Senin, 20 April 2015

Indonesia Minta Dukungan Nepal untuk Jadi Anggota Tidak Tetap DK PBB

JAKARTA, - Segala cara dilakukan oleh Indonesia untuk mencapai menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2015-2020.

Salah satunya ada mencoba melakukan pertemuan dan melobi negara untuk menyakinkan pada pilihan kepada Indonesia.

Yang coba didekati untuk diminta dukungannya adalah Nepal, dimana pada sela-sela acara hari pertama Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Menlu Indonesia melakukan pertemuan bilateral dengan koleganya Menteri Luar Negeri Nepal Mahendra Bahadur Pandey.

Informasi yang beredar di arena KAA, menurut Indonesia, Nepal adalah negara yang tepat untuk bekerja sama dalam perdamaian dunia.

Ini dikaitkan dengan kiprah Nepal negara dengan peyumbang perdamaian ke-6 terbesar di dunia sementara Indonesia berada peringkat ke-11.

“Saat kita bicara soal peacekeeping Indonesia dalam kasus ini menawarkan kerja sama dari industri strategis. Kita juga mendiskusikan banyak hal untuk hubungan bilateral kita berdasarkan kedamaian dan stabilitas demokrasi, ekonomi dan pembangunan kawasan,”ucap Menlu Retno.

Terkait dengan hal ini menurut Menteri Luar Negeri Nepal Mahendra Bahadur Pandey mengatakan pihaknya melangkah dalam membicarakan masalah internasional dan multilateral serta setuju dalam arah perdamaian.

“Kita melangkah untuk membicarakan masalah internasional dan multilateral dan kedua negara telah setuju untuk bergerak ke arah kedamaian dan kesejahteraan. Kita telah berkontribusi untuk kedamaian dunia dan ini adalah abad ke-21, abad untuk kedamaian dan kesejahteraan tanpa perdamaian tidak ada kesejahteraan dan tanpa kesejahteraan orang tidak akan damai lagi,”ucapnya.

Sebagaimana diketahui, pertemuan Konferensi Asia Afrika ke-60 akan dimulai pada Minggu (19/4) di Jakarta dengan dihadiri sekitar 86 negara peserta.

Dalam pembukaan hari pertama setidaknya ada 86 negara yang terdiri dari 32 presiden, raja, perdana menteri hadir dalam pertemuan tersebut.

Selain itu ada sekitar 16 negara dan 20 organisasi internasional hadir sebagai peninjau (observer) dua diantaranya adalah Badan PBB bidang pengembangan pembangunan (UNDP) dan ADB.

Konferensi Asia Afrika sendiri akan digelar di Jakarta dan Bandung mulai 19 April dan puncaknya berada di Bandung dengan melakukan napak tilas pada 24 April mendatang.



 Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz