JAKARTA, - Tidak terasa usia
Konferensi Asia Afrika di tahun 2015 memasuki 60 tahun dengan seiring jaman
semangat itu masih tetap ada.
Hal ini disampaikan Direktur
Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Dubes Yuri Thamrin ketika memberikan sambutan
dalam pembukaan tingkat pejabat tinggi (Senior Official Meeting-SOM) Konferensi
Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Minggu (19/4)
Sebagaimana dilansir dari
laman Kemlu bahwa Asia dan Afrika merupakan kawasan yang paling dinamis dewasa
ini, dengan penduduk yang meliputi 75% dari total jumlah penduduk dunia dan
tingkat pertumbuhan domestik (GDP) mencapai 30% dari GDP dunia.
Di sisi lain, sejumlah
tantangan baru muncul di tingkat regional maupun global, termasuk terorisme,
perubahan iklim, rasisme, xenophobia, dan intoleransi.
Oleh karena itu,
negara-negara Asia-Afrika perlu memperkuat solidaritas dan visi mengenai peningkatan
kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya.
“Negara-negara Asia Afrika
seyogianya mengambil berbagai prakarsa baru, segar, dan praktis, demi
kepentingan rakyat di kedua kawasan ini,” tegas Dubes Yuri.
Dengan penyelenggaraan KAA,
negara-negara Asia-Afrika telah memberikan kontribusi bagi upaya global
mempertahankan perdamaian dan keamanan dunia, menghapuskan kemiskinan dan
meningkatkan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, melalui KAA,
negara-negara di kedua kawasan telah menyampaikan dukungan bagi Palestina.
Rangkaian pertemuan KAA akan
berlangsung sampai dengan tanggal 24 April 2015, ditutup dengan Pertemuan
Komemorasi 60 Tahun KAA di Bandung, Propinsi Jawa Barat.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz