Sabtu, 22 Maret 2014

Kampanye Caleg : Ciptaan Tuhan aja Dirusak Apalagi Negara ini !

Pemilihan umum tinggal menghitung hari dimana saat ini para partai sudah mulai menyiapkan strategi paling ampuh untuk menyakinkan para konstituennya untuk memilih bagian dari partai untuk bisa masuk ke dalam lingkaran sistem yang bernama legislative.

Pesta demokrasi setiap lima tahun ini ibarat jamur dikala hujan ada saja kelakuan para legislator ini  menggaet para suaranya

Namun sayangnya untuk menggaet konstituen para legislator ini cukup kreatif namun ada juga yang menjengkelkan.

Maksud menjengkelkan adalah seperti gambar-gambar di bawah ini yang w coba potret secara candid di daerah seputaran rumah w serta kemanapun w pergi dan anda pun sering melihat seperti ini di daerah anda benar tidak ?































Iya mereka lah para konstituen yang sedang mengemis suara kepada anda supaya memilih dan bisa masuk ke dalam dewan baik di Senayan maupun tingkat kotamadya hingga kabupaten.


Kalau ada yang tanya bagaimana tanggapan w, maka w akan bilang manusia macam gambar di atas itu tidak layak sebagai legislator, apalagi memberikan suara kita ke mereka kenapa ?

Kita bisa lihat jelas lah para caleg ini kan rata-rata berpendidikan tinggi lah walaupun ada yang hanya menengah atas tapi kan secara nurani mestinya dia tahu donk apa dampak dari yang mereka lakukan itu pun kalo masih ada nuraninya !

Walau mereka akan memberikan jawaban dengan meminta maaf namun bagi w masalah ini tidak bisa hanya sekedar maaf saja, karena jadi pertanyaan adalah apakah mereka tahu apa yang dilakukan oleh manusia-manusia yang tergabung dalam nama TIM SUKSES atau JANGAN-JANGAN para caleg ini yang MEMBERIKAN PERINTAH / MENGIYAKAN tim suksesnya melakukan seperti itu (baca: memaku / mengkawatkan / menempelkan poster / spanduk ke tiang listrik / pohon) ?

Maka akan timbul pertanyaan jika melihat kasus ini adalah YANG BODOH dan TOLOL SIAPA, apakah si Calegnya, atau Tim Suksesnya atau kebijakan partai yang tidak mencantumkan kalau sosialisasi itu tidak boleh menciderai apapun termasuk POHON dan TIANG LISTRIK ?

Sudah saatnya kita berpikir cerdas dan menggunakan nurani dalam memilih para caleg tidak lagi ada istilah “beli kucing dalam karung” karena bagi w ucapan itu udah basi karena dari tahun 1999 pasca reformasi kita menggelar pemilu sampai nanti tanggal 9 April  apakah ada caleg hingga legislator yang kerja itu sesuai dengan harapan para konstituennya ? kagak kan, tetap saja masih ada ntu para legislator kita yang bercap “beli kucing dalam karung” bener ndak ?!

Jadi mulai sekarang cobalah berpikir, jangan hanya karena ganteng, kaya, pemain sinetron, penari erotis, model panas favorit atau apalah tapi coba lihat apakah caleg itu dalam sosialisasi tidak mencederai apa yang sudah Tuhan ciptakan termasuk pohon

Cuma berpesan yang nanti akan memilih, pohon aja bisa dia rusak dengan poster / spanduknya apalagi dengan konstituen yang milih dia dan negara tempat bernaung dan bernapas jangan-jangan lebih parah dia akan merusaknya !

@Lorcasz