CANBERRA,
- Pasca dilaksanakannya eksekusi terhadap enam orang terpidana membuat Belanda
dan Brazil beraksi dengan menarik pulang dubesnya untuk dimintai keterangan.
Bahkan
saat ini ada negara yang sudah memperingatkan pemerintah Indonesia kalau
eksekusi tahap kedua dilanjutkan akan ada negara yang mengikuti aksi dari
Brasil dan Belanda.
![]() |
| Ilustrasi - Istimewa |
Adalah
Australia yang akan memanggil duta besarnya jika Indonesia kembali mengeksekusi
termasuk diantaranya warga negaranya.
Peringatan
ini disampaikan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop kepada stasiun Sky
New dimana dirinya tidak mau spekulasi terhadap tindakan pemerintah Indonesia
melaksanakan eksekusi tersebut.
“Saya
tidak mau.. berspekulasi terkait jika pemerintah Indonesia melaksanakan ancaman
mengeksekusi warga Australia. Saat ini kami terus mewakili keduanya sebisa
mungkin,”ucapnya.
Saat
ini Australia berusaha untuk mendapatkan grasi untuk dua warganya yang
ditangkap pada 2005 karena menyeludupkan heroin ke Australia, namun pemerintah
Indonesia tidak menanggapi permohonan tersebut.
Namun
hingga tulisan ini dibuat masih belum jelas status dari anggota Bali Nine ini
apakah akan dieksekusi atau jadwal pelaksanaannya setelah yang pertama sudah
dilakukan.
Sebagai
informasi, hubungan Australia dengan Indonesia sering mengalami pasang surut
diplomatik layaknya orang sedang memadu kasih seperti pada kasus penyeludupan
manusia dan intelijen.
Pasang
surutnya hubungan diplomatic ini terakhir dimana Indonesia memanggil pulang
Duta Besar di Australia bersamaan dengan pembekuan kerjasama intelijen tahun
2013 setelah beredar informasi Canberra memata-matai para pejabat tinggi Indonesia
termasuk First Lady kala itu, Ani Yudhoyono.
Dan
baru dicairkan kembali hubungan kerjasama intelijen tersebut pada mei 2014
lalu.
Kontak
Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
