JAKARTA,
- Sebuah riset terbaru dari Citi FinQ menempatkan Indonesia sebagai negara
dengan tingkat pemahaman keuangan tertinggi sekitar 62,4 point di atas
Singapura.
Hasil
riset ini diungkap Senior Vice Presiden Head of Wealth Management, Citibank N.A
Indonesia, Ivan Jaya dimana hasil ini menunjukkan kemampuan seseorang dalam
memahami pentingnya perencanaan keuangan dan implementasi tata kelola keuangan.
“Financial
quotient atau FinQ adalah istilah yang digunakan Citigroup untuk menunjukkan
kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencanaan keuangan dan
pengimplementasia tata kelola keuangan yang baik,”ucapnya.
Secara
umum, nilai Citi FinQ 2014 dari seluruh negara yang disurvei mengalami
peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Negara
yang mengalami peningkatan nilai FinQ paling besar adalah Australia yakni 3,4
poin dari 52,2 poin yang diraih di tahun 2013, sedangkan negara yang mengalami
kenaikan paling kecil adalah Singapura yakni sebesar 0,9 poin dari 59,0 poin
yang diraih tahun lalu. Indonesia sendiri mengalami kenaikan sebesar 1,7 poin
dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah
satu indikator Citi FinQ yang meningkat secara tajam dibandingkan dengan tahun
2013 lalu adalah pemahaman mengenai investasi dan hal terkait.
Survei
tahun ini menunjukan bahwa 22% responden menyatakan memiliki pemahaman
investasi sangat baik, naik 15% dari 7% responden di tahun 2013 yang menyatakan
hal serupa.
Indikator
lain yang juga diperhitungkan dalam pembentukan nilai FinQ adalah optimisme
responden terhadap kondisi keuangan mereka di masa depan.
Walapun
terjadi sedikit penurunan (2%) dari tahun 2013, survei menunjukkan bahwa
sebagian besar (87%) responden Indonesia masih memiliki optimisme yang cukup
tinggi terhadap kondisi keuangan mereka di masa depan.
Selain
itu Citi FinQ 2014 juga melaporkan adanya pergerakan dalam susunan instrumen
investasi paling populer.
Pada
tahun 2013, properti menjadi instrumen investasi paling populer, diikuti oleh
dana tunai dan asuransi.
Tahun
ini, dana tunai mengambil alih posisi puncak sebagai instrumen investasi
pilihan, diikuti oleh asuransi di posisi ke-2 dan properti di posisi ke-3.
Hal
menarik lain adalah reksa dana yang baru pertama kali diperkenalkan sebagai
pilihan jawaban di dalam survei 2014 dan langsung menduduki posisi ke-4 dalam
urutan instrumen investasi pilihan.
“Banyak
hal yang bisa dipelajari dari hasil survei Citi FinQ yang secara konsisten kami
laksanakan setiap tahunnya. Selain memberikan informasi mendalam terkait
perkembangan tingkat pengetahuan keuangan masyarakat, Citi FinQ juga dapat
membantu Citi untuk mempertajam produk dan layanan guna membantu nasabah dalam
mencapai tujuan keuangan mereka secara lebih efisien dan strategis,” ucapnya
Kontak
Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
