Sabtu, 07 Maret 2015

Lewat AJYF 2015 Perkuat Bilateral ASEAN-Jepang

BENGKULU, - Ratusan pemuda dari negara-negara ASEAN dan Jepang berkumpul di Bengkulu menghadiri forum pemuda.

Sebagaimana dilansir dari laman Kemlu RI,  Bengkulu menjadi tuan rumah ASEAN-Japan Youth Forum (AJYF) 2015 yang diadakan di Hotel Santika (4-7/3).

Forum yang diadakan atas kerja sama Indonesia Student and Youth FOrum (ISYF), Pemprov Bengkulu, Kemlu, Kemenpora, Asia Center, dan ASEAN Secretariat ini.

Tema yang diusung adalah "The Role of Youth on Strengthening ASEAN-Japan Partnership toward ASEAN Community 2015”.

Forum ini terbuka bagi siapa pun pemuda dan pemudi ASEAN dan Jepang yang berusia di bawah 25 tahun dan tentunya fasih berbahasa Inggris.

Adapun tujuan dari diadakannya program ini adalah sebagai ajang untuk berbagi pengalaman, ide-ide, kesadaran, dan pemahaman mengenai hubungan ASEAN-Jepang.

Sultan Bachtiar Najamudin, Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, menyambut dengan ramah para peserta di kediamannya (4/3) dalam gala dinner.

Sehari setelahnya, AJYF resmi dibuka oleh Direktur Informasi dan Media (Infomed) Kemlu, Siti Sofia Sudarma.

Forum dilaksanakan selama dua hari. dimana pada hari pertama, seusai resmi dibuka, para peserta memulai seminar dengan narasumber Jun Takahashi dari Mision of Japan to ASEAN, Ai Goto dari Japan Foundation, Ky-Anh Nguyen dari ASCC Department, dan Ibrahim Mutaqqi dari The Habibie Center. Para narasumber mengangkat topik mengenai hubungan kerja sama ASEAN-Jepang.

Setelah mendengarkan kuliah singkat dari para narasumber, peserta dari masing-masing negara diberi waktu selama sepuluh menit untuk menyampaikan pandangan mereka tentang negaranya beserta hubungannya dengan Jepang dan negara ASEAN lainnya.

Presentasi ini dimoderatori oleh Direktur Kerja Sama Fungsional ASEAN (KFA), J.S. George Lantu, dan Direktur Infomed.

Pada hari kedua, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok diskusi. Tema yang diangkat pada masing-masing kelompok yaitu ASEAN-Japan Youth Partnership in Political-Security Community, Economic Community, dan Sosio-Cultural Community.

Mereka mendiskusikan masalah-masalah apa yang dihadapi dan hal apa saja yang bisa mereka lakukan sebagai orang-orang muda.

Forum ini menghasilkan beberapa rekomendasi dan action plans. Dalam bidang politik dan keamanan, para peserta memberikan rekomendasi yaitu menjaga perdamaian di antara negara-negara ASEAN dan Jepang serta pembuatan simposium yang fokus pada isu buruh migran.

Dalam  bidang ekonomi, mereka setuju untuk melakukan pelatihan kepemimpinan dan bisnis bagi kaum muda di kedua wilayah. Terakhir, di bidang sosial budaya, para pemuda dan pemudi ini setuju untuk menginisiasi lebih banyak kegiatan youth engagement seperti program pertukaran pemuda antarnegara.

AJYF sendiri resmi ditutup oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Dr. Yuni Purwanti



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz