793 WNI
sudah berada di lokasi aman di Salalah, Oman (583 WNI) dan Djibouti City,
Djibouti (123 WNI) menunggu proses pemulangan ke Indonesia.
Menurut rencana diantara 580
WNI yang saat ini ada di Salalah Oman, sebanyak 370 WNI diantaranya akan tiba
kembali di Indonesia, Selasa, 14 April 2015 di Bandara Soekarno-Hatta pukul
11.00 dengan pesawat charter.
Hingga kini juga masih
terdapat sejumlah WNI yang berada di berbagai penampungan/safe house dan
menunggu proses evakuasi selanjutnya dengan rincian di Al’ Mukalla 140 WNI dan
Al’Hudaydah 87 WNI.
Indonesia kembali
menyesalkan terus terjadinya korban sipil dalam pertikaian di Yaman. Pemerintah Indonesia terus menyerukan agar
semua pihak menahan diri dan memperhatikan keselamatan warga sipil, baik itu
warga Yaman maupun warga asing.
Indonesia meminta kepada semua pihak di Yaman
agar memberlakukan jeda kemanusiaan (humanitarian pause) guna memberikan
kesempatan bagi warga sipil termasuk WNI dievakuasi keluar dari Yaman dan
masuknya bantuan kemanusiaan.
Indonesia juga mendorong
agar semua pihak mengutamakan diplomasi dan dialog untuk menyelesaikan
permasalahan yang di hadapi di Yaman saat ini.
Sebagai negara demokratis,
Indonesia menghormati pilihan dan proses demokratis yang dilakukan oleh rakyat
Yaman dalam menentukan masa depannya.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz