Sabtu, 21 Maret 2015

Netizen Protes Rencana Penutupan Radio VOA Indonesia

WASHINGTON DC, - Rencana penghentian siaran radio Voice of Amerika (VOA) seksi Indonesia mendapatkan protes dari publik khususnya netizen dan para pendengar mereka di tanah air.

Bahkan lewat linimasa twitter mereka mengungkapkan ketidaksetujuan mereka dengan tanda paga #SaveVOAIndonesianRadio.

Seperti laman twitter @Yan_Piris yang berkicau dalam bahasa Inggris yang isinya membandingkan tindakan VOA dengan BBC dengan nasib yang sama namun BBC kini kembali aktif.

“2014 radio BBC kembali ke Indonesia. Jika radio VOA dihentikan tahun 2015 berarti kemunduran,”kicaunya.

Selain berkicau, netizen juga meluncurkan petisi online Charge.org dengan tajuk #SaveVOAIndonesianRadio : Jangan Stop Siaran Radio Berbahasa Indonesia.

Dalam prolog dilaman petisi ini pun menceritakan tentang sejarah VOA bahasa Indonesia yang dulu masih bernama Seksi Bahasa Melayu.

Lewat VOA Indonesia inilah dunia mengetahui ada negara baru merdeka yaitu Indonesia, serta masyarakat negeri ini tahu sedang ada perang di Pasifik.

Awal mula kasus ini hingga rame dalam linimas jejaring sosial karena Broadcasting Board of Governor (BBG) selaku instansi pemerintah AS yang menaungi VOA mengajukan pemangkasan anggaran ke Kongres untuk tahun anggaran 2016 yang berujung siaran VOAIndonesia akan dihentikan dengan alasan sepi pendengar.

Dalam usulan pemangkasan anggaran tidak hanya siaran Indonesia saja yang ditutup tetapi ada juga Laos dan Afrika Tengah.

Sementara Afganistan dan Zimbabwe mengurangi jam siaran mereka lantaran pemangkasan anggaran tersebut.

VOA sendiri disiarkan lebih dari 45 bahasa yang berbeda diseluruh dunia dan yang tertua dalam siarannya adalah bahasa Indonesia.

Di Indonesia sendiri, konten siaran VOA disiarkan lebih dari 250 afiliasi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz