DENPASAR, - Indonesia menjadi
tuan rumah pertemuan para pemimpin institusi pelatihan diplomatic se-ASEAN+3 ((The
10th Annual Meeting of Deans and Directors of Diplomatic Training Institutions
of ASEAN+3) di Bali
Sebagaimana informasi yang
diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu RI melalui email menjelaskan
akan dilakukan 8-10 April 2015 ini diinisiasi
pada tahun 2003 oleh Indonesia, Thailand, China, Jepang dan Republik Korea di
sela-sela Pertemuan Tahunan para Direktur dan Dekan Lembaga Pelatihan
Diplomatik Sedunia (International Forum on Diplomatic Training) di Dubrovnik,
Kroasia.
Indonesia kemudian menjadi
tuan rumah penyelenggaraan pertama kali pertemuan ini pada tahun 2004 di
Yogyakarta.
Pertemuan ini agak berbeda
dengan pertemuan-pertemuan ASEAN+3 lainnya karena sifatnya yang informal dan
terbuka.
Diskusi yang berkembang
berupa sharing session dalam hal best-practices pelaksanaan pelatihan
diplomatik dan kurikulum diklat dalam rangka merespons tantangan regional dan
global terkait isu-isu yang menyangkut kepentingan regional.
Terkait dengan kegiatan ini
menurut Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Duta Besar Soehardjono
Sastromihadrjo mengatakan bahwa berkembangnya Pusdiklat menjadi salah satu
tujuan keikutsertaan negara pada pertemuan tersebut.
“Berkembangnya Pusdiklat
menjadi center for excellence” merupakan salah satu tujuan serta alasan
keikutsertaan Indonesia pada pertemuan yang akan diselenggarakan di Nusa Dua
ini, “ucapnya
Melalui sharing of
experience, Indonesia dapat belajar dan berkontribusi dalam pembangunan
diklat-diklat diplomatik di kawasan, mempererat kerja sama dengan
institusi-institusi diklat lain di seluruh ASEAN+3, sekaligus dapat pula
menjadi referensi/model bagi pelatihan diplomatik di kawasan sebagai bagian
dari diplomasi soft power Indonesia.
Pada penyelenggaraan tahun
ini, Indonesia akan mengangkat tema Diplomasi Ekonomi dan E-learning sebagai
topik utama.
Hal ini sejalan dengan
prioritas diplomasi Indonesia dan semangat mengedepankan diplomasi ekonomi yang
membawa dampak nyata pada kesejahteraan rakyat dan pentingnya e-learning dalam
memberikan pendidikan dan pelatihan guna peningkatan kompetensi yang dapat
melibatkan Aparatur Sipil Negara, termasuk diplomat, dalam jumlah yang lebih
besar. Kedua topik ini akan menjadi acuan dalam menggali pengalaman negara-negara
lain pada sesi-sesi diskusi.
Pertemuan ini diikuti oleh
pemimpin/wakil dari Institute of Foreign Affairs Laos, Institute of Diplomacy
and Foreign Relations Malaysia, Foreign Service Institute Philippines,
Diplomatic Academy of Singapore, Devawongse Varopakarn Institute of Foreign
Affairs Thailand, Diplomatic Academy of Vietnam, China Foreign Affairs
University, Foreign Service Training Institute of Japan, Korea National
Diplomatic Academy, dan pejabat-pejabat di Kementerian Luar Negeri negara
anggota ASEAN+3 lain yang menangani pengembangan diklat bagi para diplomatnya.
Pertemuan ini juga akan
menghadirkan narasumber ahli dari dua organisasi internasional, yaitu Economic
Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan The United Nations
Institute for Training and Research (UNITAR).
Hasil dari pertemuan ini
akan dituangkan dalam bentuk report dan diadopsi dalam pertemuan tingkat tinggi
ASEAN+3.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz