JAKARTA,
- Proses pencarian maskapai QZ8501 yang semakin hari sudah semakin menemui
titik terang setelah ekor pesawat telah diangkat dari dasar lau ditambah dengan
adanya sinyal diduga berasal dari Underwater Locater Beacon (ULT) lewat deteksi
Kapal Baruna Jaya.
Dengan
keadaan seperti ini Basarnas melalui Kepala Badan SAR Nasional, FHB Soelistyo
mengurangi banatuan dan menjadi prioritas dengan kemampuan kapal masing-masing
negara.
“Sekarang
sudah mulai dikurangi karena sekarang area sudah mulai mengerucut ke area
tambahan dua. Kita hitung juga luasan daerah prioritas dengan kemampuan kapal
masing-masing negara,”ucap Soelistyo.
Dirinya
juga menjelaskan bantuan dari Jepang, Australia, Korsel dan Rusia sudah ditarik
dari area pencarian yang tersisa hanya dua kapal AS, Singapura (2) Tiongkok (1)
dan Malaysia (2)
Kontak
Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz