Jumat, 10 Januari 2014

Dia Telah Menangkan Pertandingan Hidup ini dengan Bahagia




Tahun Baru 2014 sudah memasuki hari ke sepuluh tiba-tiba dikejutkan dengan kabar duka menyelimuti kami semua.

Adalah kaka ipar sepupu w (kalo di Batak dibilang mantunya Inangtua) yang ada di PekanBaru, Riau meninggal dunia tanggal 10 Januari 2014 pukul 00.24 di Ruang ICU Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati, Jakarta Selatan.

Adalah Tiur Malina Anggraini Siahaan nama si kaka ini masuk ke Jakarta di RSUP Fatmawati sejak Desember sebelumnya di RSCM masuk dengan gejala gagal ginjal namun setelah dicheck ternyata dari gagal ginjal ini sudah menyebar dimana parunya bermasalah, pneumonia dan masih banyak lagi.

Begitu masuk RSUP Fatmawati kondisinya naik-turun dan terakhir masuk ICU dan sepanjang ICU juga pun kondisinya naik-turun bahkan menjelang Natal dan Tahun Baru banyak memperkirakan kondisi c kaka makin tidak stabil namun mungkin Tuhan punya rencana lain.

Namun rencana itu indah sekali dimana pada tanggal 9 Januari tepat di ulangtahunnya yang ke-37 emak w dan w datang ke rumah sakit untuk besuk dan memberikan sedikit ritual orang batak ketika ulang tahun.

emak w dari rumah bawa sajian nasi dan satu ekor ikan mas diarsik untuk dimakan di kaka, walau hanya sedikit paling tidak itulah pengharapan orangtua kepada sang anak.

Pas pukul 11.45 w dan emak w masuk ke ruangan ICU setelah permisi dengan satpam yang jaga, ketika emak w meminta ijin untuk bawa makanan buat c kaka, ternyata c kaka (kaka dari suami c yang sakit ini) langsung memegang tangan emak w untuk masuk.

w dan emak w pun masuk sambil melihat kondisi c kaka, c emak langsung menyuapi c kaka walau ada suster yang menanyakan soal tindakan emak w, tapi ama suster yang satu langsung mengatakan tidak apa-apa karena lagi ulangtahun.

Emak w nyuruh salam setelah sebelumnya kasih tau ke kaka w siapa w ini,  pun ikut menyalami c kaka ngucapin ulangtahun yang tidak menyadari bahwa salaman dengan c kaka adalah untuk terakhir kalinya.

w keluar dari Fatmawati sekitar pukul 13.00 dengan cegat taksi w berangkat ke RS Medistra nebus obat bokap w karena sudah habis stocknya sementara emak w masih di Fatmawati.

Kelar dari Medistra sekitar pukul 13.30, w langsung menuju ke Sarinah untuk santai sejenak nyari kopi sebelum ke acara yang diajakin ama Ogi salah satu mitra kerja w, ternyata macet akhirnya w putuskan untuk langsung ke Museum Nasional.

Singkat cerita w nyampe di rumah udah pukul 21.45 dan menjadi kebiasaan dirumah w selalu kunci rumah dan periksa tiap pintu karena emak-bapak w ama c bontot udah pada tidur.


Karena lapar, c emak masak cuma buat c bapak akhirnya w beli mie tek-tek depan gang yang biasa w beli karena makanan biasa w kuetiau ndak ada akhirnya mie yang w pesen.

Kelar pesan dan jadi w pun ke rumah sebelumnya sudah w kunci semua termasuk pintu gudang luar, w pun menikmati mie goreng sambil nonton tipi, pas w mau tidur itu pukul 23.30 emak w keluar nyuruh w siap-siap karena c kaka udah di pompa.

Buru-buru lah w ganti baju siapin semua termasuk kabel dan chasan hengpong, kelar pas keluar rumah berapa meter dari gerbang kaka w yang atu telp bilang nyokap kalau c kaka istri c bang Tono ini udah liwat.

Nyampe ICU udah jam 00.30 ternyata jenazah masih ada di sana sebelum diberangkatkan ke ruang jenazah yang lokasinya jauh bener dach dibelakang banget.

Dan w akhirnya berada di Ruang Instalasi Jenazah RSUP Fatmawati amp pukul 09.00 bahkan sempat lihat ambulans bawa kantong mayat (korban criminal) pukul 03.00.

Ka, Selamat ulangtahun ya walau mungkin inilah kado terindah yang diberikan Tuhan kepadamu. Kau telah menangkan pertandingan hidup ini dan hidup berbahagia dengan Tuhan, kami akan selalu mengenangmu dan selalu menjaga abang serta c kaka kecil…


In Memory Tiur Malina Anggraini Siahaan ( 9 Januari 1977 - 10 Januari 2014)
@Lorcasz

Selasa, 07 Januari 2014

Ketika Cokelat Sabotase Siaran Radio




Bagi musisi mendengar kata siaran radio adalah tidak jauh dengan karya musik yang mereka ciptakan untuk diperdengarkan kepada penggemarnya namun bagaimana kalau musisi ditantang untuk jadi penyiar.

Inilah yang menjadi tantangan bagi group band, Cokelat membuka tahun 2014 dalam empat minggu di bulan Januari menjadi penyiar radio.

Menurut gitaris Cokelat, Edwin Marshal Syarif mengatakan siaran radio adalah tantangan yang unik bagi dirinya dan koleganya.

“Membuka tahun baru dengan siaran adalah tantangan yang unik bagi kami,”ucapnya.

Band yang beranggotakan Otto Trijati Pambudi (Drum), Febrianto “Ronny” Nugroho Surjono (bass), Ernest Fardiyan Sjarif dan Edwin Marshal Syarif (Gitar), Jackline (voka) dalam siaran selain soal musik namun juga kepedulian yang semakin tinggi terhadap kebangsaan, lingkungan dan lainnya.

“Cokelat kedepan akan membagikan pandangan baru yang lebih positif,”ucap Edwin.

Menurut Ronny, di usia Cokelat yang menginjak 18 tahun mereka ingin lebih peduli terhadap Indonesia bukan sekedar sebagai pelengkap namun juga bisa melengkapi



“Di usia 18 tahun ini kami akan lebih peduli kepada Indonesia bukan hanya sebagai pelengkap tetapi melengkapi,”ucap Ronny.

Ketika disinggung apakah Cokelat siap menghadapi hujatan masyarakat terhadap apa yang dilakukan mereka ketika siaran serta aksi mereka, Edwin dan Ronny pun satu suara mengatakan siap bahkan pihaknya menganggap biasa karena sering dihujat.

“Kami biasa kok dihujat hehehe,” ungkap Edwin

Sebagai informasi, Selama bulan Januari 2014 setiap hari Selasa pukul 18.00-20.00 WIB, Cokelat akan mensabotase siaran di I-Radio secara langsung di Studio 89.6 FM

Sabotase I-Radio sendiri program on air setiap Selasa mulai pukul 18.00 – 20.00 WIB yang disiarkan langsung di 89.6FM I-Radio Jakarta. Setiap bulannya akan ada artis atau band berbeda untuk siaran.



Program Sabotase I-Radio ini adalah apresiasi I-Radio kepada I-Listeners (pendengar I-radio) dan para fans musisi Indonesia untuk lebih dekat serta media komunikasi dengan artis-band idola mereka selama dua jam layaknya penyiar radio.

@Lorcasz

Indonesia Tolak Kiriman Balik Kapal Imigran



Indonesia dengan tegas menolak pengiriman kembali kapal imigran pencari suaka yang dilakukan militer Australia, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah yang ada soal penyeludupan manusia.

Sikap tegas ini disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa dihadapan puluhan Duta Besar negara sahabat dalam acara pernyataan pers Menlu RI di Gedung Nusantara, Kemlu, Pejambon, Jakarta.

“Saya sekali lagi menyatakan sikap Indonesia yang menolak dan menentang kebijakan mengirim balik kapal pencari suaka jika semua negara menerapkan kebijakan itu, tidak akan ada akhirnya,”ucapnya.


Namun Menlu Marty menolak mengomentari lebih detail soal kasus penghalauan kapal oleh militer Australia terhadap kapal imigran yang ditangkap di Pulau Rote karena menurutnya berhak memberikan informasi adalah koleganya Menteri Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto

@Lorcasz

Selasa, 31 Desember 2013

Terima Kasih 2013

Tidak terasa sudah diujung Desember 2013 itu berarti dalam hitungan ke depan kita akan masuk ke dalam gerbang 2014 yang katanya penuh dengan pertaruhan dalam hal politik termasuk olahraga 
Dalam hal politik dimana pada bulan April kita diwajibkan memilih (yang katanya) para wakil yang akan nantinya duduk di gedung yang ada di Senayan.

Di tahun yang sama juga  khususnya para penikmat sepakbola akan disuguhkan pertandingan berkualitas dari tim-tim pilihan demi satu tujuan yaitu juara Piala Dunia.





Sepanjang 2013 ini w merasakan dinamika ibarat roda berputar dimana ada saat jatuh dan saat  senang seperti harus menerima dituduh yang tidak-tidak dari rekan senior sesama kuli tinta yang w kenal karena faktor lainnya.

Walau sampai sekarang ini tuduhan itu tidak ada, w sich hanya berpikiran positif kalau itu semua adalah tantangan w untuk lebih maju lagi dalam memberikan informasi kepada masyarakat yang membutuhkan walau lapak dari orang yang dituduhkan kepada w mengalami akibat nya.

Kemudian di tahun 2013 dimana sejumlah dutabesar negara sahabat harus selesai masa tugasnya seperti Dutabesar AS untuk Indonesia, Scott Marciel dan Dutabesar AS untuk misi ASEAN, David L Carden yang harus meninggalkan negara ini kembali ke Washington DC karena masa dinas yang sudah selesai.

Dua sosok ini bagi w adalah sangat bersahabat, sangat jauh dari kesan AS yang arogan dengan segala pemberitaan dan tingkah laku terhadap penumpasan teroris

Selain dua Dubes AS harus meninggalkan Indonesia, di Indonesia sendiri terutama bagian Informasi Kementerian Luar Negeri RI, Pak Doddy juga harus meninggalkan Jakarta untuk penempatan pos diplomat nya di KBRI Wina, Austria.




Ditahun 2013 ini Indonesia mendapatkan kesempatan menjadi tempat para pesepakbola untuk sekedar meregangkan ototnya setelah berkompetisi serta persiapan di kompetisi mendatang seperti Liverpool, Arsenal dan Chelsea.

Untuk Chelsea w beruntung mendapatkan kesempatan untuk bertemu secara langsung dengan sang pelatih fenomenal yang kembali lagi menukangi klub asal Roman Abramovic, Jose Mourinho.

Dan masih banyak lagi, dan berhubung 2013 tinggal menghitung menit izinkan w memberikan beberapa photo kejadian yang menggambarkan tentang 2013 yang sempat w photo lewat kamera Samsung Nexus I yang akhirnya pada pameran pendidikan tinggi Uni Eropa harus raib dari kantong celana w di Puri Sahid Hotel.

















Selamat menikmat, selamat menyambut 2014 semoga di tahun yang kata orang akan banyak permasalahan, perdebatan kita masih diberi kesehatan dan apa yang menjadi cita-cita di tahun 2014 dapat terlaksana


@Lorcasz

2013 dalam Photo (Bagian XIII)


Java Soulnation 2013, Hari Pertama : Far East Movement



2013 dalam Photo (Bagian XII)


Java Soulnation 2013, Hari Pertama


2013 dalam Photo (Bagian XI)

Launching Tempat Baru Hard Rock Cafe Jakarta



2013 dalam Photo (Bagian X)


Pameran Pendidikan Tinggi Uni Eropa