LONDON,
- Akibat perang yang berkecampuk di kawasan Timur Tengah dengan pengiriman
jumlah personel banyak serta durasi panjang membuat prajurit Inggris mengalami
gangguan mental bertambah tiap hari.
![]() |
| Ilustrasi - Istimewa |
Sebagaimana
dilaporkan media lokal dengan mengutip data dari Kementerian Pertahanan Inggris
setidaknya gangguan mental prajurit ini meningkat dari 3,927 pada tahun 2011
menjadi 5,076 di tahun 2013 lalu dan bisa meningkat pada 2014 yang belum
dikeluarkan datanya
Menurut
jurubicara Kementerian Pertahanan mengatakan alasan meningkatnya angka ini
karena tidak adanya kesadaran tentara untuk
memperhatikan kesehatan mental serta mendiskusikan dengan dokter.
Bahkan
menurut jubir tersebut diperkirakan satu dari empat hingga satu dari lima
tentara mengalami gangguan mental dan untuk menanggulagi masalah ini pihaknya
berkomitmen untuk menjamin semua tentara dengan dukungan yang mereka butuhkan
“Layanan
kesehatan mental kami telah melakukan konfigurasi dengan ketentuan Angkatan
Bersenjata dan termasuk 16 Departemen Komunikasi Kesehatan Mental di seluruh
Inggris dengan tambahan cabang di seluruh pelosok,”ucap Jubir Kemhan Inggris.
Selain
itu, Kemhan Inggris juga berencana melaksanakan beberapa kampanye seperti
jangan menahan emosi dengan memberanikan diri bercerita.
“Sebagai
tambahan, kami menjalankan kampanye seperti Jangan Menahan Emosi agar
memberanikan personel kami untuk berbicara. Ada kemungkinan bahwa setiap
peningkatan pengungkapan personal disebabkan kombinasi dari beberapa faktor
termasuk pengurangan stigma,”ucap Jubir Kemhan
Untuk
isu ini, Kemhan Inggris mengeluarkan dana sebesar 7,4 juta Euro atau setara
dengan Rp106,3 miliar untuk menjami adanya dukungan kesehatan mental bagi para
tentara.
Isu
ini merebak setelah Deputi Perdana Menteri Inggris, Nick Clegg mengatakan ada
bias tak terungkap yang lebih memprioritaskan penyakit fisik ketimbang
perhatian kepada kesehatan mental.
Kontak
Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
