JAKARTA,
- Terakit dengan situasi global yang tidak menentu terlebih aksi serangan
kepada media dengan mengatasnamakan suatu agama membuat sejumlah institusi
internasional lintas sektor menggelar forum diskusi.
Adalah
Kementerian Luar Negeri RI menyelenggarakan forum diskusi dengan mengambil tema
kebebasan berekspresi dan sensitivitas agama
Sebagaimana
informasi yang diperoleh dari Fasilitas Media-FasMed Kemlu Ri melalui email
mengatakan kegiatan ini dibuka oleh Menteri Luar Negeri bersama dengan Menteri
Agama, Menteri Komunikasi dan Informatika dan dihadiri pejabat tinggi dari
kementerian/institusi terkait, tokoh agama, media, dan akademisi.
![]() |
| Dok. FasMed Kemlu RI |
Diskusi
yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri bertujuan untuk menyamakan
persepsi mengenai sikap Indonesia sebagai negara pluralis terhadap situasi
dunia saat ini di mana terjadi berbagai konflik yang bersinggungan erat dengan
isu agama dan kebebasan berekspresi oleh media. Contoh terakhir adalah
peristiwa penembakan di kantor pusat Majalah Charlie Hebdo.
Dari
diskusi tersebut, muncul pemahaman bahwa Indonesia sebagai negara yang majemuk
harus terus mengedepankan hubungan yang harmonis baik pada tatanan nasional
maupun internasional dan bahwa kebebasan berekspresi tidak bersifat absolut.
Ditekankan
pula mengenai perlu adanya sikap toleransi dan tenggang rasa guna menjaga
keharmonisan dan perdamaian.
Indonesia
sebagai anggota masyarakat internasional telah berkontribusi pada perdamaian
dunia, baik dalam tataran bilateral, regional maupun global, antara lain dengan
menyelenggarakan kegiatan interfaith dan intrafaith dialogue serta inter media
dialogue.
Kementerian
Luar Negeri akan terus bekerjasama dengan kalangan media dan tokoh agama serta
para pemangku kepentingan untuk tampil di dunia internasional guna menyuarakan
kemajemukan yang harmonis.
Kontak
Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
