Rabu, 17 Juli 2013

Scot Marciel Dalam Bingkai Photo (Bagian-III)

Jakarta Food Security Summit, JCC, 12 Februari 2012




Buka Puasa, Suropati #3, 8 Agustus 2012


































Scot Marciel Dalam Bingkai Photo (Bagian-II)

Bersama Pemimpin Motion Picture Association of America, nobar film Journey 2 : The Mysterious Island, @america , 31 Januari 2012


US-Indonesia Energy Roundtable, Four Season 6 Februari 2012




















Scot Marciel Dalam Bingkai Photo (Bagian - I)

Pembukaan Kios @america di Plaza Semanggi, 26 Januari 2012 



















Senin, 15 Juli 2013

Menikmati Taksi Green Go

Ini bukan bentuk promosi atau cara w untuk mendapatkan reward setelah menulis misalnya voucher seumur hidup pake taksi, bukan tapi ini adalah apresiasi w terhadap sesuatu yang w lihat dan w pergunakan kebetulan yang coba w apresiasikan adalah sebuah taksi baru.  


Ini berawal dari pulangnya w dari kost cewek w di daerah Otista karena udah malam w seperti biasa pulang dengan taksi ketika nyebrang w liat ada taksi dengan lampu hijau di atas kap mobil kemudian w langsung menstopnya.

Pikir w taksi itu adalah taksi Gamya ternyata setelah mendekat bukan taksi Gamya melainkan taksi Green Go, setelah tau salah perkiraan w pun naik dalam hal “boleh lah sekalian tes” huahahaha

Setelah w sebutu tujuan w, taksi pun langsung meluncur, bukannya norak atau ndeso tetapi itulah menjadi kebiasaan w ketika berada di tempat baru celingak-celinguk, hal yang pertama w kagumi adalah interior dan ac nya yang cukup dingin.

Setelah melihat-lihat w pun penasaran dengan menanyakan asal usul dari taksi ini kepada sang supir yang bernama Dendi Supendi (maaf kalau salah hehehe)

“ ini taksi yang punya perorangan atau perusahaan mas” kata w

“perorangan mas, yang punya Ibu Pauline orang Manado mas,” kata ntu supir
“Pull nya dimana mas, “tanya w

“pull ama ijinnya dari Depok mas tap beroperasinya di Jabodetabek,” kata ntu supir

“jumlah armadanya berapa mas,”

“armadanya lima puluh mas,”kata dia

Begitu tau armadanya cuma lima puluh tapi beroperasi seluruh jabodetabek agak kaget kok ini armada berani sekali resiko.

Kemudian ntu supir menjelaskan semua tentang taksinya sambil berjalan menuju rumah w di kawasan Bekasi.

Akhirnya setelah bercerita panjang lebar akhirnya tiba juga w dirumah …

Semoga sukses untuk Green Go Taksi walau armadanya sedikit tapi jangkauan operasional bisa sejajar dengan taksi-taksi yang sudah punya nama

Sekali lagi ini bukan tulisan untuk mempromosikan sebuah kendaraan atau transportasi tapi hanya pandangan w pribadi..

Otista III, 150729013   23:30

@Lorcasz

Antara Beye Marah dan Pola ABS

Ada yang menarik di minggu ini dimana Presiden terlihat sangat marah karena situasi dunia sembako Indonesia dalam hal harga beli warga belum juga turun sesuai kemampuan rakyat.

“Terus terang saya tidak sabar, sama dengan tidak sabarnya rakyat. Bulat. Saudara lihat pasar tidak? Saudara dengarkan sosial media tidak?" ujar Presiden

Itulah komentar SBY yang terekam oleh sejumlah media dan memuatnya untuk dibaca para pembacanya tapi menurut w marah besarnya orang nomor satu di Indonesia ini terlambat dan kenapa baru sekarang.

Kita semua udah tahu lah bagaimana harga urusan perut warga yang jauh sebelum puasa sudah naik ditambah dengan kasus daging sapi yang seret para tokoh-tokoh yang mahir berkhotbah dari Partai Keadilan Sejahtera.

Menurut w, yang dibutuhkan rakyat sekarang ini adalah tindakan nyata, keras dari pemimpin nomor satu negara ini untuk bisa memuaskan rakyatnya karena perlu diingat SBY itu dipilih oleh rakyat dan seharusnya lah SBY bekerja untuk memuaskan rakyat yang telah milihnya.
Kalau memang dirinya marah dan tegas seharusnya hari itu juga SBY PECAT menteri yang terkait dengan urusan perut rakyat karena tidak mampu kerja secara maksimal tapi nyatanya ?!

Ya itulah presiden negara dengan penduduk 220 juta jiwa, tegas tapi memble karena dirinya tersandera dengan berbagai kepentingan yang selain rakyat telah mendorong dia ke puncak kekuasaan jadinya seperti ini.

Padahal udah jelas-jelas kinerja menterinya ga beres, harga daging naik terus beberapa komoditi yang bisa dihasilkan anak negeri harus bersaing dengan buatan impor bahkan mendewakan buatan impor, ini kan aneh apakah menteri itu MASIH berdarah Indonesia dengan KTP serta uang mereka di dompet masih berlambang Garuda ? kalau masih kenapa harus import padahal negara kita kan luas dan komoditi yang mampu menjawab itu semua tapi ya itulah nyatanya para menteri ini mendewakan import dan import !

Harga naik ini memang urusan menteri pertanian, menteri perdagangan, menteri industry serta menko perekoniman serta kesra tetapi biar itu lancar tentunya harus didukung dengan menteri terkait.

Selama ini banyak faktor yang mengakibatkan pasokan bahan pokok terkendala seharusnya menteri lain bisa dengan nurani memfasilitasi misalanya, untuk memudahkan lalu lintas tentunya perlu infrastruktur yang memadai dalam hal ini Menteri PU instruksi Kepala Dinas untuk memperbaharui serta mencheck jalan yang menjadi lalu lintas bahan pokok minimal 3-6 bulan sekali tapi nyatanya ?! tidak ada kan !

Jalan-jalan itu baru mulus semulus paha bayi kalau mendekati lebaran atau ada kunjungan SBY, menteri terkait, tamu negara bener kan wahai para kepala dinas PU dari Sabang sampai Merauke dari Miangas hingga Pulau Rote ?!

Yang kedua, seharusnya menteri perhubungan juga ikut andil kenapa harga pangan naik karena kita tahu bagaimana sistem transportasi dalam hal ini menghubungkan antar pulau.

Kita tahun bagaimana kondisi Indonesia yang dibatasi ratusan selat dan laut yang berpatokan pada kondisi angin, seharusnya kalau seperti ini, menteri perhubungan beserta jajarannya menyediakan satu akomodasi dalam hal ini transportasi udara yang KHUSUS mengangkut bahan pangan untuk lintas pulau sehingga tidak lagi ada berita bertumpuk nya mobil pengangkut sembako di parkiran misalnya Pelabuhan Bakaheuni karena angin yang kencang sehingga tidak bisa dilintasi oleh kapal.

Meminta bantuan TNI / Polri untuk mengawal pasokan pangan ini dengan kemampuannya, misalnya menggunakan armada pesawat Hercules untuk mengangkut bahan pangan kalau dari lintas laut tidak mampu dengan ditunjang dari Kementerian ESDM, BUMN dalam hal pasokan BBM pengangkut.

Alangkah indahnya kalau ini berjalan dan perut rakyat pun akan kenyang karena mereka terpenuhi dengan layanan pemerintah yang benar-benar menservice mereka.

Tapi pasti ada yang bilang kalau baca usul w ini “ iya bagus tapi anggarannya dari mana,” ngerti kok bukannya itu masuk dalam APBN ? makanya kalau buat anggaran itu yang jelas jangan cuma sekedar menghitung-hitung kalau udah seperti ini gimana.

Dan satu lagi adalah buanglah politik Asal Bapak Senang (ABS) dan ANDALKAN OMONG KOSONG STAFF AHLI MENTERI yang selama ini selalu menjadi kata kunci jika ada masalah, coba lah turun ke bawah dengan model penyamaran bukan seperti sekarang ini dimana ketika menteri turun selalu dengan rombongan apalagi kalau di bilang sidak.

Hey pak menteri… yang namanya sidak itu SENDIRIAN turun ke bawah TANPA pengawal / ajudan apalagi staff ahli jadi tahu permasalahan yang terjadi dan bisa ditegur keras itu staff ahli karena salah menghitung ongkos pembiayaan tapi kenyataannya, ini sidak malah seperti TAMASYA ANAK SD !!

Cobalah menteri ini bersikap seperti rakyat jelata, pake baju sederhana layaknya pembeli coba beli sebuah barang misal daging, pas ditanya harganya kenapa naik coba tanya kenapa itu naik, pasti di penjual akan curhat, dengan curhat kenapa bisa naik dari situ anda selaku menteri bisa menganalisa dan tentukan gimana solusinya bukan seperti yang ada , sidak dengan rombongan ya udah pasti penjual itu ga berani curhat karena mungkin udah “disentil” mulutnya ama staff-staff ahli anda pak/bu menteri !!

Buat pak beye, sampaikan kapan pak, rakyat harus “diet” karena harga daging dan sembako mahal sementara anda hanya marah-marah kepada menteri terkait bukannya memecat sebagai shock therapy karena tidak mampu melayani untuk mengenyangkan perut rakyat karena anda dan menteri dalam kabinet di gaji rakyat

Logikanya kalau anda di gaji rakyat berarti anda harus puaskan keinginan rakyat BUKAN GOLONGAN (baca: parpol) yang juga mengataskan nama rakyat tapi kerjanya NOL itu SAMA AJA NATO-Ngomong Asal TANPA OTAK !!


@Lorcasz

Jumat, 12 Juli 2013

Akrabnya Staff Kedubes AS dengan Anak Kurang Mampu

Akhirnya bisa nulis lagi di blog setelah sekian lama ga nulis karena sibuk kerjaan kantor dan padatnya jalan Jakarta, tapi kali ini emang niat sich mau nulis berbagai ilmu dan cerita yang berkaitan dengan kerjaan w semoga bisa bermanfaat :D

ini berawal dari email yang masuk ke inbox w dari seorang kawan bekerja di Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia kedudukan di Jakarta tentang undangan buka puasa yang dibuat oleh Wakil Duta Besar AS, Kristen Bauer.

Pertama w menerima emailnya agak ragu untuk datang ke acara itu karena satu masalah yang mungkin sepele tapi ya begitu masalah dalam pekerjaan tapi akhirnya w putuskan untuk hadir, dengan mengirimkan sms untuk konfirmasi kehadiran serta akses masuk ke dalam rumah.

Selain masalah kerjaan, w paling antara malas dan niat ke acara yang berbau AS kenapa ? acara mereka bagus-bagus tapi akses keamanannya yang bikin w malas terlebih udah ada pengalaman ketahan 15 menit serta nama yang tidak akurat dalam daftar list keamanan rumah dinas serta fasilitas milik mereka.

Agak lama balasnya dan baru dibalas 8 jam sebelum acara dimulai padahal w sms konfirmasi itu lima belas menit setelah w dapat emailnya yaitu hari 9 July 2013 16:07

Pada Hari H datang w ke rumah dinas Wakil Dubes AS, Ibu Kristen Bauer pukul 16.40 padahal itu telat banget, setelah check nama dalam lampiran keamanan yang akhirnya w diperkenankan untuk masuk kedalam rumah tersebut.

Begitu masuk w harus dihadapi dengan metal detector dan petugas keamanan lainnya, tas w pun tidak luput dari incaran mereka, akhirnya w lolos dari incaran berbahaya hehehehe…

begitu dinyatakan lolos keamanan w langsung bergegas ke dalam sebuah tenda putih tempat acara berlangsung,  w disamperin oleh sang pengirim email dengan ditemani dia w jalan ke tenda, pikir w udah mulai ternyata belum dan masih sepi yang akhirnya w harus berjabat tangan dengan Ibu Wakil Dubes AS dan suaminya yang menunggu di depan tenda.

Acara buka puasa ini udah dua kali w ikuti bersama dengan Wakil Dubes AS, dan secara pribadi w liat tidak ada yang salah kok, mereka ingin berbagi kebahagiaan dan kebersamaan dengan masyarakat Indonesia dalam hal ini yang kurang mampu

Ini terbukti lewat interaksi mereka yang w abadikan lewat kamera, dimana mereka tidak canggung untuk berbincang kepada anak-anak kurang mampu tanpa salah sedikit pun bahasa Indonesia mereka yang canggung justru anak-anak ini karena bingung bagaimana mereka membalasnya dengan kemampuan bahasa Inggris mereka hehehehe…

Secara keseluruhan acaranya bagus bahkan ada anak yang berani mengajak Ibu Wakil Dubes berjoget bersama dan semua senang, hingga tiba waktu berbuka dimana semua staff Kedutaan membagikan kudapan berbuka dengan minuman serta tissue kepada anak-anak tersebut,


Mungkin ini biasa tapi bagi w ga biasa karena jarang bisa kita temui seperti ini dan mereka pun dengan senang hati menawarkan itu kepada para anak-anak yang disambut antusias, memang ada pejabat negara ini menawarkan baki isi makanan kepada anak-anak dalam sebuah acara ?

Sayangnya acara ini terganggu dengan hujan lebat dengan angin kencang yang turun di kawasan Taman Suropati namun itu tidak menyurutkan anak-anak ini menampilkan kebolehannya mulai dari bernyanyi hingga beladiri tradisional Indonesia, silat diperagakan dan membuat decak kagum para tamu.

Akhirnya buka puasa itu pun berakhir dengan makan malam, dan w harus meninggalkan tempat tersebut karena harus jemput cewek w di kostnya dan mengantarkan ke Stasiun Gambir karena akan berangkat ke Jogja berkumpul dengan keluarganya.

Suami Wakil Dubes AS antusias melihat penampilan anak-anak 
Yang perlu diingat walaupun negaranya dihujat karena kebijakan terutama kepada negara-negara konflik tetapi warganya masih punya nurani dan mau belajar dari budaya tempat dia berpijak seperti di Indonesia…

Nantikan cerita buka puasa dengan Pak Dubes AS yang bulan ini adalah hari-hari terakhir bertugas di Jakarta sebelum berangkat ke DC untuk tugas selanjutnya.

Suropati, 11 Juli 2013


@Lorcasz