JAKARTA, - Dalam pidato
budayanya merayakan Hari Perempuan Dunia, Megawati sedikit menyindir keberadaan
kaumnya di Parlemen dalam hal cara berpakaian mereka.
Sindiran Megawati ini disampaikan
di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta yang mengatakan dirinya hanya
bisa tertawa saja melihat tingkah laku anggota DPR perempuan.
“Itu Anggota DPR yang
terhormat, saya ketawa aja, yang baru-baru mohon maaf kalau ini sebagai kritik
cantik-cantik, wah keren-keren di sini tasnya yang dari apa entah, di sini tas
kantornya isinya buku tebal-tebal. Jadi saya lihat sebenarnya dia ke DPR mau
apa ya, itulah kenyataannya ibu-ibu,”ucapnya.
Soal keberadaan perempuan
dalam pemerintahan, Megawati pun bercerita ketika dirinya menjabat Wapres era
Presiden GusDur dimana atas desakan dari kalangan perempuan maka diterbitkan UU
terkait adanya 30 persen anggota parlemen diisi dari kaum wanita.
Menurutnya angka tersebut
sangatlah sulit karena ketika perempuan mendapatkan karir bagus di politik
namun ada halangan dari suami yang tidak rela istrinya lebih sukses dan itu
sering terjadi.
Dirinya pun memberikan
contoh bagaimana sang ibu aktif dalam berpolitik karena jaman itu sangat luar
biasa karena organisasi wanita pada waktu itu selalu punya dasar untuk politik
peremuan yang diperjuangkan.
Dirinya pun miris dimana
Indonesia yang berpenduduk sekitar 250 juta baru mempunyai satu presiden
perempuan.
“Kalau seperti saya
dielu-elukan, Presiden pertama perempuan sedih saya sebetulnya. Masa Indonesia
yang berpenduduk 250 juta Presiden Perempuan baru satu. Kan mestinya paling
tidak sudah mulai lagi ya, saya sampai bilang okelah mungkin paling tidak
wapres ya,”ucapnya.
Selain itu puteri mantan
proklamator ini juga sedih melihat banyaknya perempuan yang menganggap
berpolitik itu tabu dan hanya bisa dilakukan pria padahal dalam keseharian yang
dilakukan para ibu ini bagian dari perpolitikan negeri ini.
“Ibu-ibu sekarang kalau
datang (ke acara) hanya diam, dengar ceramah lalu pulang. Tidak beragurmen
berpikir, berdiskusi, berdebat, ini apa zaman perbudakan ? Apa perempuan Cuma bisa
jadi konco wingking ? Ibu bilang harga cabe itu, harga bawang masalah apa ? itu
ranah politik bu, politik berdagang,”ucapnya.
Dalam peringatan ini hadir
pula sejumlah menteri perempuan kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo, seratus
Bidan PTT dari seluruh Indonesia.
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz