Minggu, 01 Desember 2013

Awal Ngebolang Bersama PSF


Ternyata di akhir satu bulan jelang tahun 2013 ini w mendapatkan undangan untuk mengikuti acara media gathering dan bloggers yang diadain oleh Putra Sampoerna Foundation.

Entah kenapa, setiap kali ada undangan dari mereka w selalu bisa hadir (ga bosen apa mereka ya, huahaha) bahkan untuk acara ini w harus mengikhlaskan sebuah acara penting yang dibuat KBRI Moskow karena mempaketkan musisi mereka yang nama bandnya sama dengan negara ini Indonesia.

Okey cukup basa-basinya, acaranya sendiri dimulai pada tanggal 29 November 2013 dan berakhir pada Sabtu 30 November 2013 di Pinewood (maaf cuma segitu yang bisa w tulis nama lokasinya klo kepanjangan dikira w brand ambassadornya huahaha) kawasan Cisarua Dalem sangat.

W dari rumah seperti biasa berangkat 06.10 dengan berjalan kaki menuju tempat w biasa naik angkot sebelum ke jalan besar, berhubung sudah jam 6 dan ritual daerah w itu kalau jam 6 sudah kiamat secara naluri akhirnya w memutuskan naik taksi burung biru (dalam bahasa inggris, terpaksa karena kondisinya tidak bersahabat) yang bernomor pintu GU 2322 yang disopiri Bapak Putut Dwi P.

Taksi w pun meluncur ke pintu tol Jatibening, keluar di Halim perasaan aneh mulai nongol ketika ada miss komunikasi dimana w pikir nich supir tau maksud w dimana keluar Halim doi langsung menuju ke arah Kampung Melayu lanjut ke arah Kasablanka eehh ternyata doi malah lurus lempeng ke arah Gatot Subroto yang secara otomatis dompet w berteriak kecil (tau lah maksud w).

Namun si supir merasa berdosa atau tahu kali dompet w berteriak-teriak, ketika masuk lampu merah Kuningan, doi menawarkan untuk berbelok ke kuningan dan w amini.

Dan konyolnya adalah ketika masuk Kuningan, doi supir nanya kembali dengan membelokkan taksinya ke kiri samping Kantor Polandia dengan alasan potong jalur, berhubung udah mepet dan satu suara teriakan dengan sang dompet akhirnya w iyakan aja.

Akhirnya sampai juga di kantor Sampoerna mana w nyampe tidak ada tanda-tanda keceriaan kalau ada acara eeh ternyata “panggung” nya itu ada di belakang dan diluar pula.

Setelah menunggu dan berhaha-hihi akhirnya tepat pukul 08.34 (ngebacanya harus kayak operator 103, huahahah) mulai lah jalan dari luar belakang Gedung Sampoerna dengan dua kendaraan satu bus dan satu lagi setengah caravan.

Sebenarnya agak risih melihat situasi seperti ini dimana yang punya hajatan dan yang peserta di pisahkan, seharusnya kalau memang acara ini kebersamaan mestinya panitia pesen satu bus besar atau setengah besar sehingga kebersamaan itu bisa ada dan terjalin tidak seperti ini dan tentunya dari segi cost / biaya / hepeng / doku / duit lebih murah (ini saran yaaa)

Perjalanan sendiri cukup lamaaa dan lamaaa (udah kayak iklan cokelat “CH”) bahkan amp pukul 09.28 aja masih di seputaran Tol Ciawi.

Setelah mengalami kemacetan (ya para pembaca tahu sendiri lah gimana keadaan lepas Ciawi ketika Jumat) akhirnya tepat pukul (ngebaca dan ngebayanginnya kayak operator 103) 11.00 sampe juga di Pinewood lokasi acara.

Begitu turun, yang ada di muke w adalah pegel dan mata seger karena dapat pemandangan yang benar-benar diciptakan Tuhan (pasti ngebayangin nya pevita pearce ya kayak pelem 5cm huahahaha)
Inilah hasil karya Tuhan ketika pertama kali w nyampe silakan di simak









-
Akhirnya kita disuguhkan welcome drink berupa orange juice dan pembagian kamar kebetulan w mendapatkan pasangan kamar adalah cowok (yaealah cowok kalo cwek bisa kiamat dunia) dua orang yaitu Adhy dari Bisnis dan mas Indrayust dari Komunitas Jakarta Berkebun yang juga pimpinan bidang di sebuah hotel yang satu group dengan media terkemuka yg identic dengan toko buku (maaf tidak boleh nyebutin produk ntar dikira promosi dan dianggap brand ambassador hehehe)

Dan taaadaaahhh inilah kamar w dan compatriot w selama semalam kedepan







--
Kelar rebes-rebes kamar, saatnya memulai kegiatan pertama dari acara ini yaitu tentang apa itu bisnis sosial ya kurang lebih seperti CSR kepada masyarakat, hampir semua orang pada serius mendengarkan bahkan ada yang serius juga memperhatikan serta membalas mention dari fans-fans nya di dunia sosial (bukan begitu ka Fikri, Eeeaaa )



--
Dalam acara ini banyak banget pertanyaan dan saling share cerita pengalaman sepanjang kerja mereka berkaitan dengan kegiatan CSR seperti bang Javis atau Bang Andi Vox dengan kegiatan sosialnya yang mulia mengedukasi para pengamen jalanan untuk lebih dikenal oleh masyarakat dengan menyanyikan lagu-lagu karya mereka sendiri…





























Kelar dari acara diskusi dilanjutkan dengan kegiatan permaian di luar ruangan yang memang pemandangannya yang luar biasa (terima kasih Tuhan atas ciptaan mu) dan lagi-lagi para bloggers serta awak media banci tampil tidak bisa lihat kamera dan pemandangan yang hasilnya seperti ini huahahaha






Setelah bermain maka tiba saatnya untuk istirahat sebentar dalam artian mandi sore dan selonjoran sambil nunggu waktu makan malam

Akhirnya makan malam tiba semua pada ngumpul untuk menikmat sajian yang diberikan oleh tempat menginap serta panitia, udara dingin menambah semangat untuk teman-teman menikmati makanannya lebih hehehe..
Setelah menikmati makanan yang tersaji saat kembali bermain di depan api unggun yang telah disediakan panitia, beberapa permainan seperti yang tersaji di bawah ini hehehe..

Sambil makan malam , panitia pun menyediakan beberapa kotak yang nantinya akan digunakan dalam acara sosial bersama anak panti dan kebetulan w bersama tim kena untuk membawakan cerita tentang cita-cita sebagai dokter.

Setelah bermain saatnya bermain api unggun sambil menikmati sajian Kambing Guling (mantabb kali) dan bajigur hangat sambil mendengarkan alunan musik dari musisi yang diundang panitia

Beberapa lagu dikeluarkan oleh sang penyanyi, bahkan ada yang ikut nyumbang suara (kirain nyumbang uang) seperti Fikri dan Angga yang aktif di Gerakan Indonesia Berkibar ikut menyumbangkan suara khasnya sambil joget-joget.

Malam pun larut, beberapa teman sudah kembali ke kamarnya masing-masing disaat para panitia dan teman yang lain menikmati jagung bakar, kambing guling, bajigur dan sebelum tidur pun w masih menikmati beberapa gelas bir dari seorang teman yang lagi pesan karena ga abis heehehehe..

Bagaimana besok paginya ? Nantikan kisah selanjutnyaa yaa :D

Durex dan PAOGI Gelar Hari AIDS Sedunia

Memperingati Hari AIDS sedunia, produsen kondom, Durex bersama bersama PAOGI (Persatuan Anggota Muda Obstetri dan Ginekologi) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS bertema “Lindungi Generasi Muda dari HIV/AIDS”.

Kegiatan yang berlangsung saat car free day ini dilakukan untuk bersama-sama meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi demi melindungi generasi muda dari HIV/AIDS.

Menurut Ratanjit Das selaku General Manager RB Indonesia mengatakan bahwa data tentang infeksi HIV yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan sangat memprihatinkan dan pihaknya merasa wajib untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam menekan angka tersebut.

“Data mengenai infeksi HIV yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan sangat memprihatinkan. Sebagai brand yang mengedepankan kesejahteraan seksual, kami merasa wajib untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam upaya menekan angka infeksi HIV di Indonesia,” ungkap Ratanjit Das, General Manager RB Indonesia.

Ratanjit Das juga menambahkan bahwa masyarakat saat ini haruslah memiliki pemahaman yang benar dan mampu melindungi diri mereka dari resiko penyebaran HIV/AIDS, hal ini dibuktikannya selama tiga tahun terakhir ini pihaknya sudah menjalankan berbagai kampanye dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya pencegahan tersebut.

“Masyarakat saat ini haruslah memiliki pemahaman yang benar, dan mampu melindungi diri mereka dari risiko penyebaran HIV/AIDS. Selama tiga tahun terakhir ini kami sudah menjalankan berbagai kampanye dengan berbagai pihak untuk mendukung upaya pencegahan dan penyebaran HIV/AIDS di Indonesia. Kemitraan kami dengan PAOGI di tahun ini diharapkan akan dapat membuahkan hasil yang positif,” tambah Ratanjit Das.

Sementara itu Ketua PAOGI, Dr Rizki Azenda mengatakan dengan bekerjasama dengan Durex dengan dilatarbelakangi satu visi dan rasa kepedulian untuk menjadikan Indonesia bebas dari HIV/.AIDS dan tentunya acara ini tidak berhenti sampai disini.

“Kerjasama dengan Durex dilatarbelakangi dengan kesamaan visi dan rasa kepedulian kami sebagai sebuah organisasi professional untuk menjadikan Indonesia bebas dari HIV/AIDS, dan tentunya kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan secara konsisten membangun pengetahuan dan pemahaman yang memadai bagi kaum muda dan calon ibu akan kesehatan seksual dan reproduksi. Harapan kami adalah membantu upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi masa depan.”ucapnya

Sebagai informasi, kegiatan hari ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang dilakukan selama bulan November hingga Desember 2013, yang dimulai dengan seminar “Lindungi Ibu dari HIV/AIDS untuk Menyelamatkan Generasi Penerus” pada tanggal 3 November 2013 di Universitas Indonesia, sampai dengan road show ke lima sekolah menengah atas di Jakarta bertajuk “Kesehatan Reproduksi Remaja dan Generasi Penerus Tanpa HIV/AIDS” yang dilakukan selama bulan November 2013.

Selanjutnya di tanggal 1 Desember 2013 dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat umum yang dibarengi dengan acara seremonial peringatan Hari AIDS Sedunia, pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gratis, panggung musik oleh siswa/i SMA di Jakarta yang peduli HIV/AIDS, dan kegiatan donasi yang melibatkan masyarakat luas.

Masyarakat dapat berpartisipasi dalam kegiatan donasi cukup dengan datang ke acara, berfoto, dan mengunduhnya ke jejaring sosial. Setiap 1 partisipasi masyarakat, Durex berkomitmen untuk menyumbangkan Rp10.000,- untuk program-program pencegahan dan penanganan HIV/AIDS.


Seperti diketahui, berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, di tahun 2012 jumlah infeksi HIV baru untuk kelompok usia 15-24 tahun berjumlah 3.661 kasus. Baru-baru ini, data yang sama menunjukkan bahwa dalam kurun waktu enam bulan (Januari-Juni 2013), terdapat 1.996 infeksi HIV baru dari kelompok usia 15-24 tahun di Indonesia.