Selasa, 10 Maret 2015

Soal Eksekusi Mati, Senator Australia Coba Lobi PBNU

JAKARTA, - Usaha Australia untuk mencoba mengeluarkan dua warganya dari pelaksanaan eksekusi mati tidak pernah berakhir.

Setelah mencoba mengungkit soal bantuan Tsunami kali ini Australi mencoba kembali dengan hadirnya seorang Senator ke negeri ini bertemu dengan tokoh ormas agama untuk meminta agar dua warga negaranya ditunda.

Adalah Nick Xenophon bersama Imam Masjid Afghan Adelaide, Australia Syekh Kafrawi serta penerjemah Abdurrahman Hamzah.

Duo warga negara Australia ini bertemu dengan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masuadi, Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU H Mohammad Maksoem Mahfudz, H Slamet Efendi Yusuf, H Iqbal Sullam dan H Kacung Marijan.

Sebagaimana informasi yang beredar, Syekh Kafrawi mengatakan bahwa pihaknya sadar yang dilakukan pemerintah Indonesia kami tidak minta membatalkan hanya ditunda agar kedepannya menjadi pembelajaraan bagi masyarakat Australia.

“Kami sadar bahwa pemberlakuan hukuman mati ini hak Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, kami tidak meminta dibatalkan tapi mohon untuk ditunda agar ke depan juga bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat Australia bahwa narkoba membawa bahaya yang sangat besar,”ucapnya.

Kafrawi juga mengatakan dalam kunjungan ini ingin mengetuk hati PBNU sebagai organisasi umat Islam terbesar di Indonesia bahwa duo Bali Nine sudah menunjukkan keinginan bertobat.

“Jadi, kami ingin mengetuk hati PBNU sebagai organisasi umat Islam terbesar di Indonesia dan juga umat beragama lain di sini, termasuk Pemerintah Indonesia bahwa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran sudah menunjukkan keinginan bertobat yang kuat. Islam adalah agama rahmat mengedepankan pengampunan maka sudah sewajarnya dua warga Australia itu mendapatkan pengampunan, “ucapnya.

Apa yang diminta Imam Masjid Adelaide tersebut ditanggapi Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud bahwa sikapnya mendukung hukuman mati terhadap pengedar dan bandar narkoba.

“Tidak semua hukuman mati kami dukung. Ketika Pemerintah Mesir akan mengeksekusi mati tahanan politik, kami bersurat ke PBB agar bisa menghentikan itu. Tapi kalau narkoba beda, karena narkoba sudah membunuh 50 orang di Indonesia setiap harinya,”ucapnya.

Sementara itu Senator Nick Xenophon mengatakan dirinya bisa memahami sikap PBNU terkait rencana hukuman mati terhadap duo Bali Nine namun tidak bisa mengintervensi hukum yang diterapkan di Indonesia.



Kontak Blog > ervanca@gmail.com

Twitter.com/CatatanLorcasz