Jumat, 09 Mei 2014

Negara Ga Punya Nurani itu Bernama Korea Utara (Bagian I)


Maaf sebelumnya kalau ada yang baca ini merasa keberatan soal judul yang w tulis di atas tetapi itu lah yang terjadi.

Kenapa w tulis judul di atas pasti ada sebabnya ini juga berkaitan dengan apa yang w kerjain yaitu sebagai buruh media.

Kejadian ini sebenarnya sudah berlangsung di akhir April hingga minggu pertama bulan Mei, bukan basi atau apa tapi w berpikir alangkah bagusnya setelah acara berakhir.

Okey kita mulai, pembukaan Pekan HAM yang dibuat oleh sebuah badan penggiat HAM Korea Utara (NKHR) bersama mitra sejenisnya di Indonesia yaitu KontraS dan LIPI membuat sebuah acara untuk mengingatkan dunia akan bahaya Korea Utara jika terus melakukan kebijakan negara seperti ini.

Pembukaan berlangsung tanggal 28 April 2014 kemarin, w pun hadir dalam acara tersebut walau saat itu hujan deras dan memutuskan untuk memesan taksi BlueBirdGroup mengingat waktu dimana pembukaan pada pukul 18.00

Akhirnya w pun mendapatkan taksi dan meluncur ke daerah Menteng tepatnya di Galeri Cemara yang terletak di Cemara 6 sebuah tempat yang sebenarnya rumah pribadi namun sebagian wilayahnya dihibahkan menjadi tempat museum dan galeri serta penginapan.




Setelah sampai di depan Galeri Cemara w pun membayar taksi yang ternyata salah sangka dimana kalau pesan taksi  itu walau di argo tercetak misal IDR7,000 kita tetap bayar IDR40,000 karena aturan yang berlaku ketika memesan taksi.

Setelah membayar IDR40,000 w pun turun dan beranjak masuk ke dalam dimana w melewati sebuah mobil diplomat yang ternyata kepunyaan Kedutaan Besar Republik Korea, dan iseng-iseng pun w photo walaupun itu sangat dilarang dalam etika hubungan internasional.

W pun masuk ke dalam yang ternyata acaranya belum mulai, w pun mengantri untuk menuliskan di buku tamu.

Setelah menulis dibuku tamu, w pun masuk ke dalam sebuah ruangan besar dimana disana ditampilkan semua tentang Korea Utara

Dan w memulai dari sebuah pajangan tentang jadwal kegiatan Pekan HAM Korea Utara tersebut, kemudian barulah masuk ke ruang tengah penuh dengan gambar poster karikatur.






Dimulai dari sebelah kiri dimana menampilkan tentang apa arti HAM tersebut dari seorang Dali Lama dalam tiga bahasa, Indonesia, Inggris dan Korea.

Setelah itu diorama tentang sejarah Korea, mulai dari dinasti, perang Korea hingga kemerdekaan Korea Selatan dan Korea Utara termasuk gambar satelit perkembangan dimana Korea Selatan sangat maju perkembangan ekonomi dan demokrasinya tapi sebaliknya Korea Utara masih tetap dengan awal bahkan lebih parah.

Setelah melihat peta satelit kedua negara, kemudian w pun dibuka kan mata tentang sebuah peta dimana itu adalah peta dari lokasi kamp tahanan politik Korea Utara yang sangat mengerikan.

Di atas peta tersebut ada kata-kata yang membuat w agak kaget dan merinding dimana terdapat tulisan, “tempat dimana tidak ada kata kasih sayang, dan yang ada tembak di tembak !”





Sadiis lah kata-kata nya namun itu lah yang terjadi di sana, dan pasti bertanya apakah benar tidak ada kasih sayang disana ? silakan kesimpulan kan sendiri jika melihat apa yang w tampilkan beberapa gambar di bawah ini.

Setelah melihat gambar, maka inilah yang disebut tidak ada kata kasih sayang baik lisan maupun tulisan.

Gambar pertama yang w lihat adalah Manusia Tidak Berharga dari Seekor Babi dimana para tahanan kamp politik ini oleh Prajurit Korea Utara dikerahkan untuk membangun pos bawa tahan dan untuk kebutuhan perut para tahanan ini mau tahu apa ? mereka mengkonsumsi makanan di kandang babi selama tiga bulan !
Parahnya lagi adalah para tahanan politik ini konsumsi makan sisa nasi, sawi putih, lobak dan tulang babi dari kandang babi ! bahkan untuk minum pun mereka juga dari sisa babi… ckckckck !

Setelah makan di kandang, apakah itu sudah selesai bagi tahanan politik Korea Utara ?! belum ! 

masih ada lagi, seperti harus menahan tangis dan sakit dari siksaan prajurit Korea Utara !

Ini bagi w sangat parah dimana, cara berlatih para prajurit ini dalam menghadapi musuh adalah dengan tahanan politik yang diikat pada sebuah batang kayu sebagai “samsak hidup” mereka.

Selama mereka menjadi sasaran latihan para prajurit, para tahanan politik ini dilarang untuk berbicara atau bergerak apapun walaupun kondisinya sudah sangat parah dimana tulang patah dan berdarah-darah, sadis !

Kemudian kalau banyak tahanan politik atau maling ayam pun ketika masuk ke dalam tahanan pasti akan diberikan baju khusus atau pakaian yang mereka dapatkan dari keluarga ketika berkunjung lantas apakah itu berlaku juga di Korea Utara ?!

TIDAK ! para tahanan politik ini harus bisa “kreatif” dalam memenuhi kebutuhan mereka mulai dari alas kaki, pakaian dan lainnya karena mengingat Korea Utara memiliki musim yang berganti beda dengan Indonesia hanya mengenal panas dan hujan.

Karena di negaranya Kim Jong-un Salju pun turun disana dan bisa dibayangkan bagaiamana ceritanya ketika salju turun dan mereka harus merasakan dinginnya salju hingga menusuk tulang mereka dan kalau tidak ada pelindung makan bisa tewas dalam pelan-pelan… !




Lantas bagaimana mereka tinggal selain di kandang Babi ? ternyatan tempat tinggal para tahanan politik dimana rumah tersebut terdiri dari tanah liat untuk dinding serta jeraminya untuk atap dan ditopang tiang untuk menyangga supaya tidak runtuh ketika hujan.

Dan rumah itu harus dihuni sekitar 5-6 keluarga dan bayangkan bagaimana sumpeknya rumah itu kalau satu keluarga terdiri dari lima kepala ? ckckckck…

Kemudian ada lagi dimana tahanan wanita terutama yang hamil dimana berdiri di atas meja untuk melakukan ilustrasi waktu pake tangannya berdasarkan apa yang diperintahkan para prajurit.

Selain itu ada juga dimana para penghuni harus menerima siksaan jika ketahuan ama prajurit sedang mengunyah atau menelan makanan, kalau itu terjadi ya siap-siap badan diikat di pohon posisi terbalik kepala ditaruh di bawah dan dibagian dada di tending hingga makanan yang ada di mulut keluar.

Apakah cuma sampai disitu, ternyata tidak. ini buktinya dimana mereka  punya sistem aborsi yang bagi w sangat aneh dan ngilu amp ke dalam tulang.

Dimana ketika ada wanita hamil dan prajurit menginginkan aborsi maka si wanita tersebut disuruh telentang, kemudian di atas perut hamilnya ditaruh sebuah papan kayu lebar dan apa yang terjadi ?

Dibawah todongan senapan prajurit, dua tahanan politik Korea Utara melakukan kegiatan seperti permainan “jungkat-jangkit” ketika jaman TK (silakan bayangkan sendiri)




Dan yang fatal dari kamp tahanan politik ini adalah bahwa sebutir gandum itu bagi para tahanan ini LEBIH BERHARGA daripada berlian atau apapun kenapa begitu ?

Ya karena para tahanan itu tidak mendapatkan asupan pangan dari para prajurit jadi mereka sendiri mencarinya, klo di awal w bilang Tikus menjadi barang berharga maka biji gandum pun demikian.

Bahkan ketika para tahanan politik ini melihat hewan seperti lembu, sapi atau apapun makan biji gandum maka si tahanan pun menunggu hewan itu hingga (maaf) buang air besar dan mengkorek kotorannya untuk mengambil biji gandum, bersihin dan makan ! (silakan dibayangkan)

Nah setelah melihat itu w pun naik ke atas untuk mengikuti pembukaan pekan HAM Korea Utara yang dihadiri oleh Pelapor Khusus PBB untuk Korea Utara, Marzuki Darusman, Mantan Menteri Unifikasi Korea, pejabat kedutaan Korea Selatan dan tamu yang juga beberapa komunitas internasional.

Silakan melihat tayangan dibawah ini



Setelah mengikuti prosesi pembukaan maka dilanjutkan dengan ramah tamah serta makan malam disamping melihat-lihat gambar-gambar yang tadi w sebut di atas.




Akhirnya w pun pulang ke rumah, selama Pekan HAM ini w hanya mengikuti yang bersifat humanis bukan sekedar diskusi.




Mau tau kelanjutan w dengan Pekan HAM Korea Utara ini, nantikan selanjutnya termasuk soal ributnya staff kedubes Korut dengan para panitia Pekan HAM Korea Utara




Galeri Cemara, 280414
@Lorcasz