Kamis, 21 Februari 2013

Tour Jawa Part III : Berkunjung Ke Rumah Pendiri Pasopati



Eng..Ing..Eng.. pasti pada nungguin yang ketiga yaa.. tenang-tenang pasti w ceritain kok udah pada siap semua ?

Baik kita mulai yaa.. setelah menjemput cewek w dari stasiun Purwosari terus berlanjut ke kampus serta berkunjung ke rumah salah satu pasiennya yang sedang menjalani terapi disana sambil disambut dengan sajian makan siang di sego wiwit saatnya melanjutkan apa yang akan dikerjakan di Solo.

Setelah menikmati jamuan santap siang di Sego Wiwit, kami pun berangkat menuju kediaman seorang yang boleh dibilang terpandang atau dihormati di Solo, pertama kali w dengar dari namanya yang dilontarkan oleh cewek w hanya satu spontan terucap dari mulut w yaitu Pasoepati.

Nama yang terucap dari mulut cewek w soal kunjungan kali ini adalah nama seorang yang bernama Mayor Haristanto.. bagi pecinta sepakbola nasional atau warga Solo yang hobi atau fans dari Pelita Jaya pasti kenal dengan sosok ini.

Kalau ga ada yang tahu siapa sosok Mayor Haristanto akan w jelaskan tapi pertama-tama yang w jelaskan adalah tentang Pasoepati dulu baru beliau, bagaimana ?

Baiklah, Pasoepati adalah nama sebuah kelompok supporter sepak bola yang berasal dari Kota Solo. terbentuknya kelompok supporter ini tidak lepas dari keberadaan klub Pelita Jaya yang memilih Solo sebagai markas mereka yaitu Stadion Manahan dalam menjamu lawan-lawannya di tahun 2000 lalu.

Pasoepati sendiri yang memiliki arti Pasukan Soeporter Pelita Sejati pada tanggal 9 Februari 2000. Griya Reka Grupe Mayor, Jalan Kolonel Sugiyono 37, Solo. lantas dimana peran dari sosok Mayor Haristanto.

Mayor Haristanto, pria kelahiran 15 Mei 1959 ini adalah putera keempat dari 10 bersaudara dari pasangan Kapten Kastanto Hendrowiharso dan Sukarni ini dikenal sangat ulet dan pantang menyerah.

Setiap mendengar namanya MAYOR Haristanto banyak orang yang bertanya kenapa ada nama Mayor apakah dirinya seorang tentara berpangkat Mayor ? ternyata nama itu adalah pemberian sang ayahanda karena lebih tinggi dari pangkat sangat ayah dan dengan kata lain harapan sang ayahanda dirinya bisa melebihi dari apapun.

Dan yang menarik dari sosok ini dan w baru tau adalah putera dari Pak Mayor ini adalah jurnalis sebuah tabloid olahraga yang tulisannya sering w baca saat dirinya menulis tentang bulutangkis dan Formula-1 yaitu BROTO HAPPY W





Pasoepati adalah hasil akal budi seorang praktisi periklanan Solo, Mayor Haristanto, dirinya mengambil prakarsa ketika tak ada wong Solo berani jemput bola guna membangun organisasi suporter ketika publik bola Solo terserang euforia karena tiba-tiba hadir tim elit Liga Indonesia di kotanya

Selain Pasoepati, suami Nani Mayor itu turut membidani kelahiran kelompok suporter The Macz Man (PSM Makassar), Asykar Teking (PSPS Pekanbaru), dan Persmanisti (Persma Manado). Empat rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) telah dicetaknya. Selain memrakarsai kelahiran komunitas-komunitas suporter, penghargaan itu diperolehnya karena menggagas karangan bunga terbanyak pengucapnya, tim kampanye artis yang dipilih lewat SMS terbanyak, dan menumbangkan rekor karangan bunga terbanyak pengucap sebelumnya.

Jadi udah tahu kan siapa Mayor Haristanto ? kembali ke tulisan w ini, setelah w yakin yang diucapkan oleh cewek w adalah yang w maksud, akhirnya w sampai juga di rumah sang Mayor Haristanto ini.

Rumah yang w bilang sederhana, apik tapi wah ini terletak di sebuah gang turunan, begitu sampai ternyata belum ada siapa-siapa termasuk teman-teman dari Sampoerna School of Education maupun dari rekan-rekan difabel Solo.

Karena dilihat w berdua ama cewek w diluar, seorang wanita dari dalam memanggil kami berdua untuk masuk kedalam, setelah masuk ke dalam sambil celingak-celinguk memandangi kekaguman atas pemandangan dirumah tersebut.

Tiba-tiba masuk beberapa motor ke dalam garasi rumah tersebut, dan salah satu dari motor tersebut ternyata orang yang w bayangkan dengan nama yang cewek w bilang yaitu Mayor Haristanto dan benar itu beliau !!

Singkat cerita, di rumah pak Mayor Haristanto ini untuk merampungkan rencana aksi (macam demo ajee) sosialisasi komunitas Difabel Solo dan Jakarta kepada masyarakat setempat serta peresmian organisasi ini tepat di acara Solo Car Free Day pada Minggu (30/12/2012)

Ketika mau pulang, w sempat nanya-nanya ke beliau bahkan cewek w langsung bilang gini ke Pak Mayor, “Pak Mayor abangku ini jurnalis loh terus begitu saya kasih tau mau ketemu dengan bapak dengan sebutin nama bapak dia langsung tahu orangnya eehh ternyata benar.” kata cewek w

Begitu cewek w bilang gitu c Pak Mayor hanya bisa mesem-mesem dan akhirnya w kasih kartu nama ke dia begitu juga dia kasih kartu namanya sambil jelasin aktivitas dia setelah meninggalkan Pasoepati walau sampai sekarang masih terus ikut kegiatan fans klub tersebut.
Segini dulu yaa tulisan w, ntar disambung lagi (pastinya) ke Part IV tentang acara Solo Car Free Day nya otree…..





Batik karya anak Difabel, kain baik ini dibuat dengan KAKI !! 

Pengurus Difabel Indonesia berphoto bersama dengan komunitas Difabel Solo dengan Pak Mayor Haristanto



Bersambung ke IV