Selasa, 20 Januari 2015

Kemlu RI Gelar Forum Diskusi tentang Kebebasan Berekspresi

JAKARTA, - Terakit dengan situasi global yang tidak menentu terlebih aksi serangan kepada media dengan mengatasnamakan suatu agama membuat sejumlah institusi internasional lintas sektor menggelar forum diskusi.

Adalah Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan forum diskusi dengan mengambil tema kebebasan berekspresi dan sensitivitas agama

Sebagaimana informasi yang diperoleh dari Fasilitas Media-FasMed Kemlu Ri melalui email mengatakan kegiatan ini dibuka oleh Menteri Luar Negeri bersama dengan Menteri Agama, Menteri Komunikasi dan Informatika dan dihadiri pejabat tinggi dari kementerian/institusi terkait, tokoh agama, media, dan akademisi.

Dok. FasMed Kemlu RI

Diskusi yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai sikap Indonesia sebagai negara pluralis terhadap situasi dunia saat ini di mana terjadi berbagai konflik yang bersinggungan erat dengan isu agama dan kebebasan berekspresi oleh media. Contoh terakhir adalah peristiwa penembakan di kantor pusat Majalah Charlie Hebdo.

Dari diskusi tersebut, muncul pemahaman bahwa Indonesia sebagai negara yang majemuk harus terus mengedepankan hubungan yang harmonis baik pada tatanan nasional maupun internasional dan bahwa kebebasan berekspresi tidak bersifat absolut.

Ditekankan pula mengenai perlu adanya sikap toleransi dan tenggang rasa guna menjaga keharmonisan dan perdamaian.

Indonesia sebagai anggota masyarakat internasional telah berkontribusi pada perdamaian dunia, baik dalam tataran bilateral, regional maupun global, antara lain dengan menyelenggarakan kegiatan interfaith dan intrafaith dialogue serta inter media dialogue.

Kementerian Luar Negeri akan terus bekerjasama dengan kalangan media dan tokoh agama serta para pemangku kepentingan untuk tampil di dunia internasional guna menyuarakan kemajemukan yang harmonis.    




Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz