"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca)*
Selasa, 31 Desember 2013
Senin, 30 Desember 2013
Gus Dur, Sang TGV Dari Indonesia
Tidak berasa hari ini, 30
Desember 2013 sudah empat tahun tokoh nasional yang berkharisma terkadang
nyeleneh, Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur ini meninggalkan kita
semua terkubur bersama dengan ideologinya yang sangat maju.
Iya Gus Dur saat ini sudah senang
bersama sang pencipta di alam sana, namun berbagai ilmu nya mampu membuat
negara ini tetap berjalan dan terbukti selalu yang dinantikan bagi negara lain.
Pemikiran Gus Dur selalu
terdepan, bahkan ada yang menganalogikan Gus Dur dan rakyat Indonesia itu
ibarat Gus Dur itu Kepala dari kereta TGV super cepat yang ada di Perancis
melaju sangat cepat dalam hitungan menit namun apakah badan kereta itu sama ?
tidak ! karena walau Gus Dur itu TGV tetapi rangkaian badan kereta yang ditarik
oleh TGV itu adalah KRL Jabodetabek ?!
Contoh nyata dari selangkah lebih
majunya Gus Dur adalah ketika dia mengeluarkan pernyataan akan membuka hubungan
diplomatic dan perdagangan dengan Israel, baru terucap saja hebohnya udah kayak
kiamat mau datang padahal kalo di telaah sebenarnya ada pentingnya dan
benar-benar penting
Kenapa benar penting, coba kita
lihat ke belakang atau search mbah google, ketika peristiwa kapal kemanusiaan Mavi
Marmara dimana terdapat 12 WNI yang berada di dalam kapal tersebut ditangkap
oleh tentara Israel (IDF).
Akibat peristiwa ini, Indonesia
terus mengecam apa yang dilakukan Israel tapi pertanyaannya apakah itu didengar
kuping Israel ? TIDAK !! karena kita tidak punya hubungan diplomatic, kalau
usulan Gus Dur itu di realisasikan pastinya saat itu Israel kebakaran jenggot
karena akan dibawa ancaman pemulangan Dubes atau persona non grata !
Tapi nyatanya apa, negara ini
terutama para diplomat kita yang handal berdiplomasi ternyata hanya bisa
berkoar-koar ibarat tong kosong somplak bunyi nya, dan para pendemo “polisi
agama” itu berdemo pun di tempat yang salah ya karena negara kita tidak ada
perwakilan Israel, yang akhirnya memilih Kedutaan AS tempat mereka memuntahkan
amarah nya terhadap Israel, padahal AS dan Israel itu BEDA TEMPAT, BEDA
BAPAK-IBU Bangsa juga, aneh kan tapi ITULAH BODOH nya RAKYAT INDONESIA !!
Ongkos diplomasi yang dikeluarkan
Indonesia untuk membebaskan 12 warganya CUKUP BESAR karena harus membutuhkan 3 KBRI di 3 negara yaitu
Jordan, Turki dan Mesir, coba kalau usul Gus Dur diperhatikan hanya 1 negara
yang dibutuhkan dan ongkosnya pun lebih sedikit, benar tidak ?!
Tapi kembali lagi apakah ucapan Gus
Dur itu benar-benar diresapi dengan matang-positif dan nurani oleh semua rakyat
Indonesia ?! TIDAK !!
Kemudian, menyebut para anggota
dewan kita adalah murid TK ternyata terbukti kan sampai hari ini apakah ada
mereka berprestasi dan benar-benar mewakili impian rakyat Indonesia untuk
memajukan negara terutama kebutuhan perut ?! TIDAK !
Coba tanya para anggota dewan
ini, sudah berapa RUU yang mereka naikkan menjadi Undang-Undang mulai dari disumpahin
menjadi anggota DPR hingga jelang pergantian tahun ?!
Berapa banyak anggota yang hadir
secara BATANG HIDUNG kelihatan mulai dari awal kegiatan sidang hingga berakhir
sidang ketika di siarkan secara langsung oleh stasiun televisi mulai dari meraka
disumpah jadi wakil rakyat hingga jelang pergantian tahun ?!
Silakan anda merenungkan ucapan
Gus Dur dengan fakta yang ada, ingat HADIR dalam artian tanda tangan ada dan
WUJUD ORANGnya hadir hingga selesai acara tersebut termasuk hari-hari mereka
bekerja di gedung senayan !!
Karena berkat Gus Dur,
teman-teman Tiongkok bisa aman, nyaman melakukan kegiatan mereka dalam
menjalankan perintah yang sudah ditanamkan sesuai aturan agama mereka seperti
merayakan kegiatan Imlek dan lainnya secara terbuka.
Walau saat ini masih banyak kaum
Tiongkok dan Nasrani yang dipersulit dalam hal perizinan untuk melakukan
kegiatan intim mereka (ibadah) dengan Tuhannya.
Berkat Gus Dur lah media saat ini
bisa bergerak bebas tanpa ada ikatan bahkan di awasi walau saat ini banyak
media menjadi delivery order bagi kepetingan pihak tertentu.
Dan Gus Dur pula yang menggebrak
dengan menutup Departemen Sosial karena dianggap sebagai sarang korupsi walau
saat ini dibuka kembali.
Gus Dur pula lah yang berhasil
menceraikan TNI-POLRI menjadi institusi yang berdiri sendiri sesuai dengan
tugas dan kewajibannya.
Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) yang ada saat ini pun tidak lepas dari pemikiran cemerlang dari pria
kelahiran 7 September 1940 ini.
Walau fisiknya terbatas namun
visi untuk membawa Indonesia ke depan patut diacungi jempol walau banyak yang
tidak menyetujuinya namun lambat laun pun kita terus teringat dengan keputusan
kontroversialnya hanya untuk satu tujuan yaitu membuat Indonesia selangkah
lebih maju
Dari sekian banyak prestasinya
apakah rakyat terutama kolega politiknya menghargainya ? TIDAK ! bahkan dengan
tega mereka “keroyok” Gus Dur dengan Sidang Istimewa MPR RI pada 23 Juli 2001.
Tahu dirinya “dikeroyok” Gus Dur
pun tidak melawan bahkan dirinya menyempatkan keluar Istana mengenakan pakaian
tidur dan (maaf) celana boxer sambil melambaikan tangan kepada para pendukung.
Namun yang harus diacungi jempol
dan menjadi inspirasi kita ketika “dikeroyok” dari Gus Dur adalah dirinya tidak
melawan walau secara latar belakang budaya dirinya bisa melawan bahkan para
pendukungnya yang berani mati dari berbagai daerah pun siap membela hingga
titik darah penghabisan.
DIrinya memilih untuk diam dan
tidak melayani permintaan para pendukungnya karena Gus Dur bukan seseorang yang
sesuatunya harus diakhiri dengan pertumpahan darah, lebih baik memilih jalan
damai anti kekerasan seperti yang diajarkan Mahatma Gandhi.
Kini, sosok kepala kereta TGV
tersebut sudah tidak ada dalam wujud fisiknya di antara kita namun pemikiran
dan hasil karya terbaiknya masih bisa kita lihat, rasakan hingga detik ini.
Gus, terima kasih atas karya mu
walau banyak orang memandang sebelah mata atas tindakan mu namun ketika dirimu
tidak ada justru karya mu lah yang berbicara saat ini..
Senin, 09 Desember 2013
Konser Ulangtahun Slank Lebih Bagus dari Metallica
Ada yang menarik dari persiapan konser 30 tahun perjalanan karir dari sebuah band rock, Slank dimana mereka akan menyuguhkan pertunjukan lebih bagus daripada konser band luar yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan Jakarta, Metallica.
Hal
ini disampaikan drummer Slank, Bimbim dalam jumpa pers jelang pertunjukan yang
bertajuk Clavo Premio Konser 30 Tahun Slank ‘ Nggak Ada Matinya’ di Hotel
Sultan, Jakarta.
“Secukupnya
GBK aja, Tapi kami bakalan lebih bagus daripada Metallica. Karena pas itu gue
nonton (konser Metallica,red) jadi tahu seberapa besar panggungnya dan
lain-lainya,”ucapnya
Ketika
ditanya soal berapa lagu yang dibawakan pada konser, Bimbim mengatakan
setidaknya ada 33 lagu namun total keseluruhan ada 40 lagu karena ada beberapa
lagu di jadikan satu (medley)
Soal
keamanan yang selama ini menjadi masalah serius membuat Megapro selaku promotor
dar konser ini mengatakan akan ada sekitar 2,500 personel Polda Metropolitan
Jakarta Raya (Metro Jaya) yang akan mengantisipasi acara ini.
“Akan
ada dua pintu masuk yang dibuka, pintu kuning dan merah. Kepolisian Metro Jaya
sudah menyiapkan 2,500 personel khusus untuk konser ini,”ucap Kiki dari
panitia.
Sebagai
informasi, Clavo Premio Konser 30 Tahun Slank ‘ Nggak Ada Matinya’ akan
berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta pada Jumat 13
Desember 2013 mendatang.
Pintu
akan dibuka pada pukul 18.00 dengan band pembuka Kotak dan The Painkillers
sementara Slank sendiri akan menyapa Slanker sekitar pukul 20.00.
Untuk
tiket box dapat diperoleh di jaringan Alfagroup dan Lawson dengan banderol
Rp50,000
Senin, 02 Desember 2013
Sosialisasi Bisnis Sosial, PSF Audiensi dengan Media dan Blogger
Sebagai instisusi bisnis sosial pertama di Indonesia, Putera Sampoerna Foundation (PSF) tentunya memiliki tantangan besar dalam mensosialisasikan konsep tersebut.
Terlebih
konsep seperti ini masih banyaknya masyarakat Indonesia yang ternyata belum
begitu paham mengenai konsep bisnis sosial, maka PSF mengajak para media dan
para bloggers untuk turut serta memahami konsep bisnis sosial dan selanjutnya
membantu mensosialisasikan kepada masyarakat
Acara
yang bertajuk, PSF Media-Bloggers Getaway yang berlokasi di Pinewood Resort and
Lodge, Cisarua. Acara yang digelar selama dua hari satu malam ini diikuti oleh
para peserta yang merupakan para jurnalis dan blogger.
Di
dalam acara tersebut, Pakar Corporate Social Responsibility (CSR), Pudyardono
Prajarto serta Managing Director PSF, Nenny Soemawinata menjadi pembicara dalam
sesi mini workshop mengenai konsep bisnis sosial tersebut.
Menurut
Pudyardono bahwa konsep tersebut bisa terwujud dalam suatu kesinambungan dan
konsep berlanjut dengan memperhatikan pada kearifan lokal
“Tujuan
dari konsep bisnis sosial adalah untuk mewujudkan suatu kesinambungan dan
konsep tersebut akan berkelanjutan jika tetap memperhatikan pada kearifan
lokal”, tutur Pudyardono di sela-sela presentasinya.
Sedangkan
Nenny menyatakan bahwa Tranformasi sosial melalui pendidikan diperlukan guna
terciptanya perubahan perekonomian suatu bangsa agar menjadi lebih baik.
Turut
hadir penerima dana bantuan pendidikan PSF (Muhammad Sokhi dan Karlita Natasha
Aini) yang masing-masing sedang menempuh pendidikan sarjananya di Universitas
Indonesia (UI) dan Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI).
M.
Sokhi merupakan seorang anak pengayuh becak dari Pasuruan Jawa Timur yang saat
ini menempuh pendidikannya di Fakultas Hukum UI, ia memiliki cita-cita mulia
untuk berkontribusi balik terhadap daerah asalnya untuk membangun kota Pasuruan
menjadi lebih baik.
“Berkat
PSF, saya bisa lebih memahami akan masa depan saya dan saya akan berkontribusi
balik terhadap daerah asal saya saat saya lulus kuliah nanti”, ungkap Sokhi.
Sementara
Karlita, selain tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Bisnis USBI, ia pun
merupakan penerima dana bantuan dari mitra donor PSF untuk melanjutkan studi
chemical engineering-nya di the University of Kansas, Amerika Serikat.
Karlita
sangat bangga menjadi lulusan Akademi Siswa Bangsa Internasional (ASBI) dan
berkesempatan berkuliah di USBI, serta akan melanjutkan kuliah di Amerika.
“tidak
ada persiapan khusus untuk belajar di Amerika karena selama bersekolah di ASBI
dan USBI, ia mendapatkan pengajaran dalam bahasa Inggris yang kini membuatnya
terbiasa untuk berbahasa Inggris,”ucapnya
Selain
berdiskusi para peserta juga diberikan pengetahuan tentang aplikasi daripada
bisnis sosial tersebut dengan mengunjungi Cisarua Integrated Farming untuk
memerah susu sapi, hasil dari perahan susu sapi tersebut disumbangkan kepada
anak-anak yatim di lingkungan sekitar.
Di
akhir acara, para peserta yang tergabung dalam beberapa kelompok tersebut
diberikan penghargaan atas pencapaiannya dalam bekerjasama dengan baik secara
berkelompok.
Setelah itu, para peserta diajak bertemu dengan anak-anak yatim piatu di lingkungan sekitar. Anak-anak yatim piatu tersebut diberikan berbagai kebutuhan peralatan sekolah, uang dan makanan sebagai upaya PSF, rekan-rekan jurnalis dan bloggers dalam berkontribusi balik terhadap penduduk sekitar yang membutuhkan bantuan dengan tetap mementingkan kearifan lokal.
Minggu, 01 Desember 2013
Akhir Ngebolang Bersama PSF
Kalau di awal w tulis Awal Ngebolang Bersama PSF kalau tulisan ini akhir dari awal tersebut (bingung kan, huahaha)
Pada keesokan harinya pukul 06.00
pagi kami sudah kumpul di tempat makan untuk sarapan karena pas pukul 07.00
sudah berangkat menuju tempat peternakan sapi untuk melihat bagaimana proses
pengambilan susu sapi dan tentunya ada games juga disana yaitu lomba memerah
sapi namun kembali lagi pada kesepakatan hasil dari lomba itu akan di
konversikan (cem program pemerintah soal gas buah melon hehehe) menjadi
perangkat peralatan sekolah untuk ade-ade yang ada dilingkungan sekitar tempat
kami menginap.
Tepat pukul 07.00 kami berangkat
dan seperti biasa peserta dengan bus sendiri dan panitia dengan kendaraannya
sendiri (kebersamaannya dimana yaa ? hmm) jarak dari penginapan ke tempat
pemberhentian satu yaitu peternakan sapi cukup dekat ibarat turun ke bawah.
Tibalah kami di peternakan sapi
tersebut dan tentunya donk disambut dengan lolongan sapi (hehehe..). kami pun
diterima oleh (kalo ndak salah) pak Dadang yang bertugas mengawasi lalu lintas
peredaran susu dari tubuh sapi menuju kemasan.
Kalau susu Pasteurisasi yang kita kenal itu ternyata kandungan susunya
masih utuh dalam artian benar-benar murni karena dipanaskan pada suhu 80C dan
penyimpanannya pada suhu maksimal 4C dengan daya tahan 2-10 hari
Sementara Susu UHT / kotak yang biasa kita lihat di supermarket itu,
dipanaskan pada suhu 120C namun kandungan nutrisinya HILANG 40%, penyimpanan
pada suhu ruang dengan daya tahan 3-6 bulan
Terus ada lagi, Susu Steril dipanaskan pada suhu 140C namun sayangnya
kandungan nutrisinya HILANG HAMPIR 60% dengan penyimpanan pada suhu ruang dan
bertahan pada 6-12 bulan
Ada lagi nich, Susu bubuk yang biasa dijumpai dalam kemasan kotak
ternyata itu proses pemanasannya pada 180C tapi efeknya adalah NUTRISInya
HILANG HAMPIR 80% walau penyimpanannya sesuai dengan suhu ruangan dan tahan
lama 12-18 bulan
Dan yang terakhir adalah Susu Kental Manis dimana prosesnya adalah
dibuat dari susu bubuk dengan penambahan air dipanaskan pada suhu 120C tapi
KANDUNGAN NUTRISInya HILANG HAMPIR 90% ! walau disimpan dalam suhu ruangan
serta bertahan pada 12-18 bulan
Kalau dilihat uraian di atas,
kalian masih mengkonsumsi susu yang menurut kalian hebat atau berpikir lain ?!
Setelah mendapatkan penjelasan,
kami dibawa menuju areal kandang sapi namun sebelum ke areal kandang sapi kami
dikenalkan dengan anak sapi dan berkesempatan untuk memberikan susu kepada sang
anak sapi berdasarkan kelompoknya
Kelar ngasih susu ke anak sapi
saatnya tiba juga menuju kandang sapi yang sebenarnya dan disana lah perlombaan
memerah susu sapi dimulai, tapi sebelum dimulai seperti biasa diberikan arahan
dari para ahli dalam pemerahan susu bagaimana tekniknya.
Setelah diberikan pengarahan dan
teknik serta ujicoba akhirnya dimulai lah perlombaan ini dan kelompok w dan
kelompok 1 yang mendapatkan giliran pertama dikarenakan sapi nya cuma ada dua
Setelah lima kelompok melakukan
kegiatan memerah susu maka dihitunglah jumlah literan hasil dari perahan,
kebetulan kelompok w mendapatkan peringkat kedua dengan jumlah (kalau ndak
salah) sekitar 1926 liter, lumayan lah dikonversikan menjadi sekitar 10 paket
peralatan alat sekolah
Kelar melakukan kegiatan memerah
sapi kembali ke tempat pertemuan untuk dibagikan beberapa susu segar yang
nantinya akan dibagikan kepada ade-ade sekitar penginapan dan tentunya kita
juga donk lumayan ada rasa cokelat dan strawberry, makasih ya ‘pi atas susunya
#eehh

Kelar dari peternakan sapi,
perjalanan kembali dilanjutkan ke perkebunan teh di kawasan puncak tepatnya di
Gunung Mas (bukan gunung mas yang sengketa ama Akil Mochtar yaa)
Setelah menempuh perjalanan
keluar dari kawasan peternakan sapi yang ternyata dekat dengan Taman Safari
kami pun langsung menuju ke atas ke arah puncak
Dan tibalah kami di perkebunan
yang ternyata memiliki sejarah dari Perancis dan Belanda dimana masuk dalam lima
besar dunia pemasok teh dunia.Cukup jauh untuk mendaki ke atas walau ketika akan menuju ke atas kami disuguhkan adanya kegiatan syuting pelem atau FTV, namun perjalanan menuju ke atas pun dapat terbalaskan dengan ciptaan Tuhan yang luar biasa, terima kasih Tuhan atas ciptaan mu ini bantu kami untuk menjaganya (halal cem 5cm ajaa)
Begitu sampai di atas kami pun
lakukan melakukan permainan dengan cara memetik daun teh dengan apa yang telah
diinstruksikan oleh sang penjaga semua pun berpencar untuk memetiknya,
kebetulan w ditugaskan untuk memanggul tempat penampungan dari daun teh
tersebut.
Setelah waktu ditentukan habis
maka dikumpulkan, ditimbang dan dilihat apakah sudah sesuai dengan yang
diinstruksikan sesuai dengan timbangan, selama menunggu penilaian masing-masing
kelompok pun berkumpul untuk menentukan materi apa dalam cerita sesuai kotak
yang semalam sudah dibagikan.
Akhirnya penghitungan sudah
selesai dan kebetulan kelompok w mendapatkan (kalau ga salah) peringkat keempat
apa kelima. setelah kelar semua maka saatnya turun ke bahwa kembali jadi total
4 kilo jalur yang kami tempuh dua kilo naik dua kilo turun


Tiba juga di areal parkir ketika sampai, entah karena lapar atau bagaimana begitu sampai di areal parkir dan kebetulan ada jajanan gorengan dan sate maka satu persatu sebelum masuk ke bus, karena waktu yang mepet.
Akhirnya kami semua keluar dari
areal perkebunan dan kembali ke penginapan jalur yang ditempuh pun berbeda
kalau tadi ketika pergi melewati depan kali ini memotong jalur melalui belakang
namun tetap ditemani dengan pemandangan ciptaan Tuhan.
Begitu sampai di penginapan kami
pun buru-buru beres-beres kamar dikarenakan adanya penghuni yang baru akan
menggunakan tempat kami, setelah kami beres-beres kami pun beranjak ke tempat
makan untuk makan siang sambil memberikan hadiah bagi para pemenang kebetulan
kelompok w mendapatkan hadiah buku tentang sejarah H.M. Sampoerna
Kelar dari makan siang, kami pun
beranjak menuju aula tempat pertama kali kami berkumpul ketika sampai ditempat
itu yang disambut dengan puluhan anak-anak yatim yang berada disekitar
penginapan.


Berbagai kata sambutan dan doa
dipanjatkan, namun sayangnya acara drama berdasarkan kotak tersebut tidak jadi
terlaksana karena faktor waktu namun kami bisa berphoto bersama sambil
memberikan paket alat sekolah yang telah disiapkan panitia hasil dari permainan
kami di peternakan susu dan perkebunan teh tadi.
Kelar itu semua, saatnya kembali ke Jakarta semua peralatan dimasukkan ke dalam bisa, kami pun satu-persatu masuk ke dalam bus dan diperiksa secara satu-satu kayak absen, setelah fix semua maka berangkat pulang lah kami keluar dari penginapan menuju Jakarta.
Begitu sampai di depan jalan
besar menuju Jakarta, ada dua orang yang turun di jalan untuk melanjutkan
perjalanan ke tempatnya yang mungkin lebih dekat.
Sebelum masuk tol pun satu Ibu
turun, setelah itu masuk tol menuju Jakarta, begitu sampai di Jakarta tepatnya
dekat pintu keluar UKI, ada rekan yang turun, setelah itu lanjut menuju tol
dalam kota dan keluar di depan Polda Metropolitan Jakarta Raya.
Masuk ke semanggi tepatnya depan
Atmajaya baru turun rombongan setengah besar dan akhirnya sisa sekitar 4-8
orang tinggal hingga turun di komplek Sampoerna Strategic.
Dan begitu turun dari bus di
Sampoerna semua berpencar ada sekitar 5 orang memilih tetap berkumpul dengan
mengambil tempat di sekitar Blok M dan w ama yang lain memilih untuk pulang.
Dan sampai rumah w pukul 19.00 karena
macet yang luar biasa di sekitar ambassador hingga Kokas karena ya tau sendiri
lah malam minggu..
Sekali lagi terima kasih untuk
Putera Sampoerna Foundation untuk acara nya, ditunggu acara selanjutnya dan
kalau bisa berbaur lah baik secara mobil atau apapun kalau itu memang acaranya
kebersamaan :D
@Lorcasz
Langganan:
Postingan (Atom)






















































