Jumat, 03 April 2015

Liga Indonesia dari Rokok Ke Bank

JAKARTA, - Ada yang menarik dalam musim kompetisi Indonesia Super League yang katanya paling prestise di tanah air.

Yaitu hadirnya BV Sports selaku pemegang hak komersil dari kompetisi ini berhasil mendapatkan kesepakatan dengan Bank terbesar di Timur Tengah dan Afrika yaitu Qatar National Bank Grup atau QNB Group.

Kerjasama dengan QNB Grup ini berdurasi selama dua musim hingga 2017 secara otomatis kompetisi sepak bola kasta tertinggi berubah nama menjadi QNB League.

Hadirnya QNB dan berubahnya nama kompetisi bukan yang pertama kali terjadi di dunia sepakbola nasional, setidaknya dalam sejarah permainan 22 pemain memperebutkan satu bola untuk menjadi pemenang ada lima sponsor yang berhasil menjadi titel dalam kompetisi ini.

Adalah produsen rokok internasional Dunhill yang memulai namanya sebagai titel dalam kompetisi sepakbola pada musim 1994/95.

Dalam kompetisi yang sudah mengenal istilah sponsor ini, Klub asal Bandung, Persib keluar menjadi juara pertama kali dalam era industri sepakbola modern.

Dunhill pun mengakhiri kerjasama dengan PSSI pada musim 1996 yang kemudian berganti dengan competitor serupa yaitu Kansas namun hanya satu musim saja dengan Persebaya sebagai juara

Masuk musim 1998 sepakbola Indonesia harus mengalah dengan situasi politik negeri yang mencekam dimana kompetisi harus dihentikan selama setahun.

Pada musim 1999/00, PSSI kembali menata kompetisi mereka termasuk menjaring korporasi untuk menjadi mitra mereka.

Dan terbukti PSSI mendapatkan dana segar untuk berkompetisi namun bukan lagi produsen rokok melainkan perbankan.

Bank Mandiri mencantumkan namanya sebagai bagian dari Liga Indonesia dengan nama Liga Mandiri dengan kucuran dana kala itu Rp Rp 7,2 milyar. Tahun berikutnya, naik menjadi Rp 10 milyar, kemudian meningkat lagi 50 persen menjadi Rp 15 milyar untuk musim kompetisi tahun 2002 ini.

Klub berhasil menjadi juara di kala Bank hasil merger dari Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), Bank Ekspor-Impor (Exim), dan Bank Bumi Daya (BBD) adalah PSM Makassar pada 1999/00, Persija (2001), Petrokimia Putra Gresik (2002/03), Persik Kediri (2003), Persebaya Surabaya (2004).

Lepas dari Perbankan, Liga Indonesia kembali bekerjasama dengan produsen rokok kali ini PT Djarum yang menjadikan titel nama kompetisi adalah Liga Djarum Indonesia dari 2005 hingga 2007

Dalam kompetisi yang dibiayai oleh pabrikan rokok asal Kediri, Jawa Timur keluar sebagai juara kompetisi ini Persipura Jayapura pada tahun 2005 kemudian Persik Kediri (2006) dan Sriwijaya (2007)

Melihat animo yang luar biasa, membuat PT Djarum pun kembali memperbaharui kontrak kemitraan mereka dengan Liga Indonesia yang menghadirkan Persipura Jayapura kembali juara pada musim 2008/09 serta 2010/11 Kemudian berlanjut, Arema Indonesia di musim 2009/10 dan Sriwijaya pada 2011/12.

Keinginan untuk perbaharui kontrak barunya terhalang karena adanya larangan pembatasan iklan dan promosi tembakau yang termuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan yang membuat harus diakhiri.

Namun tidak butuh waktu lama bagi Liga Indonesia untuk mendapatkan mitra kerja dalam menjalankan roda kompetisi karena sebuah nilai kontrak berbanderol Rp1,5 triliun dengan durasi sepuluh tahun dengan BV Sports.

Kerjasama dengan BV Sports ini berupa pengelolaan hak komersial ISL mulai musim 2013 hingga 2023. Lewat kemitraan ini perusahaan ini mendapatkan sponsor utama yang menjadikan nama baru kompetisi di negeri ini yaitu perbankan asal Qatar, QNB Grup.

Lantaran perusahaan ini akan mendanai kompetisi kasta tertinggi negeri ini membuat namanya berubah menjadi QNB League hingga 2017.








Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz