Jumat, 16 Januari 2015

Jubir ATO : Parlemen Eropa Desak UE Masukkan LPR dan DPR dalam Daftar Teroris

KYIV, -  Kelompok militant menembaki pos pemeriksaan “Bugas” yang berada di jalan antara Mariupol-Donetsk dengan menggunakan senjata peluncur roket ganda Grad dan bersamaan itu terdapat 2 bus dan 8 mobil berisi warga sipil di lokasi.

Pecahan peluru menghantam bus yang hendak meninggalkan pos pemeriksaan tersebut. Berdasarkan informasi dari Dinas Keamanan Ukraina, aksi mengerikan ini telah menyebabkan 12 warga sipil terbunuh, 17 orang terluka. 1 orang tentara juga mengalami luka-luka. Guna menyelidiki tragedi ini, lalu lintas yang melalui pos pemeriksaan ini telah dihentikan.

Akibat peristiwa ini, Jurubicara ATO, Kolonel Andriy Lysenko dalam keterangan pers di Pusat Media Krisis Ukraina sebagaimana diinformasikan oleh Kedubes Ukraina melalui email mengatakan Presiden Parlemen Eropa, Martin Schultz dalam sambungan telepon telah meyakinkan Presiden Ukrainan bahwa Parlemen Eroa akan memasukkan kelompok yang menyebut diri sebagai LPR dan DPR dalam daftar organisasi teroris.

 “Martin Schultz, Presiden Parlemen Eropa dalam sambungan teleponnya telah meyakinkan Presiden Ukraina Petro Poroshenko bahwa pada hari Kamis, 15 Januari, Parlemen Eropa akan menyampaikan pesan kepada pemimpin EU agar memasukkan kelompok yang menyebut diri mereka sebagai “LPR” dan “DPR” dalam daftar organisasi teroris,” ujar Kolonel Andriy Lysenko, juru bicara ATO dalam keterangan pers di Pusat Media Krisis Ukraina.

Serangan mematikan di pos pemeriksaan Ukraina dekat Volnovakha  juga dikecam oleh Dewan Keamanan PBB meskipun mendapat kecaman dari delegasi Rusia.

Pernyataan dari organisasi tersebut menyebutkan anggota Dewan Keamanan mengecam keras pembunuhan terhadap warga sipil yang damai termasuk wanita dan anak-anak yang terjadi dalam insiden penembakan penumpang bus di Volnovakha, turut menyampaikan bela sungkawa yang mendalam bagi keluarga korban dan menekankan perlunya untuk mengadakan penyelidikan secara objektif dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan.

 Pernyataan serupa juga dibuat oleh Federica Mogherini, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan; Ertugrul Apakah, Kepala Misi Pengamatan Khusus OSCE di Ukraina; Kementerian Luar Negeri AS.

Situasi di wilayah pasukan operasi anti-teroris masih tegang. Pada waktu yang bersamaan, jumlah tembakan yang dilepaskan oleh teroris ke arah posisi pasukan Ukraina relatif menurun.

Berdasarkan data penyelidikan, kelompok bersenjata ilegal yang menyebut dirinya “DPR” tetap mengumpulkan pasukannya di dekat daerah Olenivka, Dokuchaevsk, Telmanove, dan Hranitne. Kendaraan lapis baja militan bergerak lebih aktif melalui wilayah Dokuchaevsk.

Untuk terulang kembali terjadinya aksi tersebut Leysenko mengatakan lokasi dengan tingkat ketegangan paling tinggi di wilayah pasukan ATO masih berada di bandara Donetsk dan sekitar pemukiman penduduk.

 “Karena meningkatnya aktivitas di lokasi penting yang strategis ini, pemimpin ATO memutuskan bahwa mulai sekarang rotasi satuan pasukan kami yang berada di bandara tidak akan dilakukan melalui pos pemeriksaan yang dikuasai oleh teroris. Telah diputuskan untuk mengadakan rotasi dengan cara berbeda guna menghindari kejadian yang tak diinginkan,” tegas Kolonel Lysenko.

Kemarin untuk pertama kalinya selama konflik para militan menggunakan tank pelontar api TOS-1 Buratino – sistem peluncur roket ganda untuk menembak ke pinggiran pemukiman Vesele, tank tersebut diproduksi secara eksklusif oleh perusahaan militer Federasi Rusia. Para teroris juga menggunakan mortir, artileri, peluncur roket ganda Grad dan senjata berat lainnya beberapa kali.

Penjaga perbatasan Ukraina mengamati adanya 16 kasus pengintaian udara yang dilakukan oleh pesawat tanpa awak dekat daerah Mariupol dan Sartana. 1 tentara Ukraina terbunuh dalam serangan di wilayah zona pasukan ATO selama satu hari terakhir, 17 lainnya terluka.


Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/Lorcasz