Jumat, 16 Januari 2015

Swedia Melihat Israel Berlebihan Soal Negara Palestina

STOCKHOLM, - Pemerintah Kerajaan Swedia melihat Isreal membuat kesal para sekutunya karena beraksi berlebihan atas langkah yang diambil pemerintah dalam mengakui negara Palestina.

Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Swedia, Margot Wallstrom dalam sebuah wawancara dengan Harian Dagens Nyheter dengan mengatakan tidak bisa menerima apa yang dilakukan Israel.

“Tidak bisa diterima bagaimana mereka membicarkan kami dan pihak lain. Mereka tidak hanya membuat kami kesal tetapi juga Amerika Serikat dan semua negara yang berhubungan dengan negara itu saat ini,”ucap Menlu Wallstrom.

Selain itu, Menlu Wallstrom mengatakan negaranya mendukung Israel, Palestina dan Perdamaian namun tetap mengkritik tajam kebijakan negara beribukota Tel-Aviv tersebut.

“Israel berlaku sangat agresif, mereka melakukan kebijakan pemukiman, mereka terus melakukan penghancuran, mereka terus melaksanakan kebijakan penjajahan yang pada akhirnya mempermalukan warga Palestina sehingga proses (perdamaian) menjadi sulit,”ucapnya.

Seperti diketahui Menlu Wallstrom awalnya dijadwalkan akan berkunjung ke Israel namun tertunda dengan alasan penjadwalan, namun sebuah radio negeri itu dengan mengutip seorang pejabat Kemlu Swedia mengatakan menlu tidak akan disambut secara resmi oleh Israel.

Terkait dengan masalah tersebut, Jurubicara Kementerian Luar Negeri Israel Paul Hirschson pun berkomentar dengan mengatakan sangat sulit mengadakan pertemuan tersebut dikarenakan negaranya akan melaksanakan pemilu.

“Kami mengatakan sulit melaksanakan pertemuan itu, pertemuan diplomatic dan semacamnya karena kami akan melaksanakan pemilihan umum. Perlu saya tambahkan bahwa atmosfer antara Israel dan Swedia sedang tidak dalam keadaan baik. Saat ini dan hal itu menjadi faktor keputusan tersebut, tetapi masalah utamanya adalah waktu,”ucap Jubir Hirschson.

Sebagai informasi, hubungan antara Israel dan Swedia mengalami renggang akibat pidato pelantikan Perdana Menteri Stefan Lofven yang berasal dari Demokrat Sosial dengan mengatakan negaranya akan mengakui Palestina sebagai negara.

Dengan ucapan ini menurut Israel langkah tersebut tidak dipertimbangkan masak-masal dan tidak akan mendorong perdamaian, sebagai konkretnya negara ini memanggil pulang Duta Besarnya di Stockholm.

Sekutu abadi Israel, Amerika Serikat juga ikut berkomentar akan pidato pelantikan PM Lofven dengan mengatakan pengakuan Palestina sebagai negara terlalu dini.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz