Jumat, 20 Maret 2015

Indonesia Sampaikan Duka Cita Kepada Pemerintah dan Rakyat Australia

JAKARTA, - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Mantan Perdana Menteri ke-22 Australia Malcolm Fraser pada Jumat (20/3)

Sebagaimana informasi yang diterima dari Direktorat Informasi dan Media Kemlu melalui email mengatakan mendiang merupakan tokoh negarawan yang telah menjadi suri teladan nilai nilai multiteralisme, demokrasi dan keseteraan dalam sejarah.

Almarhum juga dikenang atas dukungannya terhadap ASEAN untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

“Kami mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan dan rakyat Australia diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi suasana kedukaan pada saat ini,”demikian siaran pers dari Kemlu RI

Sebagai informasi, Malcolm Fraser menjabat Perdana Menteri Australia periode 1975 sampai 1983 meninggal dalam usia 85 tahun

Fraser sendiri adalah Perdana Menteri Australia ke-22 yang diangkat pasca digulingkannya Gough Whitlam pada1975.

Sepanjang karir menjadi Perdana Menteri pria kelahiran tahu 1930 ini sebagai pelopor terdorongnya peningkatan hubungan diplomatic negerinya dengan kawasan Asia Timur dan ASEAN.

Selain itu pria yang lahir dari keluarga kaya ini juga dikenal sebagai sosok pendukung Hak Asasi Manusia yang mengatur peningkatan imigran asal Asia serta pelarangan perburuan paus di negaranya.

Soal HAM sendiri pria lulusan Oxford University, Inggris ini mendapatkan tanda jasa Australia pada tahun 1988 dan medali HAM Australia pada tahun 2000 atas sikapnya dalam mendorong Hak Asasi Manusia di internasional dan regional.

Kemudian juga dirinya membentuk badan bantuan CARE Australia, membentuk Polisi Federal Australia serta Undang-undang pertama tentang Kebebasan infomrasi dan menampung manusia perahu Vietnam.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz