Sabtu, 23 Februari 2013

Tour Jawa Part IV : Solo Car Free Day dan IDCC


Eng…Ing..Eng… belum bosen kan nunggu cerita w walau agak lelet publishnya ya maaf paling ga itu bisa buat kalian penasaran dan terus membayangkan bagaimana nasib w selama ngebolang hehehe..

Udah pada siap belum dengerin cerita ngebolang w yang bagian keempat… sudah siap ? baiklah sekarang w mulai…

Setelah dari rumah pak Mayor Haristanto, w bersama cewek w dan bu Endang bersama mas Koko salah satu penggiat Difabel di Solo berangkat menuju suatu tempat untuk makan malam menyicipi panganan khas kota ini namun sebelumnya mas Koko mau jemput istrinya di rumahnya yang deket kawasan Solo Baru (maaf kalau salah sebut :D )


Setelah jemput istrinya mas Koko, ternyata rencana ke tempat makan yang ditawarkan batal karena bu Endang harus ketemu dengan salah satu penggiat dari kegiatan ini dan juga jarak tempuh yang ketempat makanan tersebut butuh waktu 1 jam sementara besok pagi pukul 6 sudah harus ada di acara Solo Car Free Day.

Akhirnya kami makan disekitar dekat rumah mas Koko setelah itu kami sempat melihat-lihat kawasan yang katanya Solo baru sebelum dianterin kembali ke rumah yang menjadi home base sementara, dan akhirnya kami sampai tapi bu Endang langsung lanjut untuk bertemu seseorang penggiat difabel itu.

Badan udah ga kuat bawaan nya langsung pengen tepar karena mulai nyampe hingga malam pas dianterin mas Koko itu sama sekali belum tidur nyenyak, akhirnya bisa tapi keganggu

Karena peristiwa tadi pagi itu buat cewek w ketakutan karena mau mandi akhirnya w terpaksa temenin dia (tapi ga masuk yee.. tolong dicatat huahaha) namun w tetap aja bablas tidur walau akhirnya ga enak hati w pindah ke kamar yang udah disediain ama w sementara cewek w ngasih pelatihan kecil-kecilan kepada anak-anak Sampoerna School of Education entah sampai kapan yang akhirnya w tertidur se-tidur-tidurnya sampai-sampai w ga tau kalau muke w dicium-cium ama cewek w dan di miss call-in,

Akhirnya acara itu pun dimulai, semua pada disibuk dirumah tersebut, pada ngantri mandi, sementara kamar mandi ada tiga namun kamar mandi yang didalam kamar yang bermasalah itu tidak ada yang make jadinya pada ngantri di luar dan di paling belakang agak nyempil.

kelar semua mandi, akhirnya w beres-beresin peralatan perang w karena w tidak akan ikut sampai hari Senin karena harus pulang dan ke Jogja dulu untuk nyari tiket (bagaimana perjuangan w nyari tiket dan akhirnya pulang lewat kota Surabaya ? nantikan kisah selanjutnya yaaa…. hehehe).

Setelah beres-beres, akhirnya tas w, w serahin ke cewek w karena dia bareng salah satu pacar dari anak Sampoerna School Education (maaf kalo salah) kebetulan tinggal di wilayah itu dengan motor diantar lah cewek w ini ke Hotel tempat salah satu rekan cewek w dari Semarang yang kebetulan ikut serta dan nginep di sekitar hotel tersebut.

Setelah cewek w berangkat duluan dengan motor, giliran w dengan Bu Endang dan temen-temen Sampoerna School of Education untuk jalan ke tempat acara Solo Car Free Day.

Ada kejadian lucu ketika lagi jalan tiba-tiba ada taksi (kebetulan taksi di Solo agak keren, kalau di Jakarta Taksi kategorinya sedan tapi di solo Avanza cuy lebih besar kapasitasnya hehehe bukan promosi ya..) lewat tiba-tiba ga tau kenapa, kita semua nanya, “ Pak, Taksinya kosong apa ada yang pesen tiba-tiba si supir langsung bilang, “saya mau ke Pinang no 18,” kata tuch supir

Begitu dibilang gitu, temen-temen Sampoerna langsung reflek “iya pak ini kita, tapi mungkin yang mesen di rumah, boleh ga pak kita pake taksinya terus bapak kontak temennya buat ke arah rumah, kita yang di cemani (sempat dua kali bilang biar c supir percaya)

Akhirnya supir yang dipesen ama yang dirumah kami kudeta dan akhirnya berangkat kami ke tempat acara Solo Car Free Day lewat jalan-jalan yang akhirnya nembus ke jalan yang menjadi tempat acara.

Begitu sampai di tempat acara, nampak Pak Mayor Haristanto sedang siap-siap untuk pasang baliho gede yang disangkutin ke jembatan penyeberangan untuk bisa dilihat semua orang.

silakan menikmati photo-photo yang w jepret bersama dengan kegiatan yang dilakukan oleh teman-teman IDCC 

Salah satu kreatifitas dari Usaha Pak Mayor Haristanto :D












Kegiatan salah satu televisi lokal dalam meliput kegiatan Solo Car Free Day



























Pengurus IDCC


Dukungan Masyarakat Solo terhadap IDCC dan Komunitas Difabel









Salah satu kawan difabel mencoba kegiatan panjat jembatan penyebarangan


Kawan-kawan IDCC melakukan kegiatan Flash Mob


















Setelah acara selesai kami masih ada acara lagi yaitu di Universitas Negeri Solo untuk bersosialisasi dengan anak-anak Psikolog dengan komunitas difabel saling berbagi semangat, pengetahuan karena diantara-antara kawan difabel ternyata banyak yang berprestasi lho seperti jadi Miss Difabel Indonesia yang dikirim ke luar negeri untuk berkompetisi serupa (mang Cuma ada Miss Universe ama Miss World doank yang diperebutkan Miss dan Puteri Indonesia setiap tahunnya ! hehe )

Sambil istirahat dan beranjak ke hotel untuk mengambil peralatan perang w yang dititip menyempatkan diri untuk nyari batik khas kawasan itu dan ketemu tepatnya (maaf, w agak lupa nama tokonya ) tapi persisnya deket Hotel Novotel (maaf bukan promosi yaa hehehe)

Jadi inget jaman SD hehehehe...
Setelah dari took batik tersebut, baru kita jalan menuju hotel, sesampainya di hotel ternyata c Ibu dan anak belum nyampe akhirnya w berdua ama cewek w duduk di Lobby yang kebetulan ada oma-oma dan opa-opa dari Wales yang kebetulan lagi meliburkan diri dan akan berangkat menuju Borobudur.

setelah sempet ngobrol-ngobrol akhirnya c Ibu dan anaknya datang dengan membawa sekotak Serabi, panganan khas Solo makan di kamar kebetulan cowok yang anterin cewek w datang ama ceweknya untuk ambil barang menuju ke Universitas Negeri Solo.

W ama cewek w juga akhirnya keluar dari Hotel itu sambil bawa peralatan w untungnya Cuma dua tas satu tas isi laptop (maklum kerjaan cuy sebagai jurnalis kemana-mana harus bawa laptop) dan satunya berupa baju.

Karena waktunya masih lama w ama cewek w iseng-iseng berhadiah ke Pusat Grosir Solo (mang cuma Cililitan ama Jatinegara doank yang punya pusat grosir hehehe) nyari biasa batik ama yang kira-kira unyu-unyu (hhuahahahaha) akhirnya di PGS itu w dapat dua kaos corak batik yang harganya kalau ga salah satunya IDR40 ribu.

Setelah dari PGS w lanjut pasar tradisional solo yang deket Keratonan Surakarta dengan melihat-lihat,disini cewek w dapat beberapa baju

Setelah berbelanja akhirnya w ama cewek w makan dulu di restoran tiongkok yang mungkin sudah lama disana jualannya karena tempatnya jadul abis, kami makan (maaf kalau agak lupa) dengan sapo tahu, udang goring dan masih banyak lagi.

(Wuaahh agak-agak lupa ini.. bentar ya ingat-ingat dulu)

Oh ya setelah makan, w ama cewek w langsung mencegat taksi untuk berangkat ke Universitas Negeri Solo untuk hadiri sosialisasi dan temu dengan teman-teman dari komunitas Difabel.

Soal kegiatan di Universitas Negeri Solo ntar-ntar yaa… biar kalian ga bosen yaa..

Sampai jumpa di Part V

Kamis, 21 Februari 2013

Tour Jawa Part III : Berkunjung Ke Rumah Pendiri Pasopati



Eng..Ing..Eng.. pasti pada nungguin yang ketiga yaa.. tenang-tenang pasti w ceritain kok udah pada siap semua ?

Baik kita mulai yaa.. setelah menjemput cewek w dari stasiun Purwosari terus berlanjut ke kampus serta berkunjung ke rumah salah satu pasiennya yang sedang menjalani terapi disana sambil disambut dengan sajian makan siang di sego wiwit saatnya melanjutkan apa yang akan dikerjakan di Solo.

Setelah menikmati jamuan santap siang di Sego Wiwit, kami pun berangkat menuju kediaman seorang yang boleh dibilang terpandang atau dihormati di Solo, pertama kali w dengar dari namanya yang dilontarkan oleh cewek w hanya satu spontan terucap dari mulut w yaitu Pasoepati.

Nama yang terucap dari mulut cewek w soal kunjungan kali ini adalah nama seorang yang bernama Mayor Haristanto.. bagi pecinta sepakbola nasional atau warga Solo yang hobi atau fans dari Pelita Jaya pasti kenal dengan sosok ini.

Kalau ga ada yang tahu siapa sosok Mayor Haristanto akan w jelaskan tapi pertama-tama yang w jelaskan adalah tentang Pasoepati dulu baru beliau, bagaimana ?

Baiklah, Pasoepati adalah nama sebuah kelompok supporter sepak bola yang berasal dari Kota Solo. terbentuknya kelompok supporter ini tidak lepas dari keberadaan klub Pelita Jaya yang memilih Solo sebagai markas mereka yaitu Stadion Manahan dalam menjamu lawan-lawannya di tahun 2000 lalu.

Pasoepati sendiri yang memiliki arti Pasukan Soeporter Pelita Sejati pada tanggal 9 Februari 2000. Griya Reka Grupe Mayor, Jalan Kolonel Sugiyono 37, Solo. lantas dimana peran dari sosok Mayor Haristanto.

Mayor Haristanto, pria kelahiran 15 Mei 1959 ini adalah putera keempat dari 10 bersaudara dari pasangan Kapten Kastanto Hendrowiharso dan Sukarni ini dikenal sangat ulet dan pantang menyerah.

Setiap mendengar namanya MAYOR Haristanto banyak orang yang bertanya kenapa ada nama Mayor apakah dirinya seorang tentara berpangkat Mayor ? ternyata nama itu adalah pemberian sang ayahanda karena lebih tinggi dari pangkat sangat ayah dan dengan kata lain harapan sang ayahanda dirinya bisa melebihi dari apapun.

Dan yang menarik dari sosok ini dan w baru tau adalah putera dari Pak Mayor ini adalah jurnalis sebuah tabloid olahraga yang tulisannya sering w baca saat dirinya menulis tentang bulutangkis dan Formula-1 yaitu BROTO HAPPY W





Pasoepati adalah hasil akal budi seorang praktisi periklanan Solo, Mayor Haristanto, dirinya mengambil prakarsa ketika tak ada wong Solo berani jemput bola guna membangun organisasi suporter ketika publik bola Solo terserang euforia karena tiba-tiba hadir tim elit Liga Indonesia di kotanya

Selain Pasoepati, suami Nani Mayor itu turut membidani kelahiran kelompok suporter The Macz Man (PSM Makassar), Asykar Teking (PSPS Pekanbaru), dan Persmanisti (Persma Manado). Empat rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) telah dicetaknya. Selain memrakarsai kelahiran komunitas-komunitas suporter, penghargaan itu diperolehnya karena menggagas karangan bunga terbanyak pengucapnya, tim kampanye artis yang dipilih lewat SMS terbanyak, dan menumbangkan rekor karangan bunga terbanyak pengucap sebelumnya.

Jadi udah tahu kan siapa Mayor Haristanto ? kembali ke tulisan w ini, setelah w yakin yang diucapkan oleh cewek w adalah yang w maksud, akhirnya w sampai juga di rumah sang Mayor Haristanto ini.

Rumah yang w bilang sederhana, apik tapi wah ini terletak di sebuah gang turunan, begitu sampai ternyata belum ada siapa-siapa termasuk teman-teman dari Sampoerna School of Education maupun dari rekan-rekan difabel Solo.

Karena dilihat w berdua ama cewek w diluar, seorang wanita dari dalam memanggil kami berdua untuk masuk kedalam, setelah masuk ke dalam sambil celingak-celinguk memandangi kekaguman atas pemandangan dirumah tersebut.

Tiba-tiba masuk beberapa motor ke dalam garasi rumah tersebut, dan salah satu dari motor tersebut ternyata orang yang w bayangkan dengan nama yang cewek w bilang yaitu Mayor Haristanto dan benar itu beliau !!

Singkat cerita, di rumah pak Mayor Haristanto ini untuk merampungkan rencana aksi (macam demo ajee) sosialisasi komunitas Difabel Solo dan Jakarta kepada masyarakat setempat serta peresmian organisasi ini tepat di acara Solo Car Free Day pada Minggu (30/12/2012)

Ketika mau pulang, w sempat nanya-nanya ke beliau bahkan cewek w langsung bilang gini ke Pak Mayor, “Pak Mayor abangku ini jurnalis loh terus begitu saya kasih tau mau ketemu dengan bapak dengan sebutin nama bapak dia langsung tahu orangnya eehh ternyata benar.” kata cewek w

Begitu cewek w bilang gitu c Pak Mayor hanya bisa mesem-mesem dan akhirnya w kasih kartu nama ke dia begitu juga dia kasih kartu namanya sambil jelasin aktivitas dia setelah meninggalkan Pasoepati walau sampai sekarang masih terus ikut kegiatan fans klub tersebut.
Segini dulu yaa tulisan w, ntar disambung lagi (pastinya) ke Part IV tentang acara Solo Car Free Day nya otree…..





Batik karya anak Difabel, kain baik ini dibuat dengan KAKI !! 

Pengurus Difabel Indonesia berphoto bersama dengan komunitas Difabel Solo dengan Pak Mayor Haristanto



Bersambung ke IV
























Selasa, 19 Februari 2013

Apa yang Kau Cari Hary Tanoe di Hanura


Seperti menjadi kebiasaan penulis  sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis  tulis adalah murni dari pendapat penulis  terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.


Photo : PedomanNEWS / Arif Julianto

Seperti yang sudah w perkirakan tentang sosok satu manusia ini dalam dunia perpolitikan Indonesia, memilih keluar dari Nasional Demokrat (NasDem) karena tidak sepaham dengan sang pendiri dan saat ini memilih bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA)

Adalah Hary Tanoesoedibjo yang memilih keluar dari NasDem dengan alasan tidak sepaham atau tidak seotak dalam menjalankan roda dari Nasdem dimana Surya Paloh ingin menjadi Ketua Umum karena lama berkarir hingga berkarat disebuah partai bentukan Orba tidak mendapatkan keuntungan serta posisi strategis untuk dia dalam hal ini Ketua Umum sehingga memutuskan keluar dan mendirikan Nasdem.

Sementara Hary Tanoesoedibjo menginginkan partai NasDem diisi oleh anak muda yang kritis dan mau membangun negara ini dengan semangat muda.

Lantas ketika Hary Tanoe keluar dari NasDem banyak pihak beranda-andai dengan hitungan politik kemana jika pria kelahiran Surabaya 26 September 1965 ini bergabung, namun akhirnya Harry Tanoe memilih partai HANURA sebagai kapal politik dia dalam (mungkin) membangun Indonesia ini.

Jika Hary Tanoe bergabung dengan HANURA, sebagai orang ekonomi dan pebisnis apa yang diharapkan atau keuntungan apa yang akan diberikan HANURA kepada Hary Tanoe ?

W sudah memperkirakan kalau Hary Tanoe akan bergabung dengan partai bentukan dari Jenderal Wiranto karena sosok bos dari MNC TV, RCTI, Global TV dan jaringan media lainnya tidak mungkin memilih partai lain apalagi yang sudah punya nama.

Namun secara jujur, w lebih suka Hary Tanoe tetap di NasDem karena sama-sama baru, NasDem baru masuk politik dan Hary Tanoe juga baru belajar politik, namun sangat disayangkan dengan sikap Hary Tanoe ini memang disatu sisi ide nya boleh tapi namun yang disesalkan adalah dengan sikapnya yang tak elok seperti ilustrasi tersesat di tengah hutan tidak ada kendaraan untuk mengantarkan ke sebuah kota, namun ditengah dirinya berjalan ada orang yang memberikan tumpangan namun orang yang tersesat itu mengiyakan tapi harus dia yang membawa kendaraan sang penawar tumpangan ?

Yang pasti pertama Partai HANURA adalah partai baru yang mungkin tidak neko-neko jika Hary Tanoe masuk beda ketika Hary Tanoe masuk (misal) PDI Perjuangan atau Golkar yang sudah punya nama pasti akan lebih ribet syarat dan ketentuannya jika Hary masuk kesana apalagi dilihat latar belakang Hary yang pasti membuat partai manapun akan ter-ences-ences bener ga ?!

Kemudian, kemungkinan Hary Tanoe berkreasi dengan ide-ide nya yang mungkin cerdas di Partai HANURA dalam membangun Indonesia akan lebih diterima ketimbang partai besar dan ternama karena mereka sudah punya pakem dan aturan yang baku dan kaku…

Dok.Republika


Tapi… sekali lagi tapi apakah dengan masuknya Hary Tanoe bisa menaikkan popularitas Partai HANURA secara politik misalnya pada 2014 mendatang HANURA bisa menangi atau kuasai parlemen dan bisa bertarung dalam Pemilihan Presiden atau paling ga bisa bermain dalam posisi dua dan bisa memaksa partai ternama bermain dalam dua putaran secara melihat latar belakang terutama sang pendirinya jika terkait kasus yang mendera pada kekejaman ketika Orba hingga1998 ?

Kalau soal ini, w pastikan kecil kemungkinan HANURA bisa masuk dalam klasemen elite pemilu entah itu nomor dua bahkan satu, namun untuk sosialisasi mungkin HANURA bisa bernapas lega bahkan bisa mengurangi dana iklan karena kehadiran Hary Tanoe yang memang JAWARA nya media paling tidak kapasitas otak perekam masyarakat Indonesia akan penuh dengan iklan-iklan yang berseliweran di televisi dan itu akan memudahkan HANURA dalam bersosialisai.

Jika melihat hitung-hitungan yang w paparin soal kehadiran Hary Tanoe pasti akan bertanya apa yang HANURA berikan kepada Hary Tanoe apakah posisi anggota DPR atau Menteri kalau bisa tembus pilpres atau jangan-jangan Presiden tapi kalau untuk posisi yang terakhir w bilang rasanya ga mungkin jika melihat hitung-hitungan di atas.

Tapi untuk proses belajar politik dari Harry Tanoe kepada HANURA sangat penting dan di apresiasikan daripada belajar politik di partai ternama namun bobrok yang hanya menguntungkan satu pihak.

Kita lihat saja sejauh mana HANURA bersama Hary Tanoe bisa membuat gebrakan dalam pemilu 2014 mendatang seperti menyalip partai besar seperti PDIP atau Golkar atau mungkin NasDem serta Demokrat atau hanya seperti partai-partai gurem yang cuma sebagai (maaf) kotoran dan pemandu sorak untuk buat Pemilu semakin semarak ?

Selamat datang dan berpolitik Hary Tanoe di Politik Indonesia yang carut marut.

Nakula Residence, 190213 0755

Jika Dana Operasional Dikurangi, AS Tetap Komitmen Terhadap Keamanan Pasific


@Lorcasz
Kendati ada wacana anggran militer Amerika Serikat dikurangi namun itu tidak mengurangi kegiatan yang dilakukan karena hal ini adalah normal ketika perang terhadap terror telah usai.

Hal ini disampaikan oleh Panglima Komando Pasukan Amerika Serikat kawasan Pasifik, United States Pasific Command Commander, Laksamana Samuel J Locklear III dalam sebuah acara di Hotel Ritz Carlton, Jumat (8/2)

“Pemotongan anggaran adalah hal yang normal. Saat kami melakukan perang terhadap teror, jumlah pasukan AS mencapai rekor yang tertinggi. Kini perang tersebut sudah mereda maka normal bila postur militer AS kembali dipikir ulang,” ujar Locklear.

@Lorcasz
Menurut perwira yang pernah menjabat sebagai komandan kapal perang AS, USS Leftwich (DD 984) ini mengatakan keputusan yang dikeluarkan oleh Gedung Putih sebagai komitmen awal yang telah disepakati terkait kawasan Asia Pasifik, dirinya sangat yakin jika anggaran tersebut benar adanya dipotong kekuatan militer yang dimiliki AS tetap lah menjadi terbesar di dunia.

 “Tahukah anda bahwa Angkatan Laut AS saat ini adalah AL terkecil yang dimiliki AS sejak tahun 1916. Namun angkatan laut kami masih dianggap sebagai yang terkuat,” ujar perwira lulusan tahun 1977 dari Akademi Angkatan Laut AS

Secara implisit pula dirinya optimistis, walaupun nanti AS merasakan adanya kekurangan akibat pemotongan anggaran, AS bisa saja meminta bantuan sekutunya di Asia Pasifik untuk ikut berkontribusi menjaga keamanan di kawasan tersebut.

Alasan AS Pusatkan Militer di Kawasan Pasifik


@Lorcasz

Posisi negara-negara di kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia semakin hari semakin strategis disaat perubahan dinamika kekuatan global hal inilah yang membuat Amerika Serikat dalam beberapa tahun belakang ini mencoba fokus kepada kepentingan keamanannya di kawasan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Panglima Komando Militer AS untuk Kawasan Pasifik, United States Pacific Command (US Pacom), Laksamana Samuel J Locklear III dalam sebuah acara yang diadakan oleh komunitas USINDO di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (8/2)

Dalam acara tersebut, lulusan AAL AS tahun 1977 ini menyampaikan pandangannya soal pergeseran dalam fokus keamanan AS ke kawasan Asia Pasifik yang pertama kali disampaikan oleh Presiden Obama medio November 2011 lalu.

Mantan komandan kapal perang AS, USS Leftwich (DD 984) ini mengatakan pergeseran fokus ini sebagai perimbangan kembali peran Amerika di kawasan Asia Pasifik dengan menegaskan perimbangan yang dimaksud bersifat konfrontatif atau menyudutkan negara tertentu.

@Lorcasz
“Ini bukan hanya menyangkut militer tapi juga kebijakan, diplomasi, dan perdagangan... Perimbangan ini adalah suatu strategi kolaborasi dan kerjasama," kata Locklear.    

Seperti diketahui setelah berakhirnya perang di Afganistan dan Irak, AS kini beralih fokus kepada kepentingan keamanannya di kawasan tersebut dengan memasukkan kekuatan militer laut AS yang ditugaskan melakukan operasi dikawasan yang terdiri dari ratusan negara termasuk Indonesia.

Dengan hal itu tidak lah mengherankan jika perwira tinggi kelahiran 28 Oktober 1954 ini oleh negaranya menjadi Komando Gabungan militer terbesar yang dimiliki Amerika Serikat dengan wilayah operasi Asia Pasifik, Asia Timur dan Asia Selatan.

Untuk menjalankan operasional, Pasific Command (US PACOM) dibekali dengan seperlima dari seluruh total kekuatan militer AS dan menjadi pemimpin dari 60 persen armada Angkatan Laut Amerika dimana sekarang ini armada AS di kawasan Pasifik diperkuat lima kapal induk dengan kekuatan pendukung seperti 180 kapal, 1,500 pesawat temput serta tentunya 100,000 personel militer aktif.

Locklaer yang sebelum menjabat sebagai komandan tertinggi ini pernah menjabat sebagai perwira di sejumlah kapal perang antara lain SS William V. Pratt (DDG 44), USS Carl Vinson (CVN 70), USS Callaghan (DDG 994), and USS Truxtun (CG 35) ini mengatakan sangat kompleksitas permasalahan yang ada di kawan ini yang mana meliputi dari separuh permukaan bumi dengan keragaman yangan luar biasa jika melihat dari sosial, budaya, ekonomi dan geopolitik tiap negara Asia Pasific

@Lorcasz
"Selama hampir setahun menjabat sebagai panglima, saya makin kagum atas beragamnya kompleksitas di kawasan ini, yang melingkupi lebih dari separuh permukaan Bumi dan lebih dari setengah jumlah populasinya. Kawasan ini punya keragaman yang luar biasa secara sosial, budaya, ekonomi, dan geopolitik," ucap Locklear.

Dalam hal perekonomian Locklear juga melihat kawasan ini menjadi perhatian dan perhitungan utama AS karena memiliki dua dari tiga ekonomi terbesar di dunia serta tujuh dari sepuluh negara terkecil di muka bumi

"Kawasan ini punya dua dari tiga ekonomi terbesar di dunia dan tujuh dari 10 negara terkecil di muka bumi, selain itu Asia Pasifik juga punya negara yang berpenduduk paling banyak di dunia, dan juga negara demokratik terpadat, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbanyak, dan republik terkecil. Memiliki sembilan dari 10 pelabuhan terbesar di dunia, dan jalur-jalur laut paling sibuk yang menghasilkan lebih dari US$8 triliun dari arus perdagangan dua arah yang melibatkan setengah dari total kargo kontainer dunia dan 70 persen dari kapal-kapal pengangkut bahan energi melintasi lautan Pasifik setiap hari," kata Locklear.

Dalam bidang Hankam, menurut Locklear  Amerika Serikat mengganggap Asia Pasifik sebagai kawasan yang banyak diisi oleh kekuatan militer karena tujuh dari sepuluh kekuatan militer terbesar ada di wilayah tersebut dan itu semua tidak mungkin diabaikan begitu saja.

@Lorcasz
"Kawasan ini punya tujuh dari 10 kekuatan militer terbesar. Lalu, angkatan-angkatan laut terbesar dan paling mutakhir berada di Asia Pasifik. Semua aspek itu, bila dikumpulkan, menghasilkan suatu kompleksitas strategis yang unik," kata Locklear, yang selama kunjungannya ke Jakarta menemui Panglima TNI, Menteri Pertahanan, dan para pejabat tinggi Indonesia lainnya. 

Soal China Bukan Ancaman Bagi AS



Kawasan Asia Pasifik memiliki permasalahan yang sangat komplek tidak hanya perubahan iklm yang berdampak kepada cuaca dan permukaan laut selain itu saat ini yang menjadi perbincangan hangat dunia internasional adalah tegangnya situasi Laut China Selatan.

Apa yang terjadi di kawasan Laut China Selatan sangat berbeda dengan situasi keamanan NATO di wilayah Amerika dan Eropa dimana tidak ada suatu mekanisme pemerintahan tunggal di Asia Pasifik yang menyediakan suatu kerangka bersama dalam menyelesaikan konflik dan itu butuh perimbangan salah satunya dari AS.

Hal ini disampaikan oleh Panglima Komando AS kawasan Pasifik ( U.S. Pasific Command – PACOM) Laksamana Samuel J Locklear dalam sebuah acara yang diadakan oleh komunitas USINDO di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (8/2)


"Itulah sebabnya perimbangan kembali posisi AS menjadi penting bagi Asia Pasifik. Ini menjadi dasar bagi banyaknya peluang kerjasama AS dengan para negara mitra di kawasan," kata Locklear. 

Locklear juga mencoba meluruskan sikap AS atas berkembangnya pengaruh China di Asia Pasifik. bagi dirinya, pola hubungan kedua negara itu tidak sedramatis seperti yang digambarkan media massa. AS, menurutnya, tidak melihat China sebagai ancaman walaupun saat ini sedang bersitegang dengan negara-negara sekutu AS, seperti Jepang dan Filipina, menyangkut masalah teritori.


Locklear juga tidak setuju dengan isu yang beredar  dikalangan internasional dimana AS tengah berupaya untuk mengurung Tiongkok untuk membendung pengaruhnya di kawasan tersebut namun dirinya mengatakan strategi yang diterapkan Washington justru berupaya untuk melibatkan negara tirai bambu tersebut untuk sama-sama bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas keamanan kawasan tersebut.

"Kami mengupayakan hubungan yang bertahan lama dengan China, termasuk hubungan militer ke militer. Kami berharap bisa mengesampingkan perbedaan-perbedaan pandangan yang ada dan fokus dalam hubungan yang sama-sama memberi manfaat bersama, seperti memerangi perompakan dan terorisme, melindungi jalur komunikasi laut, kerjasama bantuan kemanusian dan penanggulangan bencana," kata Locklear.