JAKARTA, - Hubungan antara
Asia dan Afrika yang semakin membaik dan menarik tidak menutup kemungkinan
banyaknya peluang kerjasama ekonomi antar para penggiat usaha dari dua benua
ini.
Melihat seperti ini membuat
Ketua Umum Kamar Dangan dan Industri Indonesia (Kadin), Suryo Bambang Sulisto
mengajak para pelaku usaha dua benua ini untuk
menggali potensi perdagangan dan investasi.
“Kita inginkan pelaku usaha
dari kedua kontinen ini untuk menggali dan melakukan perdagangan dan investasi
di kedua kawasan ini,”ucapnya
Sebagaimana dilansir dari
laman resmi KAA Kadin Indonesia menggelar AABS 2015, yang dibuka oleh Presiden
Joko Widodo, sebagai side event dari rangkaian
Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA).
Lewat forum ini, Kadin
Indonesia menargetkan volume perdagangan Indonesia ke afrika meningkat sekitar
80 persen dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Dari awalnya sekitar USD10,70 miliar menjadi
USD20 miliar per tahun.
Sementara itu, berdasarkan
catatan Kadin Indonesia, nilai tersebut masih jauh lebih rendah bila
dibandingkan dengan nilai perdagangan antara Afrika dengan China yang tembus
hingga USD200 miliar dan dengan India yang mencapai USD70 miliar.
"Di bidang
infrastruktur, kerjasama untuk menarik investasi swasta perlu ditingkatkan
dalam rangka meningkatkan konektivitas di kedua kawasan," ujarnya.
Menurutnya, isu konektivitas
di Indonesia menjadi perhatian yang besar karena Indonesia merupakan negara
kepulauan.
Fakta tersebut juga membawa
gagasan agar Indonesia berbicara lebih banyak untuk pengembangan sektor
maritim.
"Pembangunan jalan,
jembatan, pelabuhan, transportasi dan telekomunikasi, serta sumber daya energi
termasuk listrik harus ditingkatkan demi meningkatkan konektivitas di kedua
kawasan," ucapnya
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz