KUALA LUMPUR,
- Seorang Tenaga Kerja Wanita asal
Lombok Timur, Norfia Linda, usia 23 tahun, mengalami siksaan oleh majikannya
hingga mengalami lebam di seluruh mukanya, kepala, punggung serta 1 jari tangan
patah.
Sebagaimana informasi
yang diterima dari Pensosbud KBRI Kuala Lumpur melalui email menjelaskan saat
ini korban dalam perawatan di rumah sakit Selayang, Kuala Lumpur.
Selain
mengalami siksaan, korban dibuang oleh majikan di hutan dekat perkampungan
orang asli di daerah Ulu Yam, Hulu Selangor.
Korban
ditemukan oleh warga sekitar pada tanggal 19 April sekitar pukul 9.30 pagi dan
dibawa ke rumah sakit Kuala Kubu Bharu dan kemudian dirujuk ke rumah sakit
Selayang.
Terkait dengan
insiden tersebut, Wakil Duta Besar RI
untuk Malaysia, Hermono, pada tanggal 22 April 2015, telah mengunjungi korban
di Rumah Sakit Selayang.
Dalam
kunjungan ke rumah sakit tersebut, Hermono berkesempatan untuk berdialog dengan
korban dan dokter yang merawatnya.
Korban dalam
kondisi relatif stabil walaupun mukanya tampak lebam, yang menurut pengakuan
korban adalah akibat didera dengan rotan dan tongkat besi oleh majikannya S
(majikan laki-laki) dan Z (majikan perempuan).
Kekerasan
tersebut mulai dialaminya setelah bekerja selama kurang lebih seminggu. Norfia
Linda mengaku baru bekerja selama kurang lebih 1 bulan.
Dari hasil
wawancara, terungkap bahwa proses pemberangkatan korban ke Malaysia dilakukan
secara non prosedural oleh agen perseorangan yang juga masih memiliki hubungan
keluarga dengan yang bersangkutan. Menurut keterangannya, agen tersebut memang
kerap mengirim pekerja ke Malaysia.
"Penyiksaan
yang dialami oleh Sdri. Norfia Linda dapat dikatakan sangat kejam karena selain
ditemukan luka lebam di seluruh bagian muka, kepala dan punggung juga dibuang
oleh majikan ke hutan. Oleh karena itu, KBRI akan memastikan dan meminta
otoritas Malaysia untuk mengambil tindakan hukum atas majikan sebagai pelaku
kekerasan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. KBRI juga meminta otoritas di
Indonesia untuk menelusuri dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam
proses pemberangkatan Norfia Linda," ucapnya.
Wakil Dubes Hermono
juga meminta pihak-pihak terkait di dalam negeri untuk memperkuat upaya
pencegahan mengingat pengiriman TKI secara non prosedural masih terus terjadi
yang sangat membahayakan keselamatan TKI sebagaimana dialami oleh Sdr.
Linda.
Kontak Blog
> ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz