BENGKULU, - Ratusan pemuda
dari negara-negara ASEAN dan Jepang berkumpul di Bengkulu menghadiri forum
pemuda.
Sebagaimana dilansir dari
laman Kemlu RI, Bengkulu menjadi tuan
rumah ASEAN-Japan Youth Forum (AJYF) 2015 yang diadakan di Hotel Santika
(4-7/3).
Forum yang diadakan atas
kerja sama Indonesia Student and Youth FOrum (ISYF), Pemprov Bengkulu, Kemlu,
Kemenpora, Asia Center, dan ASEAN Secretariat ini.
Tema yang diusung adalah
"The Role of Youth on Strengthening ASEAN-Japan Partnership toward ASEAN
Community 2015”.
Forum ini terbuka bagi siapa
pun pemuda dan pemudi ASEAN dan Jepang yang berusia di bawah 25 tahun dan
tentunya fasih berbahasa Inggris.
Adapun tujuan dari
diadakannya program ini adalah sebagai ajang untuk berbagi pengalaman, ide-ide,
kesadaran, dan pemahaman mengenai hubungan ASEAN-Jepang.
Sultan Bachtiar Najamudin,
Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, menyambut dengan ramah para peserta di
kediamannya (4/3) dalam gala dinner.
Sehari setelahnya, AJYF
resmi dibuka oleh Direktur Informasi dan Media (Infomed) Kemlu, Siti Sofia
Sudarma.
Forum dilaksanakan selama
dua hari. dimana pada hari pertama, seusai resmi dibuka, para peserta memulai
seminar dengan narasumber Jun Takahashi dari Mision of Japan to ASEAN, Ai Goto
dari Japan Foundation, Ky-Anh Nguyen dari ASCC Department, dan Ibrahim Mutaqqi
dari The Habibie Center. Para narasumber mengangkat topik mengenai hubungan
kerja sama ASEAN-Jepang.
Setelah mendengarkan kuliah
singkat dari para narasumber, peserta dari masing-masing negara diberi waktu
selama sepuluh menit untuk menyampaikan pandangan mereka tentang negaranya
beserta hubungannya dengan Jepang dan negara ASEAN lainnya.
Presentasi ini dimoderatori
oleh Direktur Kerja Sama Fungsional ASEAN (KFA), J.S. George Lantu, dan
Direktur Infomed.
Pada hari kedua, para
peserta dibagi menjadi tiga kelompok diskusi. Tema yang diangkat pada
masing-masing kelompok yaitu ASEAN-Japan Youth Partnership in
Political-Security Community, Economic Community, dan Sosio-Cultural Community.
Mereka mendiskusikan
masalah-masalah apa yang dihadapi dan hal apa saja yang bisa mereka lakukan
sebagai orang-orang muda.
Forum ini menghasilkan
beberapa rekomendasi dan action plans. Dalam bidang politik dan keamanan, para
peserta memberikan rekomendasi yaitu menjaga perdamaian di antara negara-negara
ASEAN dan Jepang serta pembuatan simposium yang fokus pada isu buruh migran.
Dalam bidang ekonomi, mereka setuju untuk melakukan
pelatihan kepemimpinan dan bisnis bagi kaum muda di kedua wilayah. Terakhir, di
bidang sosial budaya, para pemuda dan pemudi ini setuju untuk menginisiasi
lebih banyak kegiatan youth engagement seperti program pertukaran pemuda
antarnegara.
AJYF sendiri resmi ditutup
oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Dr. Yuni Purwanti
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz