Rabu, 21 Januari 2015

KBRI Dili Himbau WNI untuk Waspada

DILI, - Terkait dengan peristiwa di Distrik Baucau yang mengakibatan tewasnya empat korban jiwa, Kedutaan Besar RI untuk Timor Leste melalui Atase Polrinya mengeluarkan himbauan kepada WNI yang berada dinegara itu untuk tetap waspada.

Himbauan ini dikeluarkan Komisaris Besar Polisi I Made Pande Cakra selaku Atase Polri KBRI Dili sebagaimana yang dipublish pada laman resmi KBRI tersebut.

Ilustrasi - Istimewa
“ Sehubungan dengan beberapa peristiwa tersebut di atas, Duta Besar Republik Indonesia di Dili menghimbau kepada semua WNI yang tinggai di Republik Demokratik Timor-Leste agar berhati-hati, meningkatkan keamanan diri dan keluarganya masing­masing dan untuk sementara waktu menunda perjaianan ke Distrik Baucau, serta tempat-tempat lainnya yang belum aman serta mengurangi bepergian pada malam hari,”demikian isi himbauan tersebut.

Adapun alasan keluarnya himbauan tersebut, tertuang juga adanya beberapa kejadian yang dirangkum oleh pihak KBRI yaitu  pada tanggal 15 Januari 2015, Pukul 20.30 WTL, situasi keamanan di Baucau sedang memanas. Kelompok Illegal telah menyandera 4 orang anggota Aparat Keamanan di Desa Saelari, Distrik Baucau, diantaranya seorang Polwan.

Dalam peristiwa ini dua orang berhasil melarikan diri dalam keadaan luka. Kedua orang lainnya berhasil dibebaskan tanggal 16 Januari 2015, dalam keadaan selamat, setelah Pasukan gabungan melakukan pengejaran.

Kemudian, sebelum kejadian terakhir di atas, tanggal 22 Desember 2014, di Distrik Baucau terjadi keributan antar pemuda yang ditengarai berhubungan dengan Perguruan Pencak Silat, pukul 1.15 WTL seorang pemuda WNTL Benjamin D.C. Belo (24 th) ditikam oleh orang yang tidak dikenal hingga meninggal dan sepupunya Francisco alias Deker (27 th) mendapat luka serius akibat terkena tikaman,

Carlos M. Belo yang berasal dan Sub Distrik Baguia dalam perjalanan menuju Desa Samalani, sampai di Sub Distrik Laga dia dipukul oleh para pemuda Laga kemudian Carlos pulang dan memanggil teman-temannya datang dan terjadi perkelahian antara kedua kelompok pemuda tersebut yang mengakibatkan Carlos meninggal di tempat terkena tombak.

Mendengar Carlos telah meninggal teman-temannya langsung membakar rumah penduduk. Pada siang harinya di daerah Caibada Makasae dan Desa Buruma saling menyerang mengakibatkan satu orang luka berat dibawa ke Dili lalu meninggal di Dili dan 3 orang mendenita luka berat.

Kemudian ada kejadian pada tanggal 2 Januari 2015, di Taibesi, RT Sare, Desa Lahane Oriental, Sub Distrik Nain Feto, Distrik Dili, tiga rumah penduduk mengalami kerusakan akibat bentrokan diduga antar anggota Perguruan Pencak Silat. Di Beto, Comoro juga terjadi saling menyerang yang mengakibatkan satu orang meninggal.

Selanjutnya pada hari Minggu tanggal 11 Januari 2015 pukul 04:25 WTL seorang pemuda bernama Jeca Pires berasal dari Distrik Bobonaro, alamat Beto,Comoro,Dili ditikam olah orang yang tidak dikenal di depan Toko Jacinto, Bimori, Dili.

Menurut saksi Jaime mengatakan bahwa korban mengemudikan sebuah motor bebek dari arah Audian menuju ke Becora, ketika sampai di depan Toko Jacinto, Bemori, tiba-tiba korban jatuh dari motornya, pada saat itu orang berlarian menuju tempat kejadian mereka berpikir korban mengalami tabrakan atau kecelakaan tetapi ketika mereka melihat dari dekat ada sebuah pisau yang tertikam di punggung korban.

Sehari sebeiumnya pada tanggai 10 Januari 2015, masyarakat di bekas pasar Comoro, Fatuhada, Sub Distrik Don Aleixo, Distrik Dili kembali saling melempar membuat masyarakat panik





Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz