Minggu, 08 Maret 2015

Aksi Ceria Christina Perri di Panggung Java Jazz 2015

JAKARTA, - Jelang penutupan Java Jazz Festival 2015 yang tidak menghitung jam menampilkan musisi kondang asal Amerika Serika, Christina Perri.

Christina Perri yang mendapatkan tempat di panggung utama ini melantunkan lagu-lagu hitsnya yang penuh mellow namun pembawaannya pun tidak sesuai dengan lagu yang dibawakannya.

Selain cerita, komunikatif di panggung pun membuat penonton yang menontonnya lebih memberikan perhatian kepada penyanyi ini ketika membawakan tembangnya yang kurang familiar di telinga pecinta musik negeri ini.

Setiap lagu yang akan dibawakan selalu dirinya ceritakan maksud dari nyanyian tersebut seperti pada Burning Gold yang menceritakan tentang pengalaman mengejar mimpi.

“Lagu ini bercerita tentang seseorang yang pindah ke tempat lain untuk meraih mimpi. Kadang ada yang berusaha tapi ternyata sulit lalu memutuskan untuk berhenti. Kalau lagu ini mengajarkan kita untuk bermimpi dan tidak berhenti sampai mimpi itu menjadi nyata. Malam ini kalian bagian dari mimpi saya,”ucapnya.

Tidak hanya tentang Burning Gold, lagu Be My Forever pun dirinya ceritakan pesan yang ada dalam lagu tersebut bahwa ini lagu paling bahagia yang dia tulis.

Bahkan ditengah-tengah menyanyikan sebuah lagu dirinya melontarkan keisengannya kepada penonton yang mempunyai pasangan untuk mencumbunya

“Ini lagu yang tepat untuk kalian yang punya pasangan untuk bercumbu. Cium pasangan kalian,”ajak Perri kepada penonton.

Dalam konser ini, Perri menyanyikan lagu yang tidak terdapat dalam albumnya namun menjadi terkenal serta menjadi hits dimana lagu ini ditulis tentang kegalauan hati dirinya.

“Saat itu saya punya hari yang buruk. Saya tuliskan dalam sebuah lagu dan sejenak saya merasa senang. Kemudian saya menemukan bahwa untuk bisa kembali bahagia. Kita harus memaafkan diri kita sendiri,”ucapnya.

Selain bernyanyi, di panggung perempuan bernama lengkap Christina Hannah Judith Perri menunjukkan kebolehan memainkan alat musi dimana pada lagu Jar of Heart dirinya bernyanyi sambil memainkan jarinya di tuts piano.

Sementara dalam lagu Lonely Child bernyanyi sambil memetic dawai gitar. Selain itu dirinya juga menyanyikan lagu kepunyaan Coldplay, Sky Full of Stars dan Thinking Out Loud milik Ed Sheeran.

Bahkan ketika lagu a Thousand Years dirinya kaget ketika para penonton melakukan koor secara bersamaan karena dipikirnya para penonton sudah lupa dengan lagu tersebut.

“Aku nggak tahu kalia masih hafal lagu itu. Kupikir kalian sudah lupa,”ucapnya sambil tersenyum.

Perri pun menutup panggungnya dengan Jar of Heart yang menurutnya karena lagu inilah yang membuat dunia melirik dirinya.

Namun pertunjukkan ini harus dinodai kembali karena kurang sigapnya para petugas membaca situasi dimana 1 jam sebelum pertunjukkan dimulai terjadi penumpukan penonton di 500 meter pintu masuk.

Bahkan tidak hanya penumpukkan namun juga sedikit ricuh ketika petugas membuka pintu masuk para penonton pun  berdesak-desakan hingga beberapa teriakan karena terdorong serta terjepit.





Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz