WASHINGTON DC, - Setidaknya
22 pemenang dari 1,200 karya jurnalistik, 1,400 buku, 200 komposisi musik dan
100 naskah drama memenangkan ajang prestisie dunia The Pulitzer Prize 2015.
Sebagaimana dilansir dari
laman resmi, Universitas Columbia mengumumkan pemenang penghargaan karya
bergengsi tersebut.
Untuk tahun ini Universitas
Columbia menyoroti tentang liputan media cetak atas bencana lokal serta tanggap
darurat dunia internasional dalam ajang yang sudah berusia 99 tahun ini.
Untuk Kategori Pelayanan
Publik, penghargaan ini diberikan kepada sebuah media paling tua di AS yaitu
The Post and Courier yang berada di Charleston, Carolina Selatan dengan
konsisten peliputan tetang kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di negara
bagian tersebut.
Karya jurnalis mereka yang
mendapatkan medali emas jatuh kepada jurnalis Doug Pardue, Glenn Smith,
Jennifer Bery Hawes, dan Natalie Caula Hauff dengan artikel mereka berjudul
Till Death Do Us Part yang diterbitkan selama lima edisi pada Agustus lalu.
Menurut Editor Eksekutif The
Post and Courier, Mitch Pugh pihaknya bangga dan terhormat menerima penghargaan
ini. Penghargaan ini merupakan kedua kainya diterima setelah menang pada 1925
lalu dan pertama dalam 5 tahun terakhir diberikan pada tema lokal.
“Kami sangat bangga dan
terormat menerima penghargaan seperti itu,”ucap Pugh
Selain The Post Courier,
Media The Seattle Time juga mendapatkan penghargaan dengan kategori Reportase
Breaking News dalam peliputan mendalam atas bencana longsor di Oso dengan 43
korban jiwa hilang.
Kategori Reportase Investagi
diberikan kepada Jurnalis Eric Lipton dari New York Times dan Tim Redaksi The
Wall Street Journal.
Lipton menurunkan berita
investigasi tentang agresifitas para pelobi dan pengacara untuk mendesak
kejaksaan agar menutup kasus mengganti kebijakan bernegosiasi atau menekan
regulator federal demi keuntungan klien para pengacara.
Sedangkan The Wall Street
Journal menurunkan tulisan tentang proyek data penting warga Amerika unutk
praktek provider pelayanan kesehatan.
The New York Times sendiri
dalam ajang Pulitzer mendapatkan tiga ketegori selain investigasi juga kategori
foto feature lewat karya photographer lepas, Daniel Berehulak yang menampilkan
dokumentasi penyebaran virus Ebola di kawasan Afrika Barat.
Serta penghargaan diberikan
atas reportase mereka yang berani dan kisah kemanusiaan tentang Ebola di Afrika
yang meraih prestasi Reportase Internasional.
Koran The Los Angeles Times
mendapatkan dua penghargaan dari ajang ini dimana Diana Marcum jurnalis mereka
menangkan kategori penulisan feature tentang bencana kekeringan pengaruhi
kehiduapan warga sekitar Central Valley California. Selain itu juga mendapatkan
kategori kritik lewat tulisan Mary McNamara soal televisi dan kebudayaan.
Sementara itu, Trio Jurnalis
dari The Daily Breeze, Rob Kuznia, Rebecca Kimitch dan Frank Suraci mendapatkan
Pulitzer atas tulisan reportase mereka tentang korupsi yang menyebar luas pada
sebuah distrik sekolah yang kecil dan minim dana termasuk penggunaan laman
mereka dalam menyebarkan tulisan tersebut.
Blomberg News untuk pertama
kalinya mendapatkan penghargaan ini lewat kategori jurnalisme eksplanatori
melalui awak media mereka Zachary R Mider dalam liputan tentang mengelaknya
korporasi Amerika dari pajak.
Sedangkan untuk Reportase
Nasional diberikan kepada Carol D Leoning dari The Washington Post dalam
liputan yang menurut juri cerdan dan gigih soal pelayanan rahasia serta
penyimpanan keamanan dan cara-cara dimana badan rahasia itu mengabaikan tugas
vital dengan memberi perlindungan kepada Presiden Amerika Serikat.
Administrator Pulitzer
Prize, Mike Pride mengatakan bahwa setidaknya ada lebih dari 2,500 karya
dikirimkan setiap tahunnya kepada panitia dan untuk tahun ini ada 22
penghargaan diberikan
Ke-22 penghargaan ini
diberikan dengan proses pemilihan dan penyeleksian karya lewat 102 juri
terhormat yang membuat tiga rekomendasi atas 21 kategori setelah itu melakukan
evaluasi untuk keputusan akhir.
Berikut daftar peraih The
Pulitzer Prize
Journalism
PUBLIC SERVICE - The Post
and Courier, Charleston, SC
BREAKING NEWS REPORTING -
The Seattle Times Staff
INVESTIGATIVE REPORTING -
Two Prizes: - Eric Lipton of The New York Times and The Wall Street Journal
Staff
EXPLANATORY REPORTING - Zachary
R. Mider of Bloomberg News
LOCAL REPORTING - Rob
Kuznia, Rebecca Kimitch and Frank Suraci of the Daily Breeze, Torrance, CA
NATIONAL REPORTING - Carol
D. Leonnig of The Washington Post
INTERNATIONAL REPORTING -
The New York Times Staff
FEATURE WRITING - Diana Marcum
of the Los Angeles Times
COMMENTARY - Lisa Falkenberg
of the Houston Chronicle
CRITICISM - Mary McNamara of
the Los Angeles Times
EDITORIAL WRITING - Kathleen
Kingsbury of The Boston Globe
EDITORIAL CARTOONING - Adam
Zyglis of The Buffalo News
BREAKING NEWS PHOTOGRAPHY -
St. Louis Post-Dispatch Photography Staff
FEATURE PHOTOGRAPHY - Daniel
Berehulak , freelance photographer, The New York Times
Books,
Drama and Music
FICTION - "All the
Light We Cannot See" by Anthony Doerr (Scribner)
DRAMA - "Between
Riverside and Crazy" by Stephen Adly Guirgis
HISTORY - "Encounters
at the Heart of the World: A History of the Mandan People " by Elizabeth
A. Fenn (Hill and Wang)
BIOGRAPHY - "The Pope
and Mussolini: The Secret History of Pius XI and the Rise of Fascism in
Europe" by David I. Kertzer (Random House)
POETRY - "Digest"
by Gregory Pardlo (Four Way Books)
GENERAL NONFICTION -
"The Sixth Extinction: An Unnatural History" by Elizabeth Kolbert
(Henry Holt)
MUSIC - "Anthracite
Fields" by Julia Wolfe (G. Schirmer, Inc.)
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz