JAKARTA, - Para petinggi
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) gagal bertemu dengan Menteri
Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk membahas soal pembekuan PSSI.
Entah belum mengirimkan
undangan, informasi yang beredar bahwa Menpora ketika kedatangan para petinggi
PSSI sedang berada di Palembang.
Walau tidak bertemu dengan
Menpora, podium yang berada dalam gedung Kemenpora dijadikan sebagai ajang
pembelaan kepada para jurnalis.
Ketua Umum PSSI yang
dibekukan, La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa sikap yang diambil
Menpora tidak berpengaruh terhadap hasil kongres luar biasa PSSI telah disahkan
oleh otoritas tertinggi yang mereka dewakan, FIFA
“PSSI hasil KLB di Surabaya
pada 18 April itu sudah dinyatakan sah oleh FIFA. Semua dilakukan secara
demokrasi, transparan, fair play, semua sudah dilakukan seperti itu. Jadi kalau
ada yang merasa ingin membentuk tim transisi, kemudian menjalankan kongres itu
saya anggap perbuatan yang liar ! Dan saya akan ajukan secara hukum. Negara
kita negara hukum kalau semua bisa seeana-enaknya menyelenggarakan kongres yang
sesuai keinginannya, ini akan menjadi ramai,”ucapnya.
La Nyalla juga mengatakan
bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan FIFA bahkan mengucapkan selamat
kepada dirinya dan tidak menganggpa adanya pembekuan.
“Saya sudah mendapatkan
ucapan selamat dari FIFA. Mereka tidak anggap (pembekuan) itu. Saya gak merasa
ada pembekuan. Pembekuan itu adanya di Kemenpora saja. tapi di FIFA sama sekali
tidak ada jadi apa yang dilakukan Kemenpora saya katakan offside,”ucapnya.
Setelah berkunjung ke
Kemenpora kabar PSSI yang baru terbentuk akan melakukan sedikit tour untuk
mensosialisasi serta perkenalan kepada sejumlah pihak seperti KONI, KOI dan
kementerian serta DPR.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz