JAKARTA, - Ada yang menarik
dalam musim kompetisi Indonesia Super League yang katanya paling prestise di
tanah air.
Yaitu hadirnya BV Sports
selaku pemegang hak komersil dari kompetisi ini berhasil mendapatkan
kesepakatan dengan Bank terbesar di Timur Tengah dan Afrika yaitu Qatar
National Bank Grup atau QNB Group.
Kerjasama dengan QNB Grup
ini berdurasi selama dua musim hingga 2017 secara otomatis kompetisi sepak bola
kasta tertinggi berubah nama menjadi QNB League.
Hadirnya QNB dan berubahnya
nama kompetisi bukan yang pertama kali terjadi di dunia sepakbola nasional,
setidaknya dalam sejarah permainan 22 pemain memperebutkan satu bola untuk
menjadi pemenang ada lima sponsor yang berhasil menjadi titel dalam kompetisi
ini.
Adalah produsen rokok
internasional Dunhill yang memulai namanya sebagai titel dalam kompetisi
sepakbola pada musim 1994/95.
Dalam kompetisi yang sudah
mengenal istilah sponsor ini, Klub asal Bandung, Persib keluar menjadi juara
pertama kali dalam era industri sepakbola modern.
Dunhill pun mengakhiri
kerjasama dengan PSSI pada musim 1996 yang kemudian berganti dengan competitor serupa
yaitu Kansas namun hanya satu musim saja dengan Persebaya sebagai juara
Masuk musim 1998 sepakbola
Indonesia harus mengalah dengan situasi politik negeri yang mencekam dimana
kompetisi harus dihentikan selama setahun.
Pada musim 1999/00, PSSI
kembali menata kompetisi mereka termasuk menjaring korporasi untuk menjadi
mitra mereka.
Dan terbukti PSSI
mendapatkan dana segar untuk berkompetisi namun bukan lagi produsen rokok
melainkan perbankan.
Bank Mandiri mencantumkan
namanya sebagai bagian dari Liga Indonesia dengan nama Liga Mandiri dengan
kucuran dana kala itu Rp Rp 7,2 milyar. Tahun berikutnya, naik menjadi Rp 10
milyar, kemudian meningkat lagi 50 persen menjadi Rp 15 milyar untuk musim
kompetisi tahun 2002 ini.
Klub berhasil menjadi juara
di kala Bank hasil merger dari Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan
Indonesia (Bapindo), Bank Ekspor-Impor (Exim), dan Bank Bumi Daya (BBD) adalah
PSM Makassar pada 1999/00, Persija (2001), Petrokimia Putra Gresik (2002/03),
Persik Kediri (2003), Persebaya Surabaya (2004).
Lepas dari Perbankan, Liga
Indonesia kembali bekerjasama dengan produsen rokok kali ini PT Djarum yang
menjadikan titel nama kompetisi adalah Liga Djarum Indonesia dari 2005 hingga
2007
Dalam kompetisi yang
dibiayai oleh pabrikan rokok asal Kediri, Jawa Timur keluar sebagai juara
kompetisi ini Persipura Jayapura pada tahun 2005 kemudian Persik Kediri (2006)
dan Sriwijaya (2007)
Melihat animo yang luar
biasa, membuat PT Djarum pun kembali memperbaharui kontrak kemitraan mereka
dengan Liga Indonesia yang menghadirkan Persipura Jayapura kembali juara pada
musim 2008/09 serta 2010/11 Kemudian berlanjut, Arema Indonesia di musim
2009/10 dan Sriwijaya pada 2011/12.
Keinginan untuk perbaharui
kontrak barunya terhalang karena adanya larangan pembatasan iklan dan promosi
tembakau yang termuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 109 tahun 2012
tentang Pengamanan Bahan Yang mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau
Bagi Kesehatan yang membuat harus diakhiri.
Namun tidak butuh waktu lama
bagi Liga Indonesia untuk mendapatkan mitra kerja dalam menjalankan roda
kompetisi karena sebuah nilai kontrak berbanderol Rp1,5 triliun dengan durasi
sepuluh tahun dengan BV Sports.
Kerjasama dengan BV Sports
ini berupa pengelolaan hak komersial ISL mulai musim 2013 hingga 2023. Lewat
kemitraan ini perusahaan ini mendapatkan sponsor utama yang menjadikan nama
baru kompetisi di negeri ini yaitu perbankan asal Qatar, QNB Grup.
Lantaran perusahaan ini akan
mendanai kompetisi kasta tertinggi negeri ini membuat namanya berubah menjadi
QNB League hingga 2017.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz