Selasa, 19 Februari 2013

Pererat Ekonomi, Menlu Jerman Kunjungi Indonesia




@Lorcasz

Untuk meningkatkan kerjasama dan kemitraan strategis antara Republik Federasi Jerman dan Indonesia, Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle berkunjung ke Indonesia.

Dalam kunjungan ini Menteri Luar Negeri Guido bertemu dengan Menlu Marty Natalegawa Senin pagi (11/2)  di Gedung Pancasila, Komplek Kemlu, Pejambon, Jakarta  untuk melakukan pembicaraan

@Lorcasz
Namun hingga berita ini dimuat, kedua menteri luar negeri masih melakukan pembicaraan dan memimpin diskusi antar delegasi Jerman dan Indonesia.

Informasi yang beredar, dalam kunjungan ini Menlu lulusan Universitas Bonn ini datang bersama dengan 10 pemimpin perusahaan (CEO) ternama di Jerman yang berminat untuk investasi di Indonesia.

Kesepuluh CEO perusahaan ternama asal Jerman yang berminat investasi di Indonesia : Mansour Hamsa CEO Fichtner GmbH (perusahaan konsultan), Michael Jungnitsch CEO Asien TUV Rheinland (perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan teknik dan konsultasi), Achim Klein CEO Rohde and Scwarz Vertriebs GmbH (perusahaan elektronik dan komunikasi radio), Reinhold Kudielka CEO Bendalis (perusahaan yang bergerak di bidang peralatan medis)

@Lorcasz
Marc Lohoff CEO Conergy AG (perusahaan yang bergerak di bidang tenaga surya), Peter Meinshausen CEO Evonik Sea (perusahaan yang bergerak di bidang kimia dan kesehatan), Ghunter Mull CEO Dermalog Identification Systems (perusahaan yang bergerak dalam bidang sidik jari)

Harold Plob CEO Plob and Co (perusahaan yang bergerak di bidang sertifikasi), Thomas Schmies CEO Ara Shoes (perusahaan yang bergerak di bidang produksi sepatu), dan Frank Tscherney CEO Johannes Hubner Fabrik Elektrischer (perusahaan yang bergerak di bidang industri baja).



Ditlantas Polda Metro Jaya Buka Loket SIM untuk Difabel


Photo oleh Arif Julianto / PedomanNEWS
Keterbatasan tidak menghalangi para penyandang cacat atau difabel untuk mengendarai kendaraan bermotor layaknya mereka yang normal.dan tidak cemas lagi karena diberikan pelayanan khusus oleh Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Daan Mogot mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM) D.  

Ditlantas Polda Metro Jaya membuka pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) kolektif bagi para difabel. SIM ini diberi kode D. di laksanakan di tempat kantor Direktorat Lalu Lintas Polda Metro, Daan Mogot, Jakarta barat

Photo Oleh Arif Julianto / PedomanNEWS
Proses pembuatan SIM hampir sama dengan pembuatan SIM umum. Awalnya, mereka melakukan cek kesehatan, kemudian dilanjutkan tes tertulis dan terakhir tes praktek yang menggunakan kendaraan pribadi mereka.

Umumnya para penyandang cacat atau difabel memodifikasikan sepeda motornya dengan menambahkan dua roda pada kiri dan kanan di bagian roda belakang, namun ada juga kaum difabel mengendarai kendaraan tanpa memiliki SIM.

Photo oleh Arif Julianto / PedomanNEWS
"Saya senang akhirnya ada SIM khusus untuk difabel, jadi lebih nyaman," ujar salah seorang peserta pembuatan SIM D. Dia mengaku sudah sekitar 8 tahun bersepeda motor tanpa memiliki SIM.

Pihak Ditlantas sudah memiliki loket khusus untuk pembuatan SIM D. Dengan biaya admintrasi pembuatan SIM yaitu sebesar Rp 50.000, sedangkan untuk perpanjangan dikenakan biaya sekitar Rp 30.000.

Tour Jawa Part II : Berkunjung Ke Lokananta


Disamping plang nama ini tempat w nginep selama di Solo
Kita lanjutin lagi yaaa… setelah sarapan, mandi sambil mendengar situasi terakhir soal tragedy kamar mandi saatnya jemput cewek w di stasiun Purwosari yang berangkat dari Kota Jogjakarta.

Setelah tanya-tanya ama salah satu teman yang mengurusi kita-kita di Solo, akhirnya w di antar ke Stasiun Purwosari dengan motor sambil melihat hiruk pikuk kota Solo di kala pagi sambil mendengarkan penjelasan dari mas Jaka soal tempat-tempat di Solo termasuk kampung yang mulai dari masuk hingga ke ujung penuh dengan pembuatan batik.

Setelah muter balik, akhirnya sampai di stasiun Purwosari sambil nunggu cewek w keluar dari peron, ternyata stasiun ini kalau di Jakarta seperti Jatinegara atau Senen sebagai stasiun transit untuk kota-kota yang deket seperti Jogjakarta.

Akhirnya ketemu cewek w, dan langsung keluar dari stasiun Purwosari menyebrang jalan menuju tempat dimana cewek w akan menimba ilmu soal saraf anak berkebutuhan khusus, lumayan lama nunggu taksinya.

Stasiun Purwosari, kalau di Jakarta Stasiun seperti Jatinegara
Akhirnya dapat taksi langsung menuju ke tempat sekolah cewek w ini, setelah muter-muter dan dapat sekolahnya sambil nunggu cewek w berkenalan dan berinteraksi dengan semua staff yang ada di sana w melihat sekitar sekolah tersebut, alangkah asrinya lingkungan ini sepanjang jalan dimana kanan-kiri terdapat sawah hijau membentang, kayak beginian jarang ada di Jakarta bener ga ?!

Ternyata disekolah ada alumni pasien cewek w yang lagi terapi dan tinggal sementara di sana, lantas dari sekolah tersebut, w dan cewek w di antar satu-satu ama salah satu staff sekolah tersebut ke kost sang alumni pasien cewek w ini.

Setelah ngobrol-ngobrol, dilanjutkan dengan makan siang di Sego wiwit rumah makan seperti khas Sunda dimana banyak sekali saung-saung disini juga bisa mancing loh :D

Lapangan bola depan kampus PTNC-Solo
Akhirnya di resto itu kita pesan es kelapa langsung dari buahnya, ikan di bakar mentega, dan makanan lainnya (maaf agak lupa hehehe)

Setelah dari makan-makan baru lah menuju tempat yang mungkin jadi penasaran w selama ini yaitu studio Lokananta..

Ada yang tahu studio Lokananta ?! mungkin bagi anak jaman tahun 2000-an nama studio ini kurang familiar bahkan tidak terkenal tapi bagi orangtua mereka nama studio ini tidak asing.

Iya, Lokananta adalah sebuah studio rekaman pertama dan terbesar yang dimiliki oleh Republik Indonesia, diambil alih negara atas perintah Ir. Soekarno membuat studio ini termegah di negara ini.

Studio ini menyimpan ratusan rekaman pidato dan kejadian sepanjang pemerintahan ini berdiri, pidato Ir Soekarno bahkan pidato Nikita Churcill (ada yang tahu siapa dia ? dia adalah Perdana Menteri Inggris Raya pada saat Perang Dunia II ), Jawaharal Nehru dan Che Guevaraa pun ada di sini.

Lagu Indonesia Raya ciptaan warga Ahmadiyah yang bernama Wage Rudolf Supratman pun untuk pertama kalinya direkam di studio ini dan ratusan lagu-lagu daerah dan nasional juga direkam disini

Studio Lokananta, Abbey Road-nya Indonesia
Yang harus kita bangga adalah, Studio ini memiliki satu dari perangkat rekaman terbaik yang dimiliki dunia, yang satu lagi berada di studio BBC di London, namun sayangnya yang di Lokananta saat ini rusak parah.

Saat ini studio tersebut boleh dibilang antara hidup segan matipun ogah karena seperti biasa penyakit Indonesia, keterbatasan dana dan sudah mulai dilupakan, padahal kalau mau diurut, Studio Abbey Road yang tersohor di London sono tidak ada apa-apanya jika melihat kejayaan dari studio ini.

Dan masalah ini coba dipecahkan oleh musisi Indonesia, Glenn Fredly yang mencoba rekaman dengan menggunakan perangkat yang ada di studio tersebut, walau bukan lagu baru namun lagu yang dibawakan oleh Glenn direkam ulang dengan suasana studio ini.

lebih lengkapnya silakan baca tulisan saya yang termuat di media tempat saya bekerja tentang Glenn Fredly dan studio Lokananta nya.

Namun ketika w ke sana, studio tersebut tutup dan buka hanya Senin hingga Jumat saja. tapi janji w ketika kembali ke Solo tempat pertama yang w samperin adalah studio ini dengan mengingat perkataan Bung Karno, JAS MERAH – Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah !!

ntar disambung lagi yaa ke Part III yang lebih seru lagi selama w di Solo….

Minggu, 17 Februari 2013

Galeri Photo : Kunjungan Menteri Luar Negeri Republik Federasi Jerman





Menteri Luar Negeri Republik Federasi Jerman, Dr Guido Westerwelle berkunjung ke Jakarta pada tanggal 11 Februari 2013,  berikut adalah photo-photo Menteri Luar Negeri kelahiran Bad Honnef 27 Desember 1961 ini menjabat sebagai Menlu sejak tahun 2009.


Photographer resmi Kementerian Luar Negeri Jerman langsung dari Berlin




























Selamat menikmati photo-photo berikut.

Ruang Depan Gedung Pancasila, Komplek Kementerian Luar Negeri RI, Pejambon, Jakarta Pusat, Senin 11 Januari 2013 Pkl. 10.10

Yang dibelakang itu adalah pengamanan resmi dari Jerman langsung


Persiapan kedatangan Menteri Luar Negeri Republik Federasi Jerman, Dr Guido Westerwelle


Berphoto bersama diabadikan oleh sejumlah jurnalis baik nasional maupun internasional


Menjadi sebuah kewajiban ketika seorang tamu negara seperti Menteri Luar Negeri untuk ngisi Buku Tamu

Menuju ruang pembicaraan 


Jumpa Pers Bersama

















Catatan : Semua photo dan artikel di blog ini di lindungi undang-undang, jika menginginkan atau mengambil photo atau artikel HARAP CANTUMKAN SUMBER nya !! atau bisa mengirimkan email ke ervanca@gmail.com

Photo by : @Lorcasz


Minggu, 10 Februari 2013

Tour Jawa Part I : Kalideres – Solo


Tour w ini diawali dari sebuah kawasan yang menurut w jauh dari peradaban (maaf kalau w bilang begini karena jujur w ga terlalu paham seluk-beluk daerah ini) yang bernama kampung Gusti, Kalideres.

Jadi ceritanya w janjian dengan Ibu Endang, beliau adalah Pembina dari IDCC (Indonesia Disabled Care Community) di halte depan Gedung MPR/DPR RI kawasan Senayan pukul 09.00.

Karena takut telat w berangkat dari rumah sudah agak telat bahkan power bank, nyawa dari smartphone w ketinggalan demi keberangkatan ini.

Setelah ketemu dengan Ibu Endang dan sampai ditempat yang dituju yaitu sebuah halte dengan pemandangan depan jalan yang berdebu dengan lalu lalang kendaran konteiner serta pemandangan belakang berupa rumah-rumah bedeng di atas kali hitam pekat yang meluap.

Lumayan lama w dan Bu Endang nunggu terhitung dari pukul 08.45 hingga sampai temans dari Sampoerna School of Education datang setelah katanya terlewat hingga memutar kembali ke putaran yang cukup jauh.



Perjuangan w untuk ke Solo tidak main-main, nunggu bus bersama-sama dengan temans dari Sampoerna School of Education bersamaan dengan turunnya hujan deras hingga pontang-panting karena halte tempat kami tunggu ternyata bocor belum lagi harus sempit-sempitan dengan beberapa calon penumpang yang juga sedang menunggu.










Akhirnya Pukul 11.22 kami berangkat dalam keadaan basah kuyup karena hujan dera
s yang tidak menentu turunnya, setelah barang-barang masuk ke bagasi bus dan kami masuk untuk menentukan tempat duduk, setelah pada dapat tempat duduk barulah bus berjalan menuju masuk tol dalam kota menuju pemberhentian pertama untuk menaikkan penumpang dari agen bus mereka.




Pemberhentian pertama untuk ambil penumpang di wilayah Bekasi Timur kemudian dilanjutkan di kawasan Cikampek setelah itu baru lah perjalanan dimulai.

w agak kurang paham kota-kota yang dilewati bus karena maklum baru ini keluar dari kawasan tempat tinggal w di Bekasi hehehe..

Pemandangan yang w dapat sepanjang perjalanan dari Kalideres hingg Solo :D
Singkat cerita pukul 03.45 tiba di sebuah jalan dekat lampu merah kawasan Kota Solo dari tempat ini kami dengan 3 mobil taksi diantar ke sebuah rumah dikawasan Jalan Pinang no.18 daerah Cemani, Solo.

Dari rumah agak kosong namun gedee banget kami beristirahat, namun dari rumah ini pada hari pertama sudah dikenalkan dengan situasi, jadi ketika temans dari Sampoerna School of Education ini lagi beres-beres ada satu teman yang masuk kamar mandi, entah kenapa kamar mandi tersebut tidak bisa dibuka alias terkunci.

Karena tidak bisa dibuka dari dalam dari luar alhasil, teman tersebut “menginap” beberapa jam di kamar mandi, pada sekitar pukul 06.30 salah satu temannya mengintip dari kaca belakang kamar mandi dan mendapati temannya sudah lemas, begitu tahu temannya tidak ada respon ketika dipanggil langsung jendela yang kebetulan terbuat dari bahan fiberglass dirobek dan langsung masuk ke dalam.

Ternyata, pintu tersebut tidak terkunci namun hanya nempel ke dinding pintu secara rapat, namun yang terjadi teman yang terdampar di kamar mandi semalaman tiba-tiba nangis sendiri terus teriak-teriak (asumsi kan sendiri yaa)..

Bukan ga mau bantu tapi ga ngerti cara atasinya, tapi banyak kok temans nya yang membantu, akhirnya w milih nyari makanan yang dijual di sekitar rumah, alhasil dapat lah nasi liwet dengan irisan ayam, dengan ditambah gorengan dua dan mau tau berapa jumlahnya hanya IDR5,000 aja !!

ntar lanjut lagi yaa… 

Tour Jawa di Akhir-Awal Tahun





Sebelumnya mau ucapain Selamat Tahun Baru, walau udah lewat setahun tapi paling tidak w ada niat untuk ngucapin hehehehe…





Untuk kedua kalinya w keluar dari rutinitas kota Jakarta dan Bekasi pada akhir tahun 2012 lalu hingga awal tahun 2013 ke beberapa kota di Pulau Jawa.














Kalau bulan Oktober kemarin, w untuk pertama kalinya berangkat ke Jogjakarta kali ini tempat yang w kunjungi tidak hanya satu tetapi hampir lima kota di empat propinsi.














Lima kota di empat propinsi itu sendiri memiliki beberapa cerita menarik dan akan w tuangkan di CatatanLorcasz dalam berbagai seri




















Selamat menikmati semoga menjadi inpirasi kalian yang membacanya.


Nakula Strt, 10213 20:30