BIRMINGHAM, - Ada yang
menarik dalam turnamen bulutangkis dunia, All England dimana pada tunggal
puteri mencatatkan sejarah olahraga tersebut dimana untuk pertama kalinya
Spanyol mencatatkan namanya dalam dunia bulutangkis.
Spanyol dan bulutangkis ? mungkin
terdengar aneh karena selama ini negara tersebut selalu diindetikkan dengan adu
banteng dengan matador atau perseteruan rivalitas sepakbola La Liga Real Madrid
dan Barcelona, namun kali ini bulutangkis.
Adalah Carolina Marin yang
membuat Spanyol mendapatkan tempat di dunia bulutangkis dimana dirinya berhasil
meraih juara dunia tunggal puteri All England dengan mengalahkan pebulutangkis
India.
Marin sendiri melaju hingga
menjadi juara dunia dimulai sejak junior melalui turnamen lintas umur dengan
segudang prestasi.
Dimulai Juara Eropa U-17,
Juara Eropa Junior kemudian medali perunggu pada Kejuaraan Dunia Junior pada
tahun 2011.
Pada tingkat senior dirinya
harus merasakan bagaimana dominiasi Tiongkok menguasi turname dunia
bulutangkis.
Namun perempuan bernama
lengkap Carolina María Marín Martín ini mampu melakukan dan bersaing dengan
para pebulutangkis senior.
Dan terbukti yang dimulai
pada Kejuaraan Dunia 2014 dimana dirinya mampu mengalahkan nama-nama unggulan
seperti Tai Tzu Ying, PV Sindhu, Wang Yihan bahkan Li Xuerui dia kandaskan pada
babak final.
Perempuan kelahiran Huelva,
15 Juni 1993 ini akhirnya mencatatkan namanya dalam kejuaraan bulutangkis
tertua di dunia, All England setelah mengalhkan Saina Nehwal dari India 16-21
21-14 dan 21-7.
Setelah menjuarai All England
serta kejuaraan Eropa sudah ada dalam genggaman Marin yang masih berusia 21
tahun.
Tidak mustahil dengan usia
terbilang muda emas Bulutangkis di Olimpiade Rio de Janiero 2016 tentu akan
menjadi target selanjutnya.
Jika itu bisa diraih, maka
akan menjadi ketegasan bahwa Spanyol tidak hanya identic dengan matador,
Clasico Madrid-Barca atau Rafael Nadal namun tentunya kehadiran sang perempuan
cantik yang bernama Carolina Marin
Kontak Blog >
ervanca@gmail.com
Twitter.com/CatatanLorcasz