KYIV,
- Kelompok militant menembaki pos
pemeriksaan “Bugas” yang berada di jalan antara Mariupol-Donetsk dengan
menggunakan senjata peluncur roket ganda Grad dan bersamaan itu terdapat 2 bus
dan 8 mobil berisi warga sipil di lokasi.
Pecahan
peluru menghantam bus yang hendak meninggalkan pos pemeriksaan tersebut.
Berdasarkan informasi dari Dinas Keamanan Ukraina, aksi mengerikan ini telah
menyebabkan 12 warga sipil terbunuh, 17 orang terluka. 1 orang tentara juga
mengalami luka-luka. Guna menyelidiki tragedi ini, lalu lintas yang melalui pos
pemeriksaan ini telah dihentikan.
Akibat
peristiwa ini, Jurubicara ATO, Kolonel Andriy Lysenko dalam keterangan pers di
Pusat Media Krisis Ukraina sebagaimana diinformasikan oleh Kedubes Ukraina
melalui email mengatakan Presiden Parlemen Eropa, Martin Schultz dalam
sambungan telepon telah meyakinkan Presiden Ukrainan bahwa Parlemen Eroa akan
memasukkan kelompok yang menyebut diri sebagai LPR dan DPR dalam daftar
organisasi teroris.
“Martin Schultz, Presiden Parlemen Eropa dalam
sambungan teleponnya telah meyakinkan Presiden Ukraina Petro Poroshenko bahwa
pada hari Kamis, 15 Januari, Parlemen Eropa akan menyampaikan pesan kepada
pemimpin EU agar memasukkan kelompok yang menyebut diri mereka sebagai “LPR”
dan “DPR” dalam daftar organisasi teroris,” ujar Kolonel Andriy Lysenko, juru
bicara ATO dalam keterangan pers di Pusat Media Krisis Ukraina.
Serangan
mematikan di pos pemeriksaan Ukraina dekat Volnovakha juga dikecam oleh Dewan Keamanan PBB meskipun
mendapat kecaman dari delegasi Rusia.
Pernyataan
dari organisasi tersebut menyebutkan anggota Dewan Keamanan mengecam keras
pembunuhan terhadap warga sipil yang damai termasuk wanita dan anak-anak yang
terjadi dalam insiden penembakan penumpang bus di Volnovakha, turut
menyampaikan bela sungkawa yang mendalam bagi keluarga korban dan menekankan
perlunya untuk mengadakan penyelidikan secara objektif dan membawa mereka yang
bertanggung jawab ke pengadilan.
Pernyataan serupa juga dibuat oleh Federica
Mogherini, Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan
Keamanan; Ertugrul Apakah, Kepala Misi Pengamatan Khusus OSCE di Ukraina;
Kementerian Luar Negeri AS.
Situasi
di wilayah pasukan operasi anti-teroris masih tegang. Pada waktu yang
bersamaan, jumlah tembakan yang dilepaskan oleh teroris ke arah posisi pasukan
Ukraina relatif menurun.
Berdasarkan
data penyelidikan, kelompok bersenjata ilegal yang menyebut dirinya “DPR” tetap
mengumpulkan pasukannya di dekat daerah Olenivka, Dokuchaevsk, Telmanove, dan
Hranitne. Kendaraan lapis baja militan bergerak lebih aktif melalui wilayah
Dokuchaevsk.
Untuk
terulang kembali terjadinya aksi tersebut Leysenko mengatakan lokasi dengan
tingkat ketegangan paling tinggi di wilayah pasukan ATO masih berada di bandara
Donetsk dan sekitar pemukiman penduduk.
“Karena meningkatnya aktivitas di lokasi
penting yang strategis ini, pemimpin ATO memutuskan bahwa mulai sekarang rotasi
satuan pasukan kami yang berada di bandara tidak akan dilakukan melalui pos
pemeriksaan yang dikuasai oleh teroris. Telah diputuskan untuk mengadakan
rotasi dengan cara berbeda guna menghindari kejadian yang tak diinginkan,”
tegas Kolonel Lysenko.
Kemarin
untuk pertama kalinya selama konflik para militan menggunakan tank pelontar api
TOS-1 Buratino – sistem peluncur roket ganda untuk menembak ke pinggiran
pemukiman Vesele, tank tersebut diproduksi secara eksklusif oleh perusahaan
militer Federasi Rusia. Para teroris juga menggunakan mortir, artileri,
peluncur roket ganda Grad dan senjata berat lainnya beberapa kali.
Penjaga
perbatasan Ukraina mengamati adanya 16 kasus pengintaian udara yang dilakukan
oleh pesawat tanpa awak dekat daerah Mariupol dan Sartana. 1 tentara Ukraina
terbunuh dalam serangan di wilayah zona pasukan ATO selama satu hari terakhir,
17 lainnya terluka.
Kontak
Blog > ervanca@gmail.com
Twitter.com/Lorcasz