"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah (Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca)*
Rabu, 17 Juli 2013
Senin, 15 Juli 2013
Menikmati Taksi Green Go
Ini bukan bentuk promosi atau
cara w untuk mendapatkan reward setelah menulis misalnya voucher seumur hidup
pake taksi, bukan tapi ini adalah apresiasi w terhadap sesuatu yang w lihat dan
w pergunakan kebetulan yang coba w apresiasikan adalah sebuah taksi baru.
Ini berawal dari pulangnya w dari
kost cewek w di daerah Otista karena udah malam w seperti biasa pulang dengan
taksi ketika nyebrang w liat ada taksi dengan lampu hijau di atas kap mobil
kemudian w langsung menstopnya.
Pikir w taksi itu adalah taksi
Gamya ternyata setelah mendekat bukan taksi Gamya melainkan taksi Green Go,
setelah tau salah perkiraan w pun naik dalam hal “boleh lah sekalian tes”
huahahaha
Setelah w sebutu tujuan w, taksi
pun langsung meluncur, bukannya norak atau ndeso tetapi itulah menjadi
kebiasaan w ketika berada di tempat baru celingak-celinguk, hal yang pertama w
kagumi adalah interior dan ac nya yang cukup dingin.
Setelah melihat-lihat w pun
penasaran dengan menanyakan asal usul dari taksi ini kepada sang supir yang
bernama Dendi Supendi (maaf kalau salah hehehe)
“ ini taksi yang punya perorangan
atau perusahaan mas” kata w
“perorangan mas, yang punya Ibu
Pauline orang Manado mas,” kata ntu supir
“Pull nya dimana mas, “tanya w
“pull ama ijinnya dari Depok mas
tap beroperasinya di Jabodetabek,” kata ntu supir
“jumlah armadanya berapa mas,”
“armadanya lima puluh mas,”kata
dia
Begitu tau armadanya cuma lima
puluh tapi beroperasi seluruh jabodetabek agak kaget kok ini armada berani
sekali resiko.
Kemudian ntu supir menjelaskan
semua tentang taksinya sambil berjalan menuju rumah w di kawasan Bekasi.
Semoga sukses untuk Green Go
Taksi walau armadanya sedikit tapi jangkauan operasional bisa sejajar dengan
taksi-taksi yang sudah punya nama
Sekali lagi ini bukan tulisan
untuk mempromosikan sebuah kendaraan atau transportasi tapi hanya pandangan w
pribadi..
Otista III, 150729013 23:30
@Lorcasz
Antara Beye Marah dan Pola ABS
Ada yang menarik di minggu ini
dimana Presiden terlihat sangat marah karena situasi dunia sembako Indonesia
dalam hal harga beli warga belum juga turun sesuai kemampuan rakyat.
“Terus terang saya tidak sabar,
sama dengan tidak sabarnya rakyat. Bulat. Saudara lihat pasar tidak? Saudara
dengarkan sosial media tidak?" ujar Presiden
Itulah komentar SBY yang terekam
oleh sejumlah media dan memuatnya untuk dibaca para pembacanya tapi menurut w
marah besarnya orang nomor satu di Indonesia ini terlambat dan kenapa baru
sekarang.
Kita semua udah tahu lah
bagaimana harga urusan perut warga yang jauh sebelum puasa sudah naik ditambah
dengan kasus daging sapi yang seret para tokoh-tokoh yang mahir berkhotbah dari
Partai Keadilan Sejahtera.
Menurut w, yang dibutuhkan rakyat
sekarang ini adalah tindakan nyata, keras dari pemimpin nomor satu negara ini
untuk bisa memuaskan rakyatnya karena perlu diingat SBY itu dipilih oleh rakyat
dan seharusnya lah SBY bekerja untuk memuaskan rakyat yang telah milihnya.
Kalau memang dirinya marah dan
tegas seharusnya hari itu juga SBY PECAT menteri yang terkait dengan urusan
perut rakyat karena tidak mampu kerja secara maksimal tapi nyatanya ?!
Ya itulah presiden negara dengan
penduduk 220 juta jiwa, tegas tapi memble karena dirinya tersandera dengan
berbagai kepentingan yang selain rakyat telah mendorong dia ke puncak kekuasaan
jadinya seperti ini.
Padahal udah jelas-jelas kinerja
menterinya ga beres, harga daging naik terus beberapa komoditi yang bisa
dihasilkan anak negeri harus bersaing dengan buatan impor bahkan mendewakan
buatan impor, ini kan aneh apakah menteri itu MASIH berdarah Indonesia dengan
KTP serta uang mereka di dompet masih berlambang Garuda ? kalau masih kenapa
harus import padahal negara kita kan luas dan komoditi yang mampu menjawab itu
semua tapi ya itulah nyatanya para menteri ini mendewakan import dan import !
Harga naik ini memang urusan
menteri pertanian, menteri perdagangan, menteri industry serta menko
perekoniman serta kesra tetapi biar itu lancar tentunya harus didukung dengan
menteri terkait.
Selama ini banyak faktor yang
mengakibatkan pasokan bahan pokok terkendala seharusnya menteri lain bisa
dengan nurani memfasilitasi misalanya, untuk memudahkan lalu lintas tentunya
perlu infrastruktur yang memadai dalam hal ini Menteri PU instruksi Kepala
Dinas untuk memperbaharui serta mencheck jalan yang menjadi lalu lintas bahan
pokok minimal 3-6 bulan sekali tapi nyatanya ?! tidak ada kan !
Jalan-jalan itu baru mulus
semulus paha bayi kalau mendekati lebaran atau ada kunjungan SBY, menteri
terkait, tamu negara bener kan wahai para kepala dinas PU dari Sabang sampai
Merauke dari Miangas hingga Pulau Rote ?!
Yang kedua, seharusnya menteri
perhubungan juga ikut andil kenapa harga pangan naik karena kita tahu bagaimana
sistem transportasi dalam hal ini menghubungkan antar pulau.
Kita tahun bagaimana kondisi
Indonesia yang dibatasi ratusan selat dan laut yang berpatokan pada kondisi
angin, seharusnya kalau seperti ini, menteri perhubungan beserta jajarannya
menyediakan satu akomodasi dalam hal ini transportasi udara yang KHUSUS
mengangkut bahan pangan untuk lintas pulau sehingga tidak lagi ada berita
bertumpuk nya mobil pengangkut sembako di parkiran misalnya Pelabuhan Bakaheuni
karena angin yang kencang sehingga tidak bisa dilintasi oleh kapal.
Meminta bantuan TNI / Polri untuk
mengawal pasokan pangan ini dengan kemampuannya, misalnya menggunakan armada
pesawat Hercules untuk mengangkut bahan pangan kalau dari lintas laut tidak
mampu dengan ditunjang dari Kementerian ESDM, BUMN dalam hal pasokan BBM
pengangkut.
Alangkah indahnya kalau ini
berjalan dan perut rakyat pun akan kenyang karena mereka terpenuhi dengan
layanan pemerintah yang benar-benar menservice mereka.
Tapi pasti ada yang bilang kalau
baca usul w ini “ iya bagus tapi anggarannya dari mana,” ngerti kok bukannya
itu masuk dalam APBN ? makanya kalau buat anggaran itu yang jelas jangan cuma
sekedar menghitung-hitung kalau udah seperti ini gimana.
Dan satu lagi adalah buanglah
politik Asal Bapak Senang (ABS) dan ANDALKAN OMONG KOSONG STAFF AHLI MENTERI yang
selama ini selalu menjadi kata kunci jika ada masalah, coba lah turun ke bawah
dengan model penyamaran bukan seperti sekarang ini dimana ketika menteri turun
selalu dengan rombongan apalagi kalau di bilang sidak.
Hey pak menteri… yang namanya
sidak itu SENDIRIAN turun ke bawah TANPA pengawal / ajudan apalagi staff ahli
jadi tahu permasalahan yang terjadi dan bisa ditegur keras itu staff ahli
karena salah menghitung ongkos pembiayaan tapi kenyataannya, ini sidak malah
seperti TAMASYA ANAK SD !!
Cobalah menteri ini bersikap
seperti rakyat jelata, pake baju sederhana layaknya pembeli coba beli sebuah
barang misal daging, pas ditanya harganya kenapa naik coba tanya kenapa itu
naik, pasti di penjual akan curhat, dengan curhat kenapa bisa naik dari situ
anda selaku menteri bisa menganalisa dan tentukan gimana solusinya bukan
seperti yang ada , sidak dengan rombongan ya udah pasti penjual itu ga berani
curhat karena mungkin udah “disentil” mulutnya ama staff-staff ahli anda pak/bu
menteri !!
Buat pak beye, sampaikan kapan
pak, rakyat harus “diet” karena harga daging dan sembako mahal sementara anda
hanya marah-marah kepada menteri terkait bukannya memecat sebagai shock therapy
karena tidak mampu melayani untuk mengenyangkan perut rakyat karena anda dan
menteri dalam kabinet di gaji rakyat
Logikanya kalau anda di gaji
rakyat berarti anda harus puaskan keinginan rakyat BUKAN GOLONGAN (baca:
parpol) yang juga mengataskan nama rakyat tapi kerjanya NOL itu SAMA AJA
NATO-Ngomong Asal TANPA OTAK !!
@Lorcasz
Jumat, 12 Juli 2013
Akrabnya Staff Kedubes AS dengan Anak Kurang Mampu
Akhirnya bisa nulis lagi di blog
setelah sekian lama ga nulis karena sibuk kerjaan kantor dan padatnya jalan
Jakarta, tapi kali ini emang niat sich mau nulis berbagai ilmu dan cerita yang
berkaitan dengan kerjaan w semoga bisa bermanfaat :D
ini berawal dari email yang masuk
ke inbox w dari seorang kawan bekerja di Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk
Indonesia kedudukan di Jakarta tentang undangan buka puasa yang dibuat oleh
Wakil Duta Besar AS, Kristen Bauer.
Pertama w menerima emailnya agak
ragu untuk datang ke acara itu karena satu masalah yang mungkin sepele tapi ya
begitu masalah dalam pekerjaan tapi akhirnya w putuskan untuk hadir, dengan
mengirimkan sms untuk konfirmasi kehadiran serta akses masuk ke dalam rumah.
Selain masalah kerjaan, w paling
antara malas dan niat ke acara yang berbau AS kenapa ? acara mereka bagus-bagus
tapi akses keamanannya yang bikin w malas terlebih udah ada pengalaman ketahan
15 menit serta nama yang tidak akurat dalam daftar list keamanan rumah dinas
serta fasilitas milik mereka.
Agak lama balasnya dan baru
dibalas 8 jam sebelum acara dimulai padahal w sms konfirmasi itu lima belas
menit setelah w dapat emailnya yaitu hari 9 July 2013 16:07
Pada Hari H datang w ke rumah
dinas Wakil Dubes AS, Ibu Kristen Bauer pukul 16.40 padahal itu telat banget,
setelah check nama dalam lampiran keamanan yang akhirnya w diperkenankan untuk
masuk kedalam rumah tersebut.
Begitu masuk w harus dihadapi
dengan metal detector dan petugas keamanan lainnya, tas w pun tidak luput dari
incaran mereka, akhirnya w lolos dari incaran berbahaya hehehehe…
begitu dinyatakan lolos keamanan
w langsung bergegas ke dalam sebuah tenda putih tempat acara berlangsung, w disamperin oleh sang pengirim email dengan
ditemani dia w jalan ke tenda, pikir w udah mulai ternyata belum dan masih sepi
yang akhirnya w harus berjabat tangan dengan Ibu Wakil Dubes AS dan suaminya
yang menunggu di depan tenda.
Acara buka puasa ini udah dua
kali w ikuti bersama dengan Wakil Dubes AS, dan secara pribadi w liat tidak ada
yang salah kok, mereka ingin berbagi kebahagiaan dan kebersamaan dengan
masyarakat Indonesia dalam hal ini yang kurang mampu
Ini terbukti lewat interaksi
mereka yang w abadikan lewat kamera, dimana mereka tidak canggung untuk
berbincang kepada anak-anak kurang mampu tanpa salah sedikit pun bahasa
Indonesia mereka yang canggung justru anak-anak ini karena bingung bagaimana
mereka membalasnya dengan kemampuan bahasa Inggris mereka hehehehe…
Mungkin ini biasa tapi bagi w ga biasa karena jarang bisa kita temui seperti ini dan mereka pun dengan senang hati menawarkan itu kepada para anak-anak yang disambut antusias, memang ada pejabat negara ini menawarkan baki isi makanan kepada anak-anak dalam sebuah acara ?
| Suami Wakil Dubes AS antusias melihat penampilan anak-anak |
Nantikan cerita buka puasa dengan Pak Dubes AS yang bulan ini adalah hari-hari terakhir bertugas di Jakarta sebelum berangkat ke DC untuk tugas selanjutnya.
Suropati, 11 Juli 2013
Langganan:
Postingan (Atom)





























































