TOKYO,
- Terkait dengan penyanderaan terhadap dua warga Jepang dalam video terbaru
yang dirilis oleh militant ISIS pada Selasa (20/1) dengan tuntutan tebusan
USD200 juta tidak membuat Jepang takut.
Sikap
jelas ini disampaikan Jurubicara Perdana Menteri Jepang, Yoshihde Suga dalam
sebuah jumpa pers di Tokyo sebagaimana dilansir dari Channel News Asia Selasa
(20/1) waktu setempat.
![]() |
| Istimewa |
“Sikap
negara kami adalah tetap berkontribusi untuk memenangi terorisme tanpa menyerah.
Isiden ini tak akan merubah sikap kami,:ucap Jubir Suga.
Sementara
itu Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida mengatakan pihaknya masih
menyelidiki keaslian video tersebut.
“Mengancam
dengan melakukan penyanderaan adalah tindakan yang tidak bisa kami terima dan
kami sangat berang,”ucap Kishida.
Sebagai
informasi, ISIS merilis sebuah video secara online dimana mereka menunjukkan
telah menyandera dua warga Jepang dengan meminta uang tebusan USD200 juta pada
Selasa (20/1) waktu setempat.
Dalam
video tersebut dua warga Jepang terindentifikasi sebagai Haruna Yukawa dan
Kenji Goto.
Goto sendiri adalah seorang jurnalis lepas berbasis di Tokyo yang
menulis sejumlah buku tentang AIDS dan nasib anak-anak ditengah zona perang
dari Afghanistan hingga Afrika.
Goto
sendiri bertemua dengan Yukawa pada tahun lalu yang membantunya melakukan
perjalanan ke Irak pada Juni lalu.
Terkait
dengan penyanderaan, Ayah Yukawa, Shoichi Yukawa menolak berkomentar dan
menyatakan dirinya sangat bingung terkait pembicaraan tentang anaknya.
Yang
menjadi pertanyaan hingga saat ini adalah belum diketahui profesi Yukawa serta
bagaimana kedua warga Jepang ini sampai ada di tangan ISIS.
Kontak
Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
