Jumat, 12 Juli 2013

Akrabnya Staff Kedubes AS dengan Anak Kurang Mampu

Akhirnya bisa nulis lagi di blog setelah sekian lama ga nulis karena sibuk kerjaan kantor dan padatnya jalan Jakarta, tapi kali ini emang niat sich mau nulis berbagai ilmu dan cerita yang berkaitan dengan kerjaan w semoga bisa bermanfaat :D

ini berawal dari email yang masuk ke inbox w dari seorang kawan bekerja di Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia kedudukan di Jakarta tentang undangan buka puasa yang dibuat oleh Wakil Duta Besar AS, Kristen Bauer.

Pertama w menerima emailnya agak ragu untuk datang ke acara itu karena satu masalah yang mungkin sepele tapi ya begitu masalah dalam pekerjaan tapi akhirnya w putuskan untuk hadir, dengan mengirimkan sms untuk konfirmasi kehadiran serta akses masuk ke dalam rumah.

Selain masalah kerjaan, w paling antara malas dan niat ke acara yang berbau AS kenapa ? acara mereka bagus-bagus tapi akses keamanannya yang bikin w malas terlebih udah ada pengalaman ketahan 15 menit serta nama yang tidak akurat dalam daftar list keamanan rumah dinas serta fasilitas milik mereka.

Agak lama balasnya dan baru dibalas 8 jam sebelum acara dimulai padahal w sms konfirmasi itu lima belas menit setelah w dapat emailnya yaitu hari 9 July 2013 16:07

Pada Hari H datang w ke rumah dinas Wakil Dubes AS, Ibu Kristen Bauer pukul 16.40 padahal itu telat banget, setelah check nama dalam lampiran keamanan yang akhirnya w diperkenankan untuk masuk kedalam rumah tersebut.

Begitu masuk w harus dihadapi dengan metal detector dan petugas keamanan lainnya, tas w pun tidak luput dari incaran mereka, akhirnya w lolos dari incaran berbahaya hehehehe…

begitu dinyatakan lolos keamanan w langsung bergegas ke dalam sebuah tenda putih tempat acara berlangsung,  w disamperin oleh sang pengirim email dengan ditemani dia w jalan ke tenda, pikir w udah mulai ternyata belum dan masih sepi yang akhirnya w harus berjabat tangan dengan Ibu Wakil Dubes AS dan suaminya yang menunggu di depan tenda.

Acara buka puasa ini udah dua kali w ikuti bersama dengan Wakil Dubes AS, dan secara pribadi w liat tidak ada yang salah kok, mereka ingin berbagi kebahagiaan dan kebersamaan dengan masyarakat Indonesia dalam hal ini yang kurang mampu

Ini terbukti lewat interaksi mereka yang w abadikan lewat kamera, dimana mereka tidak canggung untuk berbincang kepada anak-anak kurang mampu tanpa salah sedikit pun bahasa Indonesia mereka yang canggung justru anak-anak ini karena bingung bagaimana mereka membalasnya dengan kemampuan bahasa Inggris mereka hehehehe…

Secara keseluruhan acaranya bagus bahkan ada anak yang berani mengajak Ibu Wakil Dubes berjoget bersama dan semua senang, hingga tiba waktu berbuka dimana semua staff Kedutaan membagikan kudapan berbuka dengan minuman serta tissue kepada anak-anak tersebut,


Mungkin ini biasa tapi bagi w ga biasa karena jarang bisa kita temui seperti ini dan mereka pun dengan senang hati menawarkan itu kepada para anak-anak yang disambut antusias, memang ada pejabat negara ini menawarkan baki isi makanan kepada anak-anak dalam sebuah acara ?

Sayangnya acara ini terganggu dengan hujan lebat dengan angin kencang yang turun di kawasan Taman Suropati namun itu tidak menyurutkan anak-anak ini menampilkan kebolehannya mulai dari bernyanyi hingga beladiri tradisional Indonesia, silat diperagakan dan membuat decak kagum para tamu.

Akhirnya buka puasa itu pun berakhir dengan makan malam, dan w harus meninggalkan tempat tersebut karena harus jemput cewek w di kostnya dan mengantarkan ke Stasiun Gambir karena akan berangkat ke Jogja berkumpul dengan keluarganya.

Suami Wakil Dubes AS antusias melihat penampilan anak-anak 
Yang perlu diingat walaupun negaranya dihujat karena kebijakan terutama kepada negara-negara konflik tetapi warganya masih punya nurani dan mau belajar dari budaya tempat dia berpijak seperti di Indonesia…

Nantikan cerita buka puasa dengan Pak Dubes AS yang bulan ini adalah hari-hari terakhir bertugas di Jakarta sebelum berangkat ke DC untuk tugas selanjutnya.

Suropati, 11 Juli 2013


@Lorcasz