KYIV, - Hingga saat ini situasi pada wilayah operasi anti-teroris (ATO) serta sejumlah daerah lainnya di kawasan Ukraina masih tegang akibat pelanggaran yang dilakukan oleh militan
Hal ini disampaikan Jurubicara ATO, Andriy Leysenko dalam jumpa pers di Pusat Media Krisis Ukraina sebagaimana diinformasikan Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia melalui email.
“Situasi di wilyah pasukan operasi anti-teroris (ATO) dan di sejumlah area lainnya masih tegang. Inilah akibat dari pelanggaran terhadap aksi tenang yang dilakukan oleh militant. Teroris menggunakan senjata ringan, tank, mortar, artileri dan senjata peluncut roket ganda Grand beberapa kali. Ukraina berhasil menolak semua serangan tersebut,”ucap Kolonel Andriy Leysenko.
Selain itu Leysenko menyampaikan hari berkabung bagi mereka yang dibunuh pada teroris melalui surat keputusan presiden untuk mengenang para korban yang meninggal ketika militant menembaki bus berisikan warga sipi dekat Volnovakha.
“Hari Berkabung bagi mereka yang dibunuh oleh para teroris telah ditetapkan pada hari ini melalui Surat Keputusan Presiden yang bertujuan untuk mengenang korban yang meninggal ketika militan menembaki bus berisi warga sipil di dekat Volnovakha. Bela sungkawa kepada keluarga korban dan seluruh warga Ukraina telah disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, President Perancis François Hollande, Kanselir Jerman Angela Merkel, Perdana Menteri Estonia Taavi Rõivas, Kementerian Luar Negeri Polandia dan banyak lainnya,” kata Kolonel Lysenko dalam keterangan persnya.
Leysenko juga mengatakan selama hari terakhir, jumlah tembakan yang bersifat provokatif kepada pasukan ATO dari daerah Donetsk, Mariupol dan Luhansk mengalami peningkatan. Ketegangan paling tinggi terpantau di Bandara Donetsk.
Sementara itu pada wilayah yang diduduki di Donbas khususnya Horlivka, Snizhne dan Krasnodon terpantau adanya peningkatan kehadiran Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, mereka terlibat dalama pertempuran melawan pasukan ATO dan juga melatih militant lokal.
Kelompok bersenjata illegal menerima lebih banyak lagi peralatan militer, senjata artileri, dan senjata anti-tank yang hanya dimiliki oleh Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.
Dalam hari terakhir sejumlah amunisi dibawa dari wilayah Federasi Rusia mencakup diantaranya amunisi untuk senjata peluncur roket ganda Grad dan Uragan, tank, meriam, dan senjata ringan dengan berbagai kaliber. Sepanjang hari kemarin 2 tentara Ukraina tewas dalam pertempuran, 6 mengalami luka-luka.
Kontak Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
