Senin, 19 Januari 2015

Ukraina Tolak Tawaran Damai Putin

Istimewa
KYIV, - Presiden Ukraina Petro Poroshenko menolak rencana perdamaian yang ditawarkan pemimpin Rusia Vladimir Putin dan memilih melanjutkan kembali tembak-menembak dengan pemberontak.

Hal ini disampaikan seorang juru bicara Putin serta laporan Rusia yang menyatakan Presiden Poroshenko telah menolak rencana perdamaian yang dikirim kepadanya dalam surat dari Presiden Rusia Vladimir Putin.

Bahkan menurut media setempat, rencana iatu menyerukan kepada para militer Ukraina dan kelompok separatis untuk menarik mundur persenjataan berat mereka ke garis yang disepakati dalam perjanjian gencatan bulan September lalu.

Terkait surat penyurat perdamaian dari Putin ini belum ada pernyataan lagi dari pemimpin tertinggi Ukraina ini yang sedang menghabiskan akhir pekan dengan pidato di depan demonstran di pusat kota Kyiv.

Demonstran berlangsung untuk menghormati 13 orang yang tewas ketika bus yang ditumpangi ditembak di dekat kota Volnovakha, 60 kilometer barat daya Donetsk.

Dalam pidato tersebut, Presiden Poroshenko bahwa pemerintahnya tidak akan memberikan sejengkal tanah negaranya kepada siapapun.

Sementara itu militer Ukraina pada Minggu (18/1) waktu setempat telah mengusir kelompok separatis pro-Rusia dari sebagai besar bandara Donetsk dimana empat tentara tewas serta puluhan lainnya luka-luka.

Pertemuan antara pasukan Ukraina dan kelompok separatis pro-Rusia di Ukraina Timur semakin menjauhkan adanya gencatan senjata yang dimunculkan pada September lalu.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz