![]() |
| Istimewa |
JERUSALEM,
- Terkait dengan dua warganya yang menjadi sandera kelompok separatis ISIS
membuat pemerintah Kerajaan Jepang mengecam tindakan tersebut dan meminta
masyarakat internasional untuk merespon.
Hal
ini disampaikan Perdana Menteri Kerajaan Jepang, Shinzo Abe dalam kunjungannya
di Timur Tengah bahwa pihaknya akan melakukan yang terbaik untuk membebaskan
warganya.
“Masyarakat
internasional perlu untuk merespon tegas dan bekerja sama tanpa takut untuk
(melawan) terorisme. Sehubungan dengan hal ini kami terikat pada prioritas
untuk menyelamatkan jiwa dan mengumpulkan informasi dengan bantuan
negara-negara lain. Kami akan melakukan upaya maksimal untuk menyelamatkan
nyawa (tahanan) sejak sekarang,”ucapnya.
Dalam
kunjungan ini PM Abe akan berjanji mengeluarkan sekitar USD200 juta bantuan
non-militer bagi negra yang memerangi ISIS.
“Jepang
akan membuat sebanyak mungkin kontribusi di wilayah non-militer, termasuk
memberi dukungan kepada para pengungsi dari Irak dan Suriah, Bantuan USD200
juta dari Jepang adalah bantuan kemanusiaan yang bertujuan untuk menyediakan
makanan dan pelayanan medis untuk menyelamatkan orang-orang yang telah
kehilangan rumah mereka dan menjadi pengungsi. Saya percaya bahwa ini adalah
bantuan yang paling dibutuhkan oleh pengungsi,”ucapnya.
Sebagai
informasi, ISIS merilis sebuah video secara online dimana mereka menunjukkan
telah menyandera dua warga Jepang dengan meminta uang tebusan USD200 juta pada
Selasa (20/1) waktu setempat.
Dalam
video tersebut dua warga Jepang terindentifikasi sebagai Haruna Yukawa dan
Kenji Goto.
Goto sendiri adalah seorang jurnalis lepas berbasis di Tokyo yang
menulis sejumlah buku tentang AIDS dan nasib anak-anak ditengah zona perang
dari Afghanistan hingga Afrika.
Goto
sendiri bertemua dengan Yukawa pada tahun lalu yang membantunya melakukan
perjalanan ke Irak pada Juni lalu.
Terkait
dengan penyanderaan, Ayah Yukawa, Shoichi Yukawa menolak berkomentar dan
menyatakan dirinya sangat bingung terkait pembicaraan tentang anaknya.
Yang
menjadi pertanyaan hingga saat ini adalah belum diketahui profesi Yukawa serta
bagaimana kedua warga Jepang ini sampai ada di tangan ISIS.
Kontak
Blog > ervanca@Gmail.com
Twitter.com/Lorcasz
