Minggu, 07 Oktober 2012

Menikmati Keindahan Benteng Vredeburg


Hari pertama setelah tiba di kota Jogjakarta pada pukul 02.00 dini hari setelah berangkat dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat Pkl 17.00 langsung pasang rencana mau kemana dan tujuan awal adalah kawasan Malioboro yang terkondang itu.


Dengan menggunakan jasa becak dari sebuah rumah di Gang Leo dekat dengan museum sandi negara, w menelusuri jalan yang dinihari tadi w lewati, nampak sangat berbeda sekali jalan di Jogja ini dengan Jakarta apakah karena hari sabtu namun setelah bertanya-tanya ternyata hari kerja pun situasi jalan di kota ini sama dengan yang w alami saat ini, alangkah enaknya warga kota ini

Begitu sampai didepan Kantor Pos Besar Jogjakarta, w langsung dengan spontan setelah membayar uang becak langsung photo tugu yang ada dihadapan w yaitu tugu monument serangan umum 1 maret yang kondang itu (jaman orba) huahahaha..


Karena tidak tahu pintu masuk nya dimana akhirnya w memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan hingga akhirnya mata w secara tidak sengaja melirik ke arah samping kiri yaitu ada bangunan dengan tulisan di atas tengah Vrendenburg.


W masih bingung gedung apa ini setelah berpikir agak lama, w baru tahu kalau ini adalah bekas benteng Belanda ketika jaman penjajahan dan peradaban masehi


Setelah membayar (seperti biasa) IDR 3,000 untuk tiket masuk dan IDR 1,000 untuk photo akhirnya w masuk juga ke benteng ini, hal yang pertama w lakukan adalah memasuki beberapa ruangan yang ada di kawasan tersebut.


Ruangan pertama yang masuki adalah ruangan diorama sejarah dimana ketika w masuk sudah disambut dengan mesin pencetak Koran dari media Jogja yang terkenal yaitu Kedaulatan Rakyat yang masih terlihat jadul namun memliki sejarah dari Koran tersebut walau sekarang sudah eranya digital namun ketika melihat itu maka kita bisa lihat bagaimana sejarahnya bener ga ?!


Setelah melihat mesin pencetak koran milik Kedaulatan Rakyat, w langsung menuju kebeberapa diorama seperti ketika Ir Soekarno dan Hatta yang datang ke Jogja untuk menjadikan negara tersebut menjadi ibukota sementara.


Atau diorama-diorama seputar kegiatan bersejarah yang lahir dari kota Jogjakarta ini, seperti lahirnya Taman Siswa oleh Ki Hadjar Dewantara atau tentang rapat besar wanita Indonesia, pertempuran 1 Maret dan masih banyak lagi sejarah Indonesia yang lahir di kota ini dan dijadikan dioramanya.








Di benteng ini juga terdapat beberapa peta jaman kemerdekaan, bahkan ada satu gambar yang menunjukkan kegiatan ayahanda dari Sri Sultan Hamengkubowono yaitu Sri Sultan HB ke-IX dan juga Ir Soekarno dengan para koleganya dari berbagai bidang baik dari dalam maupun luar negeri.





Sabtu, 06 Oktober 2012

Ketika Kumpulan Kereta Berbicara


Kisah ini dimulai ketika pada Minggu Pagi (9/9) setelah semalaman menikmati suasana malam daripada kawasan Malioboro dan ingin memulai petualangan di rumah Sultan Hamengkubuwono ke-IX maka terbersit keinginan untuk kembali menjelajah kawasan Istana.

Berangkat dari sebuah rumah di Gang Leo, dekat museum sandi negara, w menelusuri kembali jalanan di Jogjakarta dan sampailah di lampu merah setelah menumpang bus nomor empat setelah sana-sini bertanya akhirnya ketemu juga jalan yang menuju kawasan Istana.

Setelah sampai di depan alun-alun depan Istana ternyata berbarengan dengan kegiatan ulangtahun stasiun televise tertua dinegara ini, TVRI dan TVRI Jogja yang menggelar parade sepeda santai yang saat itu sudah selesai.

Setelah melewati celah-celah para pengendara sepeda dan motor sampai juga di pintu gerbang Istana namun sebelum masuk harus membayar sejumlah tiket yaitu IDR 3000 untuk tiket masuk dan IDR 1000 untuk photo, namun yang akan didapat hanya berupa pelataran teras saja tidak temasuk didalam akhirnya w memutuskan untuk pergi ke museum kereta kerajaan yang tidak jauh dari sana persisnya disamping keraton.

Di museum kereta ini, w kagum melihat isi museum yang menampilkan beberapa kereta kencana yang digunakan anggota kerajaan, walau kagum namun sebenarnya agak miris jika melihat ruangannya yang hampir tidak layak dan tidak diperhatikan seperti ada beberapa yang temboknya sudah rusak bahkan berdebu atau ada sebuah photo yang w lihat ketika diperhatikan ternyata kacanya retak dan tetap berdebu namun ya bagaimana lagi secara negara tidak mungkin bisa diminta karena sudah banyak beban walau itu memang kewajiban mereka untuk memelihara, jadi inget ucapan bung Karno, JAS MERAH, Jangan Sekali-kali melupakan sejarah, bener ga ?!


Setelah kekesalan w terhadap situasi museum tersebut, w lebih kesal lagi adalah tidak konsistennya perangkat dengan yang ada, kenapa w bilang gitu, sekarang coba lihat gambar di bawah ini dimana pada di depan dinding ada tulisan dilarang merok, tetapi nyatanya salah satu staff dari museum tersebut melanggarnya dengan santainya menikmati rokok sambil mengutak-atik telepon selularnya !! ciri orang Indonesia banget....






Inilah gambar-gambar yang w ambil dari museum kereta keraton, selamat menikmati














Semalam di Jogja



Bukan maksud norak apa pamer tapi inilah pertama kalinya ke luar dari kota Bekasi yang selama ini w tempati sejak tahun 1984.

Berangkat dari Gambir pukul 16.30 menempuh perjalanan selama 8 jam lebih dan sampai di kota Jogjakarta pada pukul 01.30 dinihari.

Hanya tidur dari pukul 3.30 dan bangun pukul 7.30, w memulai perjalanan ngobrak-abrik kota Jogjakarta yang selama ini hanya w baca dan denger .

Tempat pertama adalah mengunjungi sekolah khusus ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) Samara yang berada tidak jauh dari Kebun Binatang Gembira Loka, ditempat itu w melihat sarana sekolah yang difasilitasi oleh Kemdiknas pusat.

Melihat fasilitas sekolah tersebut ibarat dua sisi mata uang, dimana  satu sisi ada kebanggaan karena negara dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan masih punya nurani untuk memberikan fasilitas tersebut walaupun secara ruang tidak layak dari segi kesehatan dan lingkungan karena gedung tersebut beratap kan seng bukan genteng pada lazimnya.

Selepas dari sekolah tersebut, w berangkat menuju maskotnya Jogjakarta yang tidak lain tidak bukan adalah kawasan Maliobro, tapi sebelum menginjakan dan menjelajah layaknya bocah petualang, w mampir dulu ke benteng belanda, yaitu Vredenburg (lengkapnya ada di kisah selanjutnya)

Setelah berkeliling benteng tersebut hingga atas dan menemukan sepasang cah ayu ama cah lanang pake baju pramuka sedang memadu kasih (ciieee) atau ngadem ya di bawah pohon rindang.

Keluar dari Benteng Vrendenburg, langsung menyusuri hiruk pikuknya jalan Malioboro yang tersohor di dunia (mungkin juga) akherat hehehe.. berbagai macam baju batik, baju lucu2an dan aksesori tumpah se-tumpahnya di pinggir jalan ini dan tidak ada matenya ini jalan.

Akhirnya hari pertama di Jogja tepatnya di Malioboro hingga pukul 21.00 dan kembali ke rumah yang berada di Gang Leo dekat Asrama Mahasiswa asal Sulawesi Tenggara dengan menggunakan becak khas sambil merasakan malamnya kota Jogja, melihat denyut nadi kehidupan warga Jogja ketika malam hari dimana beda sekali dengan Jakarta.

Sampai disini dulu ya pembuka perjalanan ke Jogjakarta dan selamat menikmati tulisan-tulisan saya ketika berada di kota yang benar-benar KHUSUS, ISTIMEWA dan dilestarikan dari apapun termasuk diantaranya adanya pemisahan jabatan antara Sultan sebagai pemegang Jogjakarta dan Jogjakarta sebagai Propinsi.


Jogjakarta, 080912 

Rabu, 12 September 2012

Morotai, Awal Dari Hubungan RI-AS

Mungkin sebagian dari kita tidak tahu apa dan dimana Pulau Morotai tersebut, namun kawasan ini memiliki histori yang mendalam dan awal hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat. 

Menurut Kolonel William Davis dari MacArthur Memorial Museum mengatakan bahwa Morotai bukan seperti Iwo Jima tetapi peran dari daerah tersebut sangat penting yaitu sangat vital untuk kemenangan sekutu di perang pasifik termasuk dalam pembebasan Filipina dan Kalimantan serta memungkinkan sekutu memotong persediaan logistic untuk Jepang. 

“Morotai adalah sangat vital untuk kemenangan sekutu di Perang Pasifik termasuk dalam pembebasan Filipina dan Kalimantan serta untuk memotong persediaan vital untuk tentara Jepang yang berkekuatan sekitar 200 ribu orang,” ucapnya dalam sebuah diskusi yang diadakan di Pusat Kebudayaan Digital Amerika Serikat, @atamerica, Jakarta, Senin (10/9) 

Dalam sejarah Morotai sendiri setidaknya adalah dua tokoh yang sangat berjasa bagi kedua negara yaitu Petit Muharto Kartodirdjo serta Bobby Freeber dimana kedua orang ini turut andil dalam perjuangan kemerdekaan termasuk diantaranya merintis cikal bakal lahirnya Angkatan Udara Republik Indonesia. 

Sebagai informasi, Sejarah itu bermula pada September 1944, ketika Jenderal Douglas MacArthur membawa ratusan pesawat Sekutu ke Morotai. MacArthur memilih pulau itu karena posisinya sangat dekat dengan Filipina dan berada di sisi Samudera Pasifik. Dalam waktu tiga bulan Morotai menjadi pulau militer. 

Sebagai pusat konsolidasi pasukan Divisi VII Angkatan Perang Amerika Serikat yang tengah menaklukkan Jepang, MacArthur memboyong 3.000 pesawat tempur sekutu, terdiri dari pesawat angkut, pengebom, dan 63 batalion tempur ke Morotai. 

Hasilnya, Amerika dan Sekutu berhasil melumpuhkan Jepang melalui Filipina. Peninggalan Perang Dunia II tidak hanya landasan pacu. Di Pulau Zum Zum, dekat dengan Morotai, terdapat bungker tentara Amerika Serikat. 

Dulu bungker ini menjadi tempat persembunyian senjata dan tentara Amerika. Sedangkan di antara hutan mangrove terdapat gua tempat tentara Jepang bertahan.

@atamerica, 100912

Petit Muharto Kartodirjo dan Bobby Freeber, Tokoh Dibalik Hubungan RI-AS

Mungkin hingga kini tidak ada yang mengenal siapa dan apa peranan dari dua tokoh beda kewarganegaraan yaitu Petit Muharto Kartodirjo dan Bobby Freeber namun dari kedua tokoh ini akan terkuak tentang hubungan antar negara yaitu Amerika Serikat dan Indonesia. 

Sebagaimana di ceritakan oleh sang Putra Petit Muharto Kartodirdjo, Eko Muhatma Kartodirdjo, awal mula bertemua dan bersahabat ayahnya dengan Bobby Freeber dimulai ketika di Singapura untuk membujuk beberapa maskapai penerbangan untuk terbang ke Indonesia termasuk diantaranya CALI (Philipina), Cathay Pasific (Hongkong), South Eastern Airways. 

“Ayah saya bertemu Bobby Freeber di Singapura ketika itu sedang membujuk beberapa maskapai untuk terbang ke Indonesia,dan Bobby Freeber bekerja sebagai pilot carter pada CALI” ucapnya ketika berbicara dalam sebuah diskusi di Pusat Budaya Digital Amerika Serikat, @atamerica, Jakarta, Senin (10/9) 

Menurut Eko, ayahnya yang memulai sekolah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini pada tahun 1940 dan masuk Akademi Militer pada 1946 mengatakan melakukan beberapa kali penerbangan dengan Bobby, Petit baru menyadari tampaknya Bobby ikut merasakan perjuangan kemerdekaan Indonesia dan merasa patut mendukung. 

Pada 6 Juni 1947, Bobby membeli pesawat Douglas C-47. Pesawat milik Bobby tersebut kemudian dicarter oleh AURI dan dengan saran Petit, diberi nomor registrasi RI002. Persahabatan itu tetap terjalin walaupun secara fisik tidak memungkinkan dimana Pada tanggal 1Oktober 1948, RI002 terbang ke Bukit Tinggi. Pesawat itu mengangkut 20 kg emas dari pertambangan Cikoto bersama muatan lain. Emas tersebut akan digunakan untuk membeli pesawat baru bagi Indonesia. 
Pesawat tersebut direncanakan terbang dari Yogyakarta ke Gorda lalu Tanjung Karang dan Bukit Tinggi diawaki oleh kapten dan pilot Bobby Freeberg, Ko-pilot Bambang Saptoadji, ahli teknik Sumadi, operator radio Suryatman, ko-pilot kedua Santoso dan wakil Bupati Banten, Samaun Bakri. 

Petit yang waktu itu tidak ikut penerbangan tersebut menanti kepulangan sahabat karibnya Bobby, ia berharap Bobby dapat menghadiri pernikahannya. 

Namun, Bobby tak kunjung datang, R1002 bagai hilang ditelan bumi. Baru 30 tahun kemudian, pada tanggal 7 April 1978, dua orang petani dari Sumatera yang tengah merambah hutan di gunung Punggur di bagian utara dari Lampung menemukan reruntuhan R1002. 

Petit Muharto Kartodirdjo dan Bobby Earl Freeberg telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia dan juga pendiri penerbangan militer di Indonesia. Bahkan Petit tercatat sebagai Atase Militer Udara pertama di Kedutaan Besar RI untuk Philipina pada periode 1955-1958 

Hingga akhir hayatnya pada tahun 2000, Petit masih terus mencari keberadaan sahabat sejatinya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Petit Muharto Kartodirdjo dan Bobby Earl Freeberg adalah laki-laki pemberani dan idealis, yang rela berkorban demi kejayaan Indonesia. 

Namun sayang, sampai detik ini keduanya belum pernah menerima penghargaan apapun atas jasa-jasanya dari asal negara mereka. 

@atamerica 100912

Minggu, 01 Juli 2012

Memang Kondom itu Salah Apa ?!

Ilustrasi -  (c)Catatanlorcasz
Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf. 

Beberapa minggu terakhir kita dikejutkan dengan adanya ucapan dari seseorang yang membuat beberapa kalangan panas kuping dan menganggap ketika kebijakan itu dijalankan berarti melegalkan suatu norma yang tidak sesuai dengan negara. 

Adalah ucapan dari Menteri Kesehatan RI yang baru saja dilantik menggantikan pejabat lama yang wafat karena sakit paru-paru yaitu Nafsiah Mboi yang mengeluarkan pernyataan bahwa akan ada pembagian kondom secara cuma-cuma kepada kalangan anak muda. 

Akibat pernyataan yang entah resmi atau tidak soal pembagian kondom ini membuat beberapa kalangan terutama kalangan agamais protes keras, dengan alasan tidak sesuai dengan norma sosial dan ketimuran Indonesia serta jika kalau ini benar dijalankan berarti Pemerintah RI melegalkan seks bebas. Akhirnya isu itu dibantahkan oleh Menteri Nafsiah ketika bertemu dengan para pendemo dari Forum Umat Islam (FUI) di Kementerian Kesehatan RI, Kuningan- Jakarta Sabtu (30/6) 

"Tidak benar ada pernyataan akan membagi-bagikan kondom kepada remaja. Kembali saya tegaskan tidak ada kondomisasi di Indonesia," ujarnya. 

Terlepas dari kontroversi itu sendiri, pertanyaan sekarang adalah apa salah kondom sehingga diperbincangkan banyak pihak layaknya selebritis papan atas. 

Kalau penulis ditanya apakah perlu kondom dibagi-bagikan kepada masyarakat terutama kaum remaja ? penulis kira perlu lah kenapa perlu, ada beberapa pertanyaan yang harus kita refleksikan dalam nurani kita. 

Pertanyaan itu adalah, pernahkah ketika waktu remaja kita diberikan pendidikan seksual secara kesehatan dan ilmiah dari orangtua kita dalam suasana seperti ketika makan atau nonton televisi bersama, terutama apa fungsi kondom, fungsi (maaf) penis, kenapa (maaf) penis bisa ereksi, kenapa wanita punya payudara, pernah kah ? 

Pasti jawabannya tidak pernah, iya kan ?! Justru seperti inilah kenapa beberapa tahun lalu ada sebuah survey (penulis lupa tahun dan sumber yang melakukan survey) bahwa hampir 75 persen PEREMPUAN USIA PELAJAR di Yogyakarta TIDAK PERAWAN, sekali lagi TIDAK PERAWAN ?! pertanyaan sekarang adalah, bagaimana bisa mereka bisa tidak perawan, darimana mereka bisa melakukan itu ?! silakan anda prediksi sendiri jika mengacu pertanyaan penulis di atas. 

Menurut penulis, kita jangan lah jadi manusia munafik, SOK berkata “ kita kan budaya timur”, baiklah budaya timur tetapi kalau kayak kasus 75 persen pelajar perempuan tidak perawan lagi apakah ini masih dikatakan budaya timur ? 

Penulis sangat mengakui kok kalau negara ini isinya manusia-manusia munafik, kita bisa lihat bagaimana seorang pemimpin redaksi majalah dewasa yang beberapa tahun lalu sempat heboh karena di protes oleh organisasi masyarakat yang berlabel AGAMA dimana selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam hal ini muslim dan membuat masyarakat geram tetapi nyatanya apa ?! 

Lewat kicauan di akun microblogging-nya, sang pemred ini membeberkan busuknya organisasi ini dimana mereka menipu dengan mengajak damai namun ada beberapa syarat yang mereka minta, akhirnya dikabulkan oleh sang pemred dan tercengang lah dirinya dimana manusia-manusia dari organisasi minta dibayarin naik Haji dan berlibur ke Bali, Sesampainya di Bali, mereka tanpa aling-aling meminta berkunjung ke klub malam, pesan minuman alcohol merek internasional yang dikenal oleh penikmat minuman bahkan mereka tidak segan-segan meminta WANITA untuk menemani mereka dan menganggap WANITA-WANITA BULE TIDAK LEBIH SEPERTI (maaf) PEREK ! 

Singkat cerita apa yang mereka tawarkan ternyata bohong belaka dan sang pemred harus jalani hukuman dan baru dibebaskan beberapa bulan lalu.. Inikah yang disebut budaya timur dan menjunjung agama ?! 

Menurut penulis, sudah lah entah itu benar kondom itu dibagi-bagikan kepada kalangan remaja, biarlah mereka yang menentukan sendiri mau diapakan ketika kondom itu diberikan kepada mereka kenapa juga kita yang ribut, benar tidak ?! 

Yang harus diperhatikan sekarang untuk masyarakat dan juga negara dalam hal ini adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI adalah membuat kurikulum tentang pendidikan seks, walau dibilang ini akan jadi kontroversi tetapi harus karena kita detik ini tidak punya kurikulum atau patokan dasar dan wajib tentang pendidikan seks walau nantinya akan ditentang. 

Apakah nanti kondom akan dibagikan kepada remaja atau tidak kita lihat saja nanti, namun yang menjadi renungan kembali adalah, banyak orang mengatakan segala sesuatu didunia ini diawali dari keluarga, lantas apakah ketika anaknya hamil diluar nikah, atau tidak perawan karena faktor keluarga yang tidak bereas, sementara keluarganya dari sang anak TIDAK PERNAH mengajarkan tentang pendidikan seks, lantas mereka mendapatkan darimana ?! 

Jangan salahkan teman mereka atau femonema teknologi seperti facebook, twitter atau video game tapi tanyakan kepada orangtuanya apa yang mereka telah lakukan kepada anak mereka terutama pendidikan sex jangan cuma BISA-nya BERMAIN DIRANJANG dengan hebat tapi ga bisa menjelaskan artian sex dalam kajian ilmiah dan kesehatan !! 

Taman Galaxy, 01072012 00:25

Jumat, 15 Juni 2012

Ahmadiyah, Ibarat Habis Manis Sepah Di Buang !!!


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.

Di saat para ratusan warga lintas agama merayakan dan mengikuti kegiatan kegiatan lintas agama se-dunia di Kawasan Senayan pada minggu pagi beberapa ratus kilometer dari lokasi kegiatan tersebut tepatnya di sebuah desa kawasan Pandeglang terjadi sebuah kejadian yang mengakibatkan 3 orang tewas dan 6 orang luka berat karena aksi oleh orang-orang yang merasa dirinya DIUTUS oleh Tuhan untuk menghancurkan apa yang tidak dikenankan oleh Tuhan.

3 orang tewas tersebut adalah warga Ahmadiyah sebuah aliran agama yang pola pikir dan ibadatnya yang berbeda dengan suatu agama dalam hal ini agama Islam. Akibat dari kejadian banyak sekali pejabat berkomentar layaknya dagelan seni panggung di mana semua berkoar-koar agar kasus ini di tuntaskan tetapi apakah akan di tuntaskan ? kasus-kasus yang serupa saja sampai sekarang tidak ada akhirnya dalam hal pengungkapan pelaku dan ganjaran hukuman yang setimpal !

Penulis tidak akan menjabarkan tentang isi ajaran ini, tetapi penulis merasa prihatin dengan apa yang di rasakan oleh para jemaah Ahmadiyah, padahal kalau mau dilihat “umur” dari agama Ahmadiyah ini hampir sama dengan lahirnya negara ini bahkan mereka pun membantu negara ini baik fisik maupun non fisik untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Merdeka, tetapi hal ini tidak pernah terlintas dalam pikiran para pemimpin negara saat ini seperti Presiden Republik Indonesia, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jaksa Agung Republik Indonesia !

Kenapa penulis mengatakan bahwa Ahmadiyah mempunyai peran sangat besar dalam mewujudkan kemerdekaan Republik Indonesia yang sekarang terlupakan oleh para pejabat negara ini yang berkantor di kawasan Merdeka Selatan dan Barat, kita bisa lihat para anggota Ahmadiyah aktif bersama-sama dengan pejuang lainnya mengangkat senjata SEBAGAI anggota BKR-TKR ataupun laskar-laskar rakyat atau badan-badan perjuangan lainnya seperti KOWANI, KNI. Bahkan Ketua PB Ahmadiyah pada waktu itu yaitu (alm) R. Mohammad Muhyiddin seorang pegawai tinggi di Indonesia AKTIF dalam mempertahankan kedaulatan RI yang pertama di Jakarta. Bahkan dalam waktu perayaan HUT Kemerdekaan RI yang pertama, beliau DIANGKAT sebagai Sekretaris Panitia dan beliau sendiri pada hari perayaan Kemerdekaan RI pertama MEMIMPIN BARISAN PAWAI DENGAN MEMEGANG BENDERA SANG SAKA MERAH PUTIH !! tetapi tragis bagi beliau delapan hari sebelum hari acara di culik oleh Belanda dan HINGGA KINI keberadaannya pun tidak diketahui kabar yang beredar mengatakan bahwa beliau di bawa ke wilayah Depok dan langsung di eksekusi..

Ada juga seperti Saudara Maulwi Ahmad Nuruddin dan Haji Sadruddin Yahya Pontoh dimana mereka giat sekali mengunjungi pemusatan atau tempat tentara India yang ada di Jakarta untuk menjelaskan dalam bahasa Urdu dan Inggris kepada mereka tentang kebenaran dan kesucian perjuangan bangsa Indonesia hingga banyak dari tentara India menjadi insafidan MELARIKAN DIRI yang kemudian BERGABUNG dan BERJUANG dengan bangsa Indonesia. Kemudian ada lagi Bapak Abdul Wahid HA dan Malik Azaz Ahmad Khan yang AKTIF SEBAGAI PENYIAR RRI untuk siaran bahasa Urdu untuk memperkenalkan perjuangan dan kemerdekaan Bangsa Indonesia ke negara India dan dunia..

Para Jemaah Ahmadiyah di Sumatera Barat dan Sumatera Utara TIDAK KETINGGALAN mengambil bagian dalam perjuangan fisik melawan Belanda, SEBAGAI CATATAN dan RENUNGAN SECARA NURANI bahwa ketika Republik Indonesia MEMERLUKAN PINJAMAN uang dari rakyat maka anggota Jemaat Ahmadiyah DENGAN SPONTAN MEMBERIKAN dengan segenap kemampuan yang ada, tidak sedikit jumlah uang yang di berikan oleh jemaaah ini seperti yang dilakukan oleh Jemaah Ahmadiyah Cabang Garut !!

Kemudian siapa yang tidak kenal dengan lagu Indonesia Raya yang menjadi lagu kebangsaan negara ini, lagu ini di ciptakan oleh seorang AHMADIYAH yang bernama Wage Rudolf Supratman atau biasa di kenal sebagai W.R. Supratman walaupun pada menjelang ajalnya dan akan di kebumikan hanya di dampingi oleh koleganya dan rakyat pun tidak tahu ketika itu kalau yang akan di kebumikan adalah tokoh yang telah membuat lagu kebangsaan !!

Bahkan anak muda mahasiswa kedokteran jaket kuning yang menjadi korban pergolakan Politik tahun 1960-an dimana awal kejatuhan kepemimpinan Soekarno yang sering disebut sebagai Pahlawan Amanat Penderitaan Rakyat-Ampera, Arif Rahman Hakim adalah seorang warga Ahmadiyah

Dari cerita-cerita yang penulis utarakan di atas tadi terlepas anda percaya atau tidak, masih kah kita khususnya para pelaku atau kelompok yang mengatasnamakan Agama dan garis keras ini dan juga pejabat negara ini khususnya Kementerian Agama Republik Indonesia berniat untuk MEMBUBARKAN AHMADIYAH ?!

Bukan penulis membela Ahmadiyah atau apapun, tetapi kalau mau diukur atau di bandingkan memangnya para orang-orang atau kelompok yang mengatasnamakan Agama baik itu konservatif hingga fundamentalis radikal (tidak perlu penulis sebutkan satu-satu tetapi anda sudah tahu siapa aja mereka) SUDAH BERPRESTASI apa untuk negara ini jika kita melihat PRESTASI dari para kawan-kawan Ahmadiyah !

Percuma di bentuk Satuan Tugas TIDAK JELAS (Satgas) untuk menginvestigasi kasus ini kalau pemimpinnya pun PERNAH bermasalah dalam hal HAM ketika bertugas di Sulawesi Selatan, satu-satunya cara biarlah mereka hidup dengan ideologinya lagipula mereka dalam beraktivitas TIDAK PERNAH melakukan yang namanya AHMADIYAHISASI memangnya kelompok-kelompok yang bernamakan Tuhan dan Agama itu yang selalu mengAGAMAISASI suatu agama dan akhirnya memecah belah seperti kasus Ambon, Sampit, Sambas beberapa tahun lalu benar tidak ? Pemerintah kita CUMA BISA REAKTIF tetapi tidak pernah ada solusi yang membuat jera seperti kasus Penusukan anggota Jemaat HKBP Ciketing dimana para pelaku HANYA di tampar dengan hukuman 6-10 BULAN sementara apa yang menjadi HAK daripada para jemaat ini yang mana tanah itu tanah mereka sendiri TIDAK BISA DIBANGUN tempat ibadah PADAHAL ITU TANAH MEREKA SENDIRI !!!!

Jadi kiranya kita semua JANGAN LIAT Ahmadiyah dari cara mereka beribadat walaupun sangat berbeda tetapi LIHAT-lah prestasi yang mereka korbankan demi kemerdekaan negara ini dan kiranya para pemimpin di negara ini seperti Presiden Republik Indonesia, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jaksa Agung dan juga kelompok-kelompok agama yang menentang Ahmadiyah UNTUK BELAJAR KEMBALI sejarah Indonesia termasuk salah satunya Ahmadiyah SEBELUM BERBICARA soal penanganan kasus ini kalau perlu mampir ke Perpustakaan Nasional untuk baca sejarah Ahmadiyah di Indonesia !!!

Benarkah Ahmadiyah beraliran sesat jika melihat prestasi mereka yang rela berkorban baik fisik maupun moril terhadap negara ini supaya merdeka dan menjadi negara ATAU kelompok-kelompok agama dan pejabat-pejabat negara ini yang meminta mereka BUBAR yang SEBENARNYA SESAT DALAM AGAMA maupun NURANI ?!

Buat kawan-kawan Ahmadiyah, terima kasih atas usaha dan jasa-jasa kalian dalam membawa Indonesia ini merdeka dan menjadi negara walaupun saat ini anda selalu di pojokkan dan di zalimi tetapi Tuhan tahu apa yang anda kerjakan untuk negara ini adalah pekerjaan yang sangat mulia sekali, dan penulis TIDAK AKAN PERNAH LUPA akan jasa-jasa kalian kawan !!!

Kenapa Saksi Yehuwa Di Terima Di Indonesia, Ahmadiyah Tidak ?


Seperti menjadi kebiasaan penulis sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis tulis adalah murni dari pendapat penulis terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf

Ketika pagi penulis membaca sebuah harian pagi bertiras nasioanl tiba-tiba penulis tertarik dengan kolom surat pembaca dimana ada sebuah hak jawab dari sebuah lembaga keagamaan terkait sebuah tulisan yang di lakukan oleh seseorang terkait dengan kasus Ahmadiyah.

Yang menulis hak jawab dalam kolom kontak pembaca adalah Kepala Humas daripada Saksi-saksi Yehuwa Indonesia dimana beliau menerangkan dan meralat apa yang di tulis oleh seorang akademisi yang mengatakan bahwa Ahmadiyah itu tidak jauh beda dengan Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia adalah ajaran sesat bahwa tidak benar dan saksi-saksi Yehuwa itu adalah sebuah agama yang di akui oleh Pemerintah dalam hal ini Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam hal ini Direktorat Jenderal Bimbingan Kristen.

Sebenarnya apa yang di tulis oleh akademisi itu tidak lah salah dan benar karena itu sebagai penambah wawasan dan pendapat pribadi tetapi yang penulis kaget adalah dan menjadi tanda tanya adalah kenapa Saksi-saksi Yehuwa BISA di terima sebagai agama di wilayah Republik Indonesia sedangkan Ahmadiyah TIDAK ?!

Padahal kalau di lihat dari segi perilaku beribadah antara saksi-saksi Yehuwa Indonesia dan Ahmadiyah tidak jauh berbeda ketika melihat konteks ibadah secara umum umat Islam dan Kristen dimana saksi-saksi Yehuwa Indonesia mengajarkan dimana bahwa setelah kematian rasul yang terakhir Gereja perlahan-lahan menyimpang dalam suatu kemurtadan dari ajaran-ajaran asli Yesus dalam beberapa pokok yang penting.

Jika Ahmadiyah mengatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi yaitu Isa al Masih dan Imam Mahdi, hal yang bertentangan dengan pandangan umumnya kaum muslim yang mempercayai Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir walaupun juga mempercayai kedatangan Isa al Masih dan Imam Mahdi setelah Beliau saw (Isa al Masih dan Imam Mahdi akan menjadi umat Nabi Muhammad SAW sedangkan Saksi-saksi Yehuwa adalah kaum ini menolak terhadap Tritunggal dimana mereka percaya bahwa Yesus bukanlah Allah yang mengenakan tubuh manusia melainkan Ia di ciptakan oleh Allah.

Kalau seperti yang penulis utarakan di atas maka kita semua terutama yang paham akan arti daripada Pluralisme akan timbul pertanyaan, KENAPA Saksi-saksi Yehuwa BISA DAN BOLEH beribadah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke dari Mianggas hingga Pulau Rote sedangkan Ahmadiyah TIDAK BISA bahkan selalu di intimidasi ?!

Bagi penulis apa yang di lakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia adalah Diskriminasi dan tidak mendasar bahkan melecehkan konstitusi dalam hal ini Pasal 29 UUD 1945 (original) dimana Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Kalau melihat pasal 29 UUD 1945 (original) sebenarnya Ahamdiyah tidak salah dan tidak melanggar karena di dalam pasal tersebut tidak ada tertulis KECUALI atau apapun yang mengatakan bahwa Ahmadiyah di larang di Indonesia, justru pemerintah lah yang harus di pertanyakan atau jangan-jangan pemerintah TAKUT dan TIDAK BERANI akan kelompok-kelompok yang selama ini sok jago dan sok suci merasa dirinya sejajar ilmunya dengan Tuhan !!

Apakah (menurut pandangan dan nurani penulis) karena negara ini mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia sehingga untuk menjaga supaya tidak terjadi kekacauan maka Ahmadiyah di tolak keberadaannya di negara ini sedangkan Saksi-Saksi Yehuwa di biarkan berkembang ajarannya karena potensi mereka untuk mengancam stabilitas nasional dan negara kecil persentasenya begitu kah ? kalau memang begitu alasannya boleh kah penulis mengatakan bahwa Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama Republik Indonesia, Kementerian Koordinator Politik, Hukum, Keamanan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia melakukan DISKRIMINASI, padahal kalau di lihat sejarah negara ini banyak anggota Ahmadiyah yang membantu negara ini baik tenaga maupun financial sampai mati-matian agar negara ini bisa merdeka dan berdaulat tetapi nyatanya salah satunya adalah Lagu Kebangsaan Kita INDONESIA RAYA yang selalu di hormati ketika upacara bendera atau memulai kegiatan kenegaraan ?!

SAMPAI KAPAN Ahmadiyah selalu di anak tirikan atau di HARAM-kan di negara ini padahal pengikutnya adalah warga negara Indonesia yang taat akan kewajiban yang di tetapkan negara ini seperti membayar pajak SEMENTARA ada beberapa kelompok yang jelas-jelas meresahka warga negara Indonesia ketika bulan puasa dan hari raya Islam datang malah di biarkan bahkan sang Presiden tanpa tedeng aling-aling datang dan mengikuti acara yang di buatnya serta seorang Menteri dengan berani mengundang ormas ini untuk berkunjung ke ruang kerjanya ? kita lihat saja nanti tetapi satu hal penting adalah yang BERHAK menentukan ibadah itu sempurna atau tidak, masuk surga atau neraka ADALAH TUHAN BUKAN kelompok yang merasa diri dan pintarnya SEJAJAR dengan Tuhan dan orang lain BODOH !!

Salam Bhinneka Tunggal Ika dan Pasal 29 UUD 1945 (original)