Selasa, 07 April 2015

Indonesia Tuan Rumah ASEAN +3

DENPASAR, - Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin institusi pelatihan diplomatic se-ASEAN+3 ((The 10th Annual Meeting of Deans and Directors of Diplomatic Training Institutions of ASEAN+3) di Bali

Sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan akan dilakukan 8-10 April 2015 ini  diinisiasi pada tahun 2003 oleh Indonesia, Thailand, China, Jepang dan Republik Korea di sela-sela Pertemuan Tahunan para Direktur dan Dekan Lembaga Pelatihan Diplomatik Sedunia (International Forum on Diplomatic Training) di Dubrovnik, Kroasia.

Indonesia kemudian menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertama kali pertemuan ini pada tahun 2004 di Yogyakarta.

Pertemuan ini agak berbeda dengan pertemuan-pertemuan ASEAN+3 lainnya karena sifatnya yang informal dan terbuka.

Diskusi yang berkembang berupa sharing session dalam hal best-practices pelaksanaan pelatihan diplomatik dan kurikulum diklat dalam rangka merespons tantangan regional dan global terkait isu-isu yang menyangkut kepentingan regional.

Terkait dengan kegiatan ini menurut Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Duta Besar Soehardjono Sastromihadrjo mengatakan bahwa berkembangnya Pusdiklat menjadi salah satu tujuan keikutsertaan negara pada pertemuan tersebut.

“Berkembangnya Pusdiklat menjadi center for excellence” merupakan salah satu tujuan serta alasan keikutsertaan Indonesia pada pertemuan yang akan diselenggarakan di Nusa Dua ini, “ucapnya

Melalui sharing of experience, Indonesia dapat belajar dan berkontribusi dalam pembangunan diklat-diklat diplomatik di kawasan, mempererat kerja sama dengan institusi-institusi diklat lain di seluruh ASEAN+3, sekaligus dapat pula menjadi referensi/model bagi pelatihan diplomatik di kawasan sebagai bagian dari diplomasi soft power Indonesia.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Indonesia akan mengangkat tema Diplomasi Ekonomi dan ­E-learning sebagai topik utama.

Hal ini sejalan dengan prioritas diplomasi Indonesia dan semangat mengedepankan diplomasi ekonomi yang membawa dampak nyata pada kesejahteraan rakyat dan pentingnya e-learning dalam memberikan pendidikan dan pelatihan guna peningkatan kompetensi yang dapat melibatkan Aparatur Sipil Negara, termasuk diplomat, dalam jumlah yang lebih besar. Kedua topik ini akan menjadi acuan dalam menggali pengalaman negara-negara lain pada sesi-sesi diskusi.

Pertemuan ini diikuti oleh pemimpin/wakil dari Institute of Foreign Affairs Laos, Institute of Diplomacy and Foreign Relations Malaysia, Foreign Service Institute Philippines, Diplomatic Academy of Singapore, Devawongse Varopakarn Institute of Foreign Affairs Thailand, Diplomatic Academy of Vietnam, China Foreign Affairs University, Foreign Service Training Institute of Japan, Korea National Diplomatic Academy, dan pejabat-pejabat di Kementerian Luar Negeri negara anggota ASEAN+3 lain yang menangani pengembangan diklat bagi para diplomatnya.

Pertemuan ini juga akan menghadirkan narasumber ahli dari dua organisasi internasional, yaitu Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan The United Nations Institute for Training and Research (UNITAR).

Hasil dari pertemuan ini akan dituangkan dalam bentuk report dan diadopsi dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN+3.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz