JAKARTA, - Segala cara
dilakukan oleh Indonesia untuk mencapai menjadi anggota tidak tetap Dewan
Keamanan (DK) PBB periode 2015-2020.
Salah satunya ada mencoba
melakukan pertemuan dan melobi negara untuk menyakinkan pada pilihan kepada
Indonesia.
Yang coba didekati untuk
diminta dukungannya adalah Nepal, dimana pada sela-sela acara hari pertama
Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Center, Menlu Indonesia melakukan
pertemuan bilateral dengan koleganya Menteri Luar Negeri Nepal Mahendra Bahadur
Pandey.
Informasi yang beredar di
arena KAA, menurut Indonesia, Nepal adalah negara yang tepat untuk bekerja sama
dalam perdamaian dunia.
Ini dikaitkan dengan kiprah
Nepal negara dengan peyumbang perdamaian ke-6 terbesar di dunia sementara
Indonesia berada peringkat ke-11.
“Saat kita bicara soal
peacekeeping Indonesia dalam kasus ini menawarkan kerja sama dari industri
strategis. Kita juga mendiskusikan banyak hal untuk hubungan bilateral kita
berdasarkan kedamaian dan stabilitas demokrasi, ekonomi dan pembangunan
kawasan,”ucap Menlu Retno.
Terkait dengan hal ini
menurut Menteri Luar Negeri Nepal Mahendra Bahadur Pandey mengatakan pihaknya
melangkah dalam membicarakan masalah internasional dan multilateral serta
setuju dalam arah perdamaian.
“Kita melangkah untuk
membicarakan masalah internasional dan multilateral dan kedua negara telah
setuju untuk bergerak ke arah kedamaian dan kesejahteraan. Kita telah
berkontribusi untuk kedamaian dunia dan ini adalah abad ke-21, abad untuk
kedamaian dan kesejahteraan tanpa perdamaian tidak ada kesejahteraan dan tanpa
kesejahteraan orang tidak akan damai lagi,”ucapnya.
Sebagaimana diketahui,
pertemuan Konferensi Asia Afrika ke-60 akan dimulai pada Minggu (19/4) di
Jakarta dengan dihadiri sekitar 86 negara peserta.
Dalam pembukaan hari pertama
setidaknya ada 86 negara yang terdiri dari 32 presiden, raja, perdana menteri
hadir dalam pertemuan tersebut.
Selain itu ada sekitar 16
negara dan 20 organisasi internasional hadir sebagai peninjau (observer) dua
diantaranya adalah Badan PBB bidang pengembangan pembangunan (UNDP) dan ADB.
Konferensi Asia Afrika
sendiri akan digelar di Jakarta dan Bandung mulai 19 April dan puncaknya berada
di Bandung dengan melakukan napak tilas pada 24 April mendatang.
Kontak Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz