Selasa, 20 Januari 2015

Jepang Tidak Akan Tunduk Pada Terorisme

TOKYO, - Terkait dengan penyanderaan terhadap dua warga Jepang dalam video terbaru yang dirilis oleh militant ISIS pada Selasa (20/1) dengan tuntutan tebusan USD200 juta tidak membuat Jepang takut.

Sikap jelas ini disampaikan Jurubicara Perdana Menteri Jepang, Yoshihde Suga dalam sebuah jumpa pers di Tokyo sebagaimana dilansir dari Channel News Asia Selasa (20/1) waktu setempat.

Istimewa
“Sikap negara kami adalah tetap berkontribusi untuk memenangi terorisme tanpa menyerah. Isiden ini tak akan merubah sikap kami,:ucap Jubir Suga.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida mengatakan pihaknya masih menyelidiki keaslian video tersebut.

“Mengancam dengan melakukan penyanderaan adalah tindakan yang tidak bisa kami terima dan kami sangat berang,”ucap Kishida.

Sebagai informasi, ISIS merilis sebuah video secara online dimana mereka menunjukkan telah menyandera dua warga Jepang dengan meminta uang tebusan USD200 juta pada Selasa (20/1) waktu setempat.

Dalam video tersebut dua warga Jepang terindentifikasi sebagai Haruna Yukawa dan Kenji Goto. 

Goto sendiri adalah seorang jurnalis lepas berbasis di Tokyo yang menulis sejumlah buku tentang AIDS dan nasib anak-anak ditengah zona perang dari Afghanistan hingga Afrika.

Goto sendiri bertemua dengan Yukawa pada tahun lalu yang membantunya melakukan perjalanan ke Irak pada Juni lalu.

Terkait dengan penyanderaan, Ayah Yukawa, Shoichi Yukawa menolak berkomentar dan menyatakan dirinya sangat bingung terkait pembicaraan tentang anaknya.

Yang menjadi pertanyaan hingga saat ini adalah belum diketahui profesi Yukawa serta bagaimana kedua warga Jepang ini sampai ada di tangan ISIS.




Kontak Blog > ervanca@Gmail.com

Twitter.com/Lorcasz