DILI,
- Terkait dengan peristiwa di Distrik Baucau yang mengakibatan tewasnya empat
korban jiwa, Kedutaan Besar RI untuk Timor Leste melalui Atase Polrinya
mengeluarkan himbauan kepada WNI yang berada dinegara itu untuk tetap waspada.
Himbauan
ini dikeluarkan Komisaris Besar Polisi I Made Pande Cakra selaku Atase Polri KBRI
Dili sebagaimana yang dipublish pada laman resmi KBRI tersebut.
![]() |
| Ilustrasi - Istimewa |
“ Sehubungan
dengan beberapa peristiwa tersebut di atas, Duta Besar Republik Indonesia di
Dili menghimbau kepada semua WNI yang tinggai di Republik Demokratik
Timor-Leste agar berhati-hati, meningkatkan keamanan diri dan keluarganya
masingmasing dan untuk sementara waktu menunda perjaianan ke Distrik Baucau,
serta tempat-tempat lainnya yang belum aman serta mengurangi bepergian pada
malam hari,”demikian isi himbauan tersebut.
Adapun
alasan keluarnya himbauan tersebut, tertuang juga adanya beberapa kejadian yang
dirangkum oleh pihak KBRI yaitu pada
tanggal 15 Januari 2015, Pukul 20.30 WTL, situasi keamanan di Baucau sedang
memanas. Kelompok Illegal telah menyandera 4 orang anggota Aparat Keamanan di
Desa Saelari, Distrik Baucau, diantaranya seorang Polwan.
Dalam
peristiwa ini dua orang berhasil melarikan diri dalam keadaan luka. Kedua orang
lainnya berhasil dibebaskan tanggal 16 Januari 2015, dalam keadaan selamat,
setelah Pasukan gabungan melakukan pengejaran.
Kemudian,
sebelum kejadian terakhir di atas, tanggal 22 Desember 2014, di Distrik Baucau
terjadi keributan antar pemuda yang ditengarai berhubungan dengan Perguruan
Pencak Silat, pukul 1.15 WTL seorang pemuda WNTL Benjamin D.C. Belo (24 th)
ditikam oleh orang yang tidak dikenal hingga meninggal dan sepupunya Francisco
alias Deker (27 th) mendapat luka serius akibat terkena tikaman,
Carlos
M. Belo yang berasal dan Sub Distrik Baguia dalam perjalanan menuju Desa
Samalani, sampai di Sub Distrik Laga dia dipukul oleh para pemuda Laga kemudian
Carlos pulang dan memanggil teman-temannya datang dan terjadi perkelahian antara
kedua kelompok pemuda tersebut yang mengakibatkan Carlos meninggal di tempat
terkena tombak.
Mendengar
Carlos telah meninggal teman-temannya langsung membakar rumah penduduk. Pada
siang harinya di daerah Caibada Makasae dan Desa Buruma saling menyerang mengakibatkan
satu orang luka berat dibawa ke Dili lalu meninggal di Dili dan 3 orang
mendenita luka berat.
Kemudian
ada kejadian pada tanggal 2 Januari 2015, di Taibesi, RT Sare, Desa Lahane
Oriental, Sub Distrik Nain Feto, Distrik Dili, tiga rumah penduduk mengalami
kerusakan akibat bentrokan diduga antar anggota Perguruan Pencak Silat. Di
Beto, Comoro juga terjadi saling menyerang yang mengakibatkan satu orang
meninggal.
Selanjutnya
pada hari Minggu tanggal 11 Januari 2015 pukul 04:25 WTL seorang pemuda bernama
Jeca Pires berasal dari Distrik Bobonaro, alamat Beto,Comoro,Dili ditikam olah
orang yang tidak dikenal di depan Toko Jacinto, Bimori, Dili.
Menurut
saksi Jaime mengatakan bahwa korban mengemudikan sebuah motor bebek dari arah
Audian menuju ke Becora, ketika sampai di depan Toko Jacinto, Bemori, tiba-tiba
korban jatuh dari motornya, pada saat itu orang berlarian menuju tempat
kejadian mereka berpikir korban mengalami tabrakan atau kecelakaan tetapi
ketika mereka melihat dari dekat ada sebuah pisau yang tertikam di punggung
korban.
Sehari
sebeiumnya pada tanggai 10 Januari 2015, masyarakat di bekas pasar Comoro,
Fatuhada, Sub Distrik Don Aleixo, Distrik Dili kembali saling melempar membuat
masyarakat panik
Kontak
Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
