PHNOM
PENH, - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen
menyerang oposisi dengan mengancam akan memenjarakan mereka karena tundingan
melanggar perdamaian politik.
![]() |
| Istimewa |
Sebagaimana
dilansir media setempat, Partai Nasional
Penyelamatan Kamboja, CNRP mengancam memboikot parlemen setelah Perdana Menteri
Hun Sen desak pengadilan untuk percepat persidangan 19 anggota CNRP dengan
dakwaan pemberontakan.
“Saya
meminta pengadilan untuk melakukan persidangan secepat mungkin. Saya ingin
mengatakan kepada anda, kalian belum lolos, ketujuh anggota parlemen masih
kemungkinan dipenjara,”ucap Hun Sen.
Tuduhan
ini berdasar karena mencoba membuka kembali Taman Kebebasan yang ditutup pada
Januari tahun lalu setelah terjadi aksi demonstrasi yang bertujuan
menggulingkan Hun Sen dimana taman ini sebelumnya merupakan satu-satunya tempat
aksi protes boleh dilaksanakan.
Namun
menurut tokoh oposisi Mu Sochua mengatakan pihaknya berhak melakukan itu karena
negara tidak memenuhi janji yang telah diberikan sebelumnya.
“CNRP
meminta pemerintah untuk memecahkan masalah-masalah bangsa, jika
masalah-masalah ini semakin serius dan tidak ada jalan keluar, kami sudah
mengatakan akan keluar dari parlemen,”ucapnya.
Sebagai
informasi, CNRP sendiri mendapat dukungan serikat buruh dan warga perkotaan
menjadi ancaman terbesar dari kepemimpinan yang sudah berlangsung selama 30
tahun.
CNRP
sendiri memboikot parlemen dari pertengahan 2013-2014 sebagai wujud protes terhadap
pemilu yang telah diatur.
Kontak
Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
