JAKARTA, - Jelang penutupan
Java Jazz Festival 2015 yang tidak menghitung jam menampilkan musisi kondang
asal Amerika Serika, Christina Perri.
Christina Perri yang
mendapatkan tempat di panggung utama ini melantunkan lagu-lagu hitsnya yang
penuh mellow namun pembawaannya pun tidak sesuai dengan lagu yang dibawakannya.
Selain cerita, komunikatif
di panggung pun membuat penonton yang menontonnya lebih memberikan perhatian
kepada penyanyi ini ketika membawakan tembangnya yang kurang familiar di
telinga pecinta musik negeri ini.
Setiap lagu yang akan
dibawakan selalu dirinya ceritakan maksud dari nyanyian tersebut seperti pada
Burning Gold yang menceritakan tentang pengalaman mengejar mimpi.
“Lagu ini bercerita tentang
seseorang yang pindah ke tempat lain untuk meraih mimpi. Kadang ada yang
berusaha tapi ternyata sulit lalu memutuskan untuk berhenti. Kalau lagu ini
mengajarkan kita untuk bermimpi dan tidak berhenti sampai mimpi itu menjadi
nyata. Malam ini kalian bagian dari mimpi saya,”ucapnya.
Tidak hanya tentang Burning
Gold, lagu Be My Forever pun dirinya ceritakan pesan yang ada dalam lagu
tersebut bahwa ini lagu paling bahagia yang dia tulis.
Bahkan ditengah-tengah
menyanyikan sebuah lagu dirinya melontarkan keisengannya kepada penonton yang
mempunyai pasangan untuk mencumbunya
“Ini lagu yang tepat untuk
kalian yang punya pasangan untuk bercumbu. Cium pasangan kalian,”ajak Perri
kepada penonton.
Dalam konser ini, Perri
menyanyikan lagu yang tidak terdapat dalam albumnya namun menjadi terkenal
serta menjadi hits dimana lagu ini ditulis tentang kegalauan hati dirinya.
“Saat itu saya punya hari
yang buruk. Saya tuliskan dalam sebuah lagu dan sejenak saya merasa senang.
Kemudian saya menemukan bahwa untuk bisa kembali bahagia. Kita harus memaafkan
diri kita sendiri,”ucapnya.
Selain bernyanyi, di
panggung perempuan bernama lengkap Christina Hannah Judith Perri menunjukkan
kebolehan memainkan alat musi dimana pada lagu Jar of Heart dirinya bernyanyi
sambil memainkan jarinya di tuts piano.
Sementara dalam lagu Lonely
Child bernyanyi sambil memetic dawai gitar. Selain itu dirinya juga menyanyikan
lagu kepunyaan Coldplay, Sky Full of Stars dan Thinking Out Loud milik Ed
Sheeran.
Bahkan ketika lagu a
Thousand Years dirinya kaget ketika para penonton melakukan koor secara
bersamaan karena dipikirnya para penonton sudah lupa dengan lagu tersebut.
“Aku nggak tahu kalia masih
hafal lagu itu. Kupikir kalian sudah lupa,”ucapnya sambil tersenyum.
Perri pun menutup
panggungnya dengan Jar of Heart yang menurutnya karena lagu inilah yang membuat
dunia melirik dirinya.
Namun pertunjukkan ini harus
dinodai kembali karena kurang sigapnya para petugas membaca situasi dimana 1
jam sebelum pertunjukkan dimulai terjadi penumpukan penonton di 500 meter pintu
masuk.
Bahkan tidak hanya
penumpukkan namun juga sedikit ricuh ketika petugas membuka pintu masuk para
penonton pun berdesak-desakan hingga
beberapa teriakan karena terdorong serta terjepit.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz