Selasa, 19 Februari 2013

Apa yang Kau Cari Hary Tanoe di Hanura


Seperti menjadi kebiasaan penulis  sebelum melakukan penulisan selalu menghaturkan permintaan maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang penulis buat membuat sebagian pembaca merasa tersinggung atau penulis dianggap menista atau apalah, apa yang penulis  tulis adalah murni dari pendapat penulis  terkait masalah yang penulis lihat, baca dan dengar, sekali lagi maaf.


Photo : PedomanNEWS / Arif Julianto

Seperti yang sudah w perkirakan tentang sosok satu manusia ini dalam dunia perpolitikan Indonesia, memilih keluar dari Nasional Demokrat (NasDem) karena tidak sepaham dengan sang pendiri dan saat ini memilih bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA)

Adalah Hary Tanoesoedibjo yang memilih keluar dari NasDem dengan alasan tidak sepaham atau tidak seotak dalam menjalankan roda dari Nasdem dimana Surya Paloh ingin menjadi Ketua Umum karena lama berkarir hingga berkarat disebuah partai bentukan Orba tidak mendapatkan keuntungan serta posisi strategis untuk dia dalam hal ini Ketua Umum sehingga memutuskan keluar dan mendirikan Nasdem.

Sementara Hary Tanoesoedibjo menginginkan partai NasDem diisi oleh anak muda yang kritis dan mau membangun negara ini dengan semangat muda.

Lantas ketika Hary Tanoe keluar dari NasDem banyak pihak beranda-andai dengan hitungan politik kemana jika pria kelahiran Surabaya 26 September 1965 ini bergabung, namun akhirnya Harry Tanoe memilih partai HANURA sebagai kapal politik dia dalam (mungkin) membangun Indonesia ini.

Jika Hary Tanoe bergabung dengan HANURA, sebagai orang ekonomi dan pebisnis apa yang diharapkan atau keuntungan apa yang akan diberikan HANURA kepada Hary Tanoe ?

W sudah memperkirakan kalau Hary Tanoe akan bergabung dengan partai bentukan dari Jenderal Wiranto karena sosok bos dari MNC TV, RCTI, Global TV dan jaringan media lainnya tidak mungkin memilih partai lain apalagi yang sudah punya nama.

Namun secara jujur, w lebih suka Hary Tanoe tetap di NasDem karena sama-sama baru, NasDem baru masuk politik dan Hary Tanoe juga baru belajar politik, namun sangat disayangkan dengan sikap Hary Tanoe ini memang disatu sisi ide nya boleh tapi namun yang disesalkan adalah dengan sikapnya yang tak elok seperti ilustrasi tersesat di tengah hutan tidak ada kendaraan untuk mengantarkan ke sebuah kota, namun ditengah dirinya berjalan ada orang yang memberikan tumpangan namun orang yang tersesat itu mengiyakan tapi harus dia yang membawa kendaraan sang penawar tumpangan ?

Yang pasti pertama Partai HANURA adalah partai baru yang mungkin tidak neko-neko jika Hary Tanoe masuk beda ketika Hary Tanoe masuk (misal) PDI Perjuangan atau Golkar yang sudah punya nama pasti akan lebih ribet syarat dan ketentuannya jika Hary masuk kesana apalagi dilihat latar belakang Hary yang pasti membuat partai manapun akan ter-ences-ences bener ga ?!

Kemudian, kemungkinan Hary Tanoe berkreasi dengan ide-ide nya yang mungkin cerdas di Partai HANURA dalam membangun Indonesia akan lebih diterima ketimbang partai besar dan ternama karena mereka sudah punya pakem dan aturan yang baku dan kaku…

Dok.Republika


Tapi… sekali lagi tapi apakah dengan masuknya Hary Tanoe bisa menaikkan popularitas Partai HANURA secara politik misalnya pada 2014 mendatang HANURA bisa menangi atau kuasai parlemen dan bisa bertarung dalam Pemilihan Presiden atau paling ga bisa bermain dalam posisi dua dan bisa memaksa partai ternama bermain dalam dua putaran secara melihat latar belakang terutama sang pendirinya jika terkait kasus yang mendera pada kekejaman ketika Orba hingga1998 ?

Kalau soal ini, w pastikan kecil kemungkinan HANURA bisa masuk dalam klasemen elite pemilu entah itu nomor dua bahkan satu, namun untuk sosialisasi mungkin HANURA bisa bernapas lega bahkan bisa mengurangi dana iklan karena kehadiran Hary Tanoe yang memang JAWARA nya media paling tidak kapasitas otak perekam masyarakat Indonesia akan penuh dengan iklan-iklan yang berseliweran di televisi dan itu akan memudahkan HANURA dalam bersosialisai.

Jika melihat hitung-hitungan yang w paparin soal kehadiran Hary Tanoe pasti akan bertanya apa yang HANURA berikan kepada Hary Tanoe apakah posisi anggota DPR atau Menteri kalau bisa tembus pilpres atau jangan-jangan Presiden tapi kalau untuk posisi yang terakhir w bilang rasanya ga mungkin jika melihat hitung-hitungan di atas.

Tapi untuk proses belajar politik dari Harry Tanoe kepada HANURA sangat penting dan di apresiasikan daripada belajar politik di partai ternama namun bobrok yang hanya menguntungkan satu pihak.

Kita lihat saja sejauh mana HANURA bersama Hary Tanoe bisa membuat gebrakan dalam pemilu 2014 mendatang seperti menyalip partai besar seperti PDIP atau Golkar atau mungkin NasDem serta Demokrat atau hanya seperti partai-partai gurem yang cuma sebagai (maaf) kotoran dan pemandu sorak untuk buat Pemilu semakin semarak ?

Selamat datang dan berpolitik Hary Tanoe di Politik Indonesia yang carut marut.

Nakula Residence, 190213 0755