Selasa, 21 April 2015

Kalangan Jurnalistik Rayakan Pulitzer Prize 2015

WASHINGTON DC, - Setidaknya 22 pemenang dari 1,200 karya jurnalistik, 1,400 buku, 200 komposisi musik dan 100 naskah drama memenangkan ajang prestisie dunia The Pulitzer Prize 2015.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi, Universitas Columbia mengumumkan pemenang penghargaan karya bergengsi tersebut.

Untuk tahun ini Universitas Columbia menyoroti tentang liputan media cetak atas bencana lokal serta tanggap darurat dunia internasional dalam ajang yang sudah berusia 99 tahun ini.

Untuk Kategori Pelayanan Publik, penghargaan ini diberikan kepada sebuah media paling tua di AS yaitu The Post and Courier yang berada di Charleston, Carolina Selatan dengan konsisten peliputan tetang kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di negara bagian tersebut.

Karya jurnalis mereka yang mendapatkan medali emas jatuh kepada jurnalis Doug Pardue, Glenn Smith, Jennifer Bery Hawes, dan Natalie Caula Hauff dengan artikel mereka berjudul Till Death Do Us Part yang diterbitkan selama lima edisi pada Agustus lalu.

Menurut Editor Eksekutif The Post and Courier, Mitch Pugh pihaknya bangga dan terhormat menerima penghargaan ini. Penghargaan ini merupakan kedua kainya diterima setelah menang pada 1925 lalu dan pertama dalam 5 tahun terakhir diberikan pada tema lokal.

“Kami sangat bangga dan terormat menerima penghargaan seperti itu,”ucap Pugh

Selain The Post Courier, Media The Seattle Time juga mendapatkan penghargaan dengan kategori Reportase Breaking News dalam peliputan mendalam atas bencana longsor di Oso dengan 43 korban jiwa hilang.

Kategori Reportase Investagi diberikan kepada Jurnalis Eric Lipton dari New York Times dan Tim Redaksi The Wall Street Journal.

Lipton menurunkan berita investigasi tentang agresifitas para pelobi dan pengacara untuk mendesak kejaksaan agar menutup kasus mengganti kebijakan bernegosiasi atau menekan regulator federal demi keuntungan klien para pengacara.

Sedangkan The Wall Street Journal menurunkan tulisan tentang proyek data penting warga Amerika unutk praktek provider pelayanan kesehatan.

The New York Times sendiri dalam ajang Pulitzer mendapatkan tiga ketegori selain investigasi juga kategori foto feature lewat karya photographer lepas, Daniel Berehulak yang menampilkan dokumentasi penyebaran virus Ebola di kawasan Afrika Barat.

Serta penghargaan diberikan atas reportase mereka yang berani dan kisah kemanusiaan tentang Ebola di Afrika yang meraih prestasi Reportase Internasional.

Koran The Los Angeles Times mendapatkan dua penghargaan dari ajang ini dimana Diana Marcum jurnalis mereka menangkan kategori penulisan feature tentang bencana kekeringan pengaruhi kehiduapan warga sekitar Central Valley California. Selain itu juga mendapatkan kategori kritik lewat tulisan Mary McNamara soal televisi dan kebudayaan.

Sementara itu, Trio Jurnalis dari The Daily Breeze, Rob Kuznia, Rebecca Kimitch dan Frank Suraci mendapatkan Pulitzer atas tulisan reportase mereka tentang korupsi yang menyebar luas pada sebuah distrik sekolah yang kecil dan minim dana termasuk penggunaan laman mereka dalam menyebarkan tulisan tersebut.

Blomberg News untuk pertama kalinya mendapatkan penghargaan ini lewat kategori jurnalisme eksplanatori melalui awak media mereka Zachary R Mider dalam liputan tentang mengelaknya korporasi Amerika dari pajak.

Sedangkan untuk Reportase Nasional diberikan kepada Carol D Leoning dari The Washington Post dalam liputan yang menurut juri cerdan dan gigih soal pelayanan rahasia serta penyimpanan keamanan dan cara-cara dimana badan rahasia itu mengabaikan tugas vital dengan memberi perlindungan kepada Presiden Amerika Serikat.

Administrator Pulitzer Prize, Mike Pride mengatakan bahwa setidaknya ada lebih dari 2,500 karya dikirimkan setiap tahunnya kepada panitia dan untuk tahun ini ada 22 penghargaan diberikan

Ke-22 penghargaan ini diberikan dengan proses pemilihan dan penyeleksian karya lewat 102 juri terhormat yang membuat tiga rekomendasi atas 21 kategori setelah itu melakukan evaluasi untuk keputusan akhir.

Berikut daftar peraih The Pulitzer Prize

Journalism

PUBLIC SERVICE - The Post and Courier, Charleston, SC

BREAKING NEWS REPORTING - The Seattle Times Staff

INVESTIGATIVE REPORTING - Two Prizes: - Eric Lipton of The New York Times and The Wall Street Journal Staff

EXPLANATORY REPORTING - Zachary R. Mider of Bloomberg News

LOCAL REPORTING - Rob Kuznia, Rebecca Kimitch and Frank Suraci of the Daily Breeze, Torrance, CA

NATIONAL REPORTING - Carol D. Leonnig of The Washington Post

INTERNATIONAL REPORTING - The New York Times Staff

FEATURE WRITING - Diana Marcum of the Los Angeles Times

COMMENTARY - Lisa Falkenberg of the Houston Chronicle

CRITICISM - Mary McNamara of the Los Angeles Times

EDITORIAL WRITING - Kathleen Kingsbury of The Boston Globe

EDITORIAL CARTOONING - Adam Zyglis of The Buffalo News

BREAKING NEWS PHOTOGRAPHY - St. Louis Post-Dispatch Photography Staff

FEATURE PHOTOGRAPHY - Daniel Berehulak , freelance photographer, The New York Times

Books, Drama and Music

FICTION - "All the Light We Cannot See" by Anthony Doerr (Scribner)

DRAMA - "Between Riverside and Crazy" by Stephen Adly Guirgis

HISTORY - "Encounters at the Heart of the World: A History of the Mandan People " by Elizabeth A. Fenn (Hill and Wang)

BIOGRAPHY - "The Pope and Mussolini: The Secret History of Pius XI and the Rise of Fascism in Europe" by David I. Kertzer (Random House)

POETRY - "Digest" by Gregory Pardlo (Four Way Books)

GENERAL NONFICTION - "The Sixth Extinction: An Unnatural History" by Elizabeth Kolbert (Henry Holt)

MUSIC - "Anthracite Fields" by Julia Wolfe (G. Schirmer, Inc.)



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz