JAKARTA, - Setikdanya
sembilan juta orang di seluruh dunia sakit karena Tuberkolosis (TB) setiap
tahunnya, bahkan pada 2013 Indonesia melaporkan lebih dari 330,000 kasus baru
dan sekitar 640,000 kematian karena TB.
Hal ini disampaikan Duta
Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert
Blake dalam peringatan Hari Tuberkolosis Sedunia.
Berikut transkrip Dubes
Blake dalam peringatan Hari Tuberkolosis Sedunia yang dikirimkan melalui email
Hari Tuberkolosis Sedunia –
Bersama Kita Dapat Menemukan, Mengobati dan Menyembuhkan Setiap Orang.
Oleh
Duta Besar Amerika Serikat
untuk Indonesia, Robert Blake
Tuberkulosis (TB) dapat
disembuhkan, tetapi saat ini upaya untuk menemukan, mengobati, dan menyembuhkan
semua orang yang sakit karena penyakit ini tidak dapat menjangkau semuanya.
Kita memerlukan lebih banyak kemitraan antara sektor publik dan swasta untuk
mengembangkan solusi inovatif yang dapat menyelamatkan jiwa serta mengatasi
masalah-masalah global yang mempengaruhi kita semua
Sembilan juta orang di
seluruh dunia sakit karena TB setiap tahunnya. Pada tahun 2013, Indonesia
melaporkan 330.000 kasus baru dan sekitar 64.000 kematian terkait TB.
Kementerian Kesehatan menyediakan fasilitas diagnostik di sebagian besar pusat
kesehatan serta pengobatan gratis. Tetapi Indonesia masih merupakan salah satu
negara dengan beban TB tertinggi di dunia
Dalam beberapa tahun
terakhir, kita telah melihat sektor swasta membangun kemitraan dengan
pemerintah untuk menciptakan teknologi yang dapat menyelamatkan jiwa dan
meningkatkan penggunaannya sehingga dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak
orang.
Investasi cerdas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah
menghasilkan alat diagnostik baru yang telah memudahkan dan mempercepat
penemuan dan pengobatan pasien TB. Kita perlu lebih banyak kemitraan yang bisa
mengubah situasi ini.
Rutgers University, Cephied
Inc., dan Foundation for Innovative New Diagnostics di AS bermitra untuk
mengembangkan mesin GeneXpert, yang dapat mendiagnosis TB kebal obat (MDR –
TB/Multi- Drug Resistant Tuberculosis) dalam waktu dua jam, bukan dua bulan.
Dengan diagnosis yang cepat, pasien dapat segera diobati.
Mesin GeneXpert yang mudah
digunakan, pertama kali diperkenalkan ke sembilan provinsi di seluruh Indonesia
pada awal 2013. Hasilnya: diagnosis MDR - TB meningkat dua kali lipat dibanding
tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa di masa lalu, ribuan pasien
"tidak tertangani" karena sistem kesehatan yang belum baik.
Biaya untuk membeli mesin
GeneXpert mungkin telah menghambat pendistribusiannya di Indonesia, tetapi
melalui kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia, sekarang 41 mesin baru
sudah ada di rumah sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia. Rencana
sedang disusun untuk membeli 40 mesin lagi di tahun depan yang akan mempercepat
upaya Indonesia untuk mendiagnosis dan mengobati TB.
Sejak diperkenalkannya mesin
GeneXpert ke fasilitas medis di Indonesia, pasien yang memulai pengobatan dalam
waktu seminggu setelah diagnosis meningkat dari 2 persen menjadi 18 persen dan
telah terjadi penurunan kematian yang signifikan di antara pasien MDR-TB.
Badan
Pembangunan Internasional AS (USAID) mendukung upaya ini dengan memberikan
pelatihan untuk melakukan diagnosis dan memberikan pengobatan kepada staf dan
teknisi laboratorium kesehatan.
Pada Hari TB Sedunia ini ,
saya berharap sektor swasta akan terus mengembangkan solusi dan pendekatan
inovatif baru yang berpotensi menyelamatkan jutaan jiwa.
Dan bermitra dengan
pemerintah untuk mewujudkan tujuan global: Menjangkau, mengobati dan
menyembuhkan setiap pasien TB!
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz